Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Kisah Kendar, Bocah SD yang Tak Hiraukan Kekurangan, Merawat Sendiri Ayahnya yang Lumpuh


Kisah bocah bernama Kendar ini sungguh memilukan. Dia setiap hari seorang diri merawat ayahnya yang terbaring tak berdaya karena lumpuh. Bagaimana ceritanya?

Mungkin banyak bagi mereka ataupun diri kita, yang ingin membahagiakan kedua orang tua, dan jawaban yang diberikan pastinya ketika menunggu kita sukses terlebih dahulu. Padahal orang tua akan sangat bahagia meskipun kita melakukan hal kecil untuk mereka. Karena mereka akan sangat bahagia ketika tahu bahwa anak mereka bisa dibanggakan meskipun dari hal yang sepele.

Also read : Tak Punya Biaya Kontrak Rumah, Sungguh Miris! Bekas Ternak Domba pun Dijadikan Naungan

Namun, lebih dari hal sepele dan malah sangat luar biasa. Inilah kisah seorang bocah bernama Kendar yang dilansir dari laman NewsDetik, sanggup merawat ayahnya yang terkena musibah yakni lumpuh seorang diri. Tak banyak anak yang seperti itu, dan inilah kisah Kendar yang diharapkan mampu menginsipirasi kita semua.

Memang, pagi itu, Kandar terlihat sangat sabar menyuapi makan ayahnya, Rasim (42), yang terkulai lemah tak berdaya di tempat tidur kayu di rumahnya di RT 06 Dukuh Pucung, Desa Karang Bawang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Rumah mereka memang sangat sederhana, terbuat dari kayu dan anyaman bambu serta beralaskan tanah.

Setelah menyuapi ayahnya makan dengan nasi dan camilan warung ala kadarnya, Kendar pun bersiap berangkat ke sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri 1 Karang Bawang. Meski tubuhnya kecil dan masih duduk di bangku kelas IV SD, umur Kendar saat ini sudah sekitar 13 tahun.

Enam tahun sudah Kendar merawat seorang diri ayahnya yang menderita kelumpuhan. Seluruh urusan rumah tangga, mulai menyediakan makanan hingga memandikan serta mengurus keperluan sang ayah lainnya dilakukannya sendiri, yang akhirnya mengakibatkan dirinya banyak tertinggal pelajaran di sekolah.

"Sehari-hari ya mengambilkan makanan untuk Bapak, nyuapin Bapak, mandiin, nyuci pakaian, nyuci piring, merapikan rumah. Saya ikhlas ngurusin Bapak," kata Kendar, Sabtu (11/3/2017).

Memang ke mana ibunya? Menurut Kendar, ibunya, Tasmini (40), terpaksa merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai pembantu agar keluarganya tetap bisa makan. Sedangkan kakaknya, Darmanto, dimasukkan ke sebuah pesantren gratis oleh warga sekitar untuk meringankan beban keluarganya.

"Untuk kebutuhan sehari-hari, nunggu kiriman. Kalau Ibu kirim, bisa makan. Tapi, kalau belum kirim, saya utang dulu di warung," sambung anak kedua di keluarganya ini.

Kendar berharap ayahnya bisa segera sembuh dari kelumpuhan agar masa depannya tidak hilang. Dia berharap bisa terus bersekolah agar kelak bisa bekerja dan ikut menopang perekonomian keluarga.

"Harapannya, Bapak cepat sembuh biar Bapak bisa merawat aku dan kakakku lagi. Pinginnya Bapak kayak dulu lagi. Sudah lama Bapak sakit," ujarnya lirih.

Sebelum mengalami kelumpuhan, Rasim jadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai penderes nira untuk membuat gula jawa. Tapi, semenjak 2010, dirinya terkena gejala penyakit cikungunya hingga dirawat selama 1 minggu di rumah sakit.

"Berobat 1 minggu di RS tidak sembuh. Jadi pulang, sampai uang habis, tidak bisa berobat lagi," ujar Kasim. Sejak saat itulah Kendar berperan merawat dirinya, sementara istrinya merantau ke Jakarta jadi pembantu rumah tangga untuk menyambung kehidupan mereka. Karena kondisi itu, Kendar terpaksa sering izin kepada gurunya karena tidak bisa berangkat ke sekolah untuk mengurusinya.

"Saya kasihan sama Kendar. Semuanya ditangani Kendar. Jadi saya nelangsa (sedih) sekali, kepingin nangis. Soalnya, anak kecil itu belum waktunya ngurusin saya, tapi sudah bekerja berat, ngurusin saya semuanya," kata Rasim, yang tergeletak lemah sambil meneteskan air mata. Apalagi Kendar juga diduga memiliki gejala penyakit yang mirip seperti dirinya. Terbukti anak ini kesulitan beraktivitas seperti saat jongkok, kakinya tidak bisa menekuk, dan kedua tangannya tidak bisa menggenggam.

"Punya anak dua sakit semua. Yang cacat Darmanto dan Kendar, tangannya tidak bisa genggam, dua-duanya, terus kaki tidak bisa nekuk, dua-duanya sakit semua. Sakit apa saya juga tidak tahu," ucapnya.

Darsim, tetangga Rasim, mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk membantu keluarga tersebut. Hingga akhirnya istri Rasim terpaksa bekerja ke Jakarta sebagai tulang punggung keluarga.

"Bantuan untuk mengobati Rasim hingga saat ini tidak ada, paling bantuan yang sifatnya umum, seperti BLT. Akhirnya istrinya terpaksa berangkat ke Jakarta bekerja sebagai pembantu. Kalau untuk sekolah, mungkin sudah ada bantuan dari dana BOS atau apa, jadi guru-guru Kendar juga ikut bantu," ujarnya.

Wantoro, guru sekaligus wali kelas Kendar di SDN 1 Karang Bawang, mengatakan Kendar merupakan anak yang rajin dan suka membantu orang tua. Meskipun kadang sering terlambat dan tidak masuk sekolah, tapi dia selalu izin.

"Terlambat sering, karena harus merawat bapaknya, tapi dia anak yang rajin," ucapnya.

Wantoro menjelaskan Kendar juga anak yang jujur. Kendar jujur jika kakinya selalu sakit sehingga meminta izin agar tidak pakai sepatu atau sandal saat berangkat ke sekolah.


Also read : Foto Patroli Polisi Ponorogo Jadi Viral! Kuntilanak Nongkrong di Angkringan?

"Paling saat olahraga dia sering minder, mungkin karena fisiknya, ya. Untuk kedewasaan, dia lebih dewasa dibanding teman-temannya. Dia juga anak yang berani dan sopan. Pernah dia izin ke saya kalau kakinya sakit dan tidak mau pakai sepatu sama pakai sandal. Saya bilang tidak apa-apa, yang penting kamu sekolah," jelasnya.

"Beruntung juga teman-teman Kendar baik dan peduli. Tingkat sosial teman-temannya juga tinggi. Teman-temannya juga ikut membantu, misal Kendar terlihat termenung, teman-temannya pada jajan, akhirnya itu teman-temannya pada kasih dan menghibur Kendar," sambungnya.

Semoga kisah Kendar ini mampu memberikan gambaran kepada kita bahwa orang tua adalah segalanya dalam hidup kita. Kehadiran orang tua sangatlah memberi ketenangan, cinta, serta kasih sayang tersendiri yang bersemi di hati segenap insan yang berakal. Mereka biarkan kesedihan dan keletihan demi senyuman buah hatinya. Mereka curahkan segenap pengorbanan demi kebahagiaan sang buah hati. Mereka adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka adalah sekotak permata paling berharga, sekeping emas termahal yang dapat mengantarkan kita ke surga-Nya.

Memarahi Anak Itu Ada Aturannya, 2 Hal Ini Harus Anda Perhatikan!


Marah, sering kita pakai sebagai pelampiasan emosi dan tekanan perasaan. Sayangnya, kita kerap kurang kontrol ketika meluapkan kemarahan. Misalnya kepada anak. Akibatnya, anak merasa terpukul serta kecewa. Bagaimana cara yang baik memarahi anak?

Kegusaran, berang, amarah, diwujudkan melalui berbagai cara dan bentuk. Ada yang sekadar cemberut dan melakukan aksi diam. Sebagian orang melakukannya dengan suara yang tinggi sambil mencak-mencak. Ada pula yang marah sambil ringan tangan mencubit, menampar bahkan memukul orang yang menjadi sasaran amarahnya.

Bukan rahasia lagi, orangtua kerap memukul anaknya dalam melampiaskan amarahnya. Ulah sang anak yang menjengkelkan menjadi alasan mereka menampar atau memukul. Terlebih lagi bila orangtua menghadapi masalah di kantor, emosi tinggi yang muncul terkadang dilampiaskan kepada anak di rumah.

Pakar psikologi anak remaja DR. Seto Mulyadi. Mengatakan, sudah waktunya para orang tua meninggalkan metode marah primitif dalam mengungkapkan kekesalan kepada putra/putrinya. "Meski marah adalah sifat manusiawi, caranya janganlah sampai merugikan atau menyakitkan hati orang lain. Terlebih lagi sampai menghambat pertumbuhan anak-anak,"

Mereka Ibarat Kaca (Memantulkan apa saja yang ada di depannya)


Adalah manusiawi pula bila anak tidak suka ditekan atau disudutkan. Karenanya, mengungkapkan kemarahan dengan cara itu, bukan hanya tak efektif dan sampai pada sasaran, tetapi juga dapat menimbulkan sakit hati pada anak.

BACA JUGA : “Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat si Kecil Untuk Sang Bunda

"Nah, kalau hendak mengungkapkan kemarahan, sampaikanlah dengan mempergunakan dengan konsep pesan diri. Jangan sampai merusak kumunikasi. Karena, pada dasarnya anak tidak ingin divonis dan tidak dihargai.

Pesan diri yang dimaksud adalah mengungkap perasaan atau sikap yang timbul akibat perbuatan anak. Dalam hal ini orang tua menyampaikan kepada putra/putrinya bahwa mereka terganggu dengan perbuatan mereka. Dengan komunikasi yang baik, usahakan anak mengerti persoalan maupun keberatan Anda akibat perilaku mereka. Jangan lagi hanya menuduh, menjelek-jelekkan atau bahkan sampai memukul.

Dengan begitu, lanjut Seto, anak akan mengerti bahwa perilakunya telah menggusarkan dan mengecewakan orang tua. Metode seperti ini secara otomatis akan diserap dan dipraktekkan pula oleh anak kepada setiap orang yang mengganggunya, termasuk orangtua sendiri.

“Anak itu ibarat kaca. Mereka memantulkan apa yang mereka terima dan alami dari orangtuanya. Nah, bukankah lebih baik memberikan 'cahaya' yang baik dan berguna?! Bila mereka menerima bahwa marah tidak identik dengan kekerasan, nantinya mereka akan menerapkan hal tersebut dalam kehidupannya.

Peraih penghargaan The Outstanding Young Persons of the World dari Jaycess International ini memberikan tip yang baik ketika melampiaskan rasa marah. Ketika marah, ujarnya, usahakan agar emosi positif lebih besar daripada emosi negatif. Perbandingannya 75:25.

"Perkembangan emosi seseorang akan sehat bila emosi positifnya lebih besar daripada emosi negatif. Marah memang boleh dan wajar, tapi jangan hanya marah melulu. Tentunya tidak baik bila anak menerima emosi negatif terlalu banyak," papar Seto lagi.

Jangan keburu menyalahkan remaja Anda yang sering tawuran di sekolah, bila Anda sendiri sering memukulnya ketika kesal atau marah. Ketidaksenangannya akan ditampilkan dengan perilaku negatif, seperti berkelahi atau semacamnya. Hal ini bisa di pelajari dari perlakuan orangtuanya kepada dirinya.

Kepada kaum ibu, Seto menekankan pentingnya pemahaman bahwa metode pendidikan anak yang terbaik adalah pendekatan bahasa ibu. Dalam lima tahun pertama usia anak, peran ibu sangatlah besar. Dapat dibayangkan kemungkinan yang terjadi, bila pada usia itu anak sering mengalami luapan emosi negatif dari sang ibu.
Jauhi Kekerasan

Jangan Gunakan Kekerasan!


Seto juga melihat pentingnya mensimbolisasikan amarah. Artinya, marah tidak harus dengan memukul meja, membanting pintu atau semacamnya. "orangtua harus mengganti kebiasaan itu dengan sikap yang lebih tenang. Dengan diam, misalnya," katanya.

Ketika Anda berdiam kata sambil memandang anak dengan tajam, maka anak akan sadar bahwa perilakunya telah mengganggu atau membuat Anda marah. Sikap seperti ini, menurut Seto, lebih sehat, efektif dan dapat diterima.

Kalaupun hendak memberikan hukuman kepada anak, saran Seto, berikanlah hukuman yang jauh dari kekasaran. Seperti menunda hadiah yang dijanjikan pada anak, bila mereka masih berperilaku tidak sehat. Atau mengurangi/menghentikan uang jajan untuk beberapa waktu.

"Lupakanlah sikap marah yang primitif. Seperti menggebrak meja, membanting pintu hingga memukul anak. Marah jangan diidentikkan dengan kekasaran," ujar Seto lagi.

BACA JUGA : Masih Ingat Sosok Malang Ini? Hampir Setahun Berlalu, Beginilah Wajahnya Sekarang..

Sebaliknya, mulailah marah yang berbudaya, halus dan bernilai seni. Adalah suatu seni tersendiri dapat mengungkapkan amarah tanpa menyakiti hati orang lain. Kunci keberhasilan marah, menurut Seto, adalah keefektifannya. "Bila dengan berdiam diri, tanpa banyak kata, ternyata anak mau mengubah perilaku jeleknya, bukankah itu lebih baik. "Jangan sampai merusak komunikasi."

Jika orangtua sering memukul anak ketika marah, menurut Seto, itu akan mengganggu perkembangan yang sehat dari si anak. "Selain is menjadi anak yang agresif dan sering berperilaku di luar kontrol kewajaran, mereka juga menjadi pribadi yang labil. Karena itulah, kenapa harus memakai kekerasan bila kekerasan itu sendiri tidak akan pernah menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru," paparnya.

Memarahi anak secara primitif, kata Seto, berarti juga membuat anak kehilangan harga dirinya. Akibatnya, akan timbul reaksi atau pemberontakan dari sang anak. Mereka belajar memecahkan masalah dengan marah dan kekerasan, dari orangtuanya. Lalu, timbullah masalah-masalah baru dalam kehidupannya. la selalu berpikir dan bertanya-tanya, Mengapa saya susah sekali menyelesaikan suatu masalah?

Memasuki masa dewasanya nanti, pola-pola pengasuhan dengan kekerasan semakin mempengaruhi daya pikir dan sistem kerjanya. Seto mencontohkan Hitler, seorang pemimpin yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang kurang kasih sayang dan kelemahlembutan.

Memang, menurutnya, tidak selamanya anak-anak yang dibesarkan dengan kekerasan akan bermasalah. Pada suatu saat, is dapat saja sadar dan menjauh dari kekerasan. Pengalaman pribadinya dijadikan cambuk untuk tidak meneruskan penderitaan itu kepada orang lain.

Tetapi Seto mengatakan, tentunya perubahan sikap itu turut dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulan si anak. Pelajaran-pelajaran hidup yang diterima anak sangat mempengaruhinya melewati titik kehidupan tersebut. "Itulah sebabnya, orang-orang di sekitar anak, terutama orangtua, sangat berpengaruh bagi perkembangan mereka," jelasnya lagi.

Berbahayanya, bila di lingkungan luar keluarga pun ia mendapati banyaknya kekerasan dan semosional yang negatif. Anak yang tadinya berperilaku seperti cermin, dapat berubah menjadi kaca pembesar. Kaca yang dapat meneruskan panas hingga mampu membakar, akibat menerima panas pada titik yang pas. Intinya, anak kemungkinan malah melebihi kebiasaan orangtuanya dalam memandang konsep sejauh mana dan bagaimana amarah boleh diluapkan.

Meskipun marah ala primitif dihindari, namun menurut Seto, orangtua jangan pula berlagak malaikat, seolah semuanya berjalan dengan baik. "orangtua cukup berlaku wajar dan manusiawi. Jangan terlalu menerapkan harus begini, harus begitu. Bila harus marah, marahlah apa adanya. Hanya, diarahkan sebagai pesan diri," lanjutnya.

Dengan sering berdiskusi, Anda pun dapat meminta anak sebagai pengontrol emosi Anda ketika sedang marah. "Kalau perlu, minta maaf kepada anak karena Anda telah memarahinya. Putera-puteri Anda pun akhirnya dapat belajar untuk meminta maaf kepada Anda maupun orang lain.

Mungkin sulit dilakukan, sehabis marah Anda meminta maaf pada anak. "Tapi orangtua harus berani berbuat itu. Tidak ada salahnya memulai demi kebaikan bersama. Di situlah letak kemanusiawian kita," jelas Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta. Nah, kenapa tidak Anda mulai dari Sekarang.

“Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat si Kecil Untuk Sang Bunda


“Saat mendengar anak kami membacakan diarinya, aku dan suami awalnya masih bisa tertawa, namun tiba-tiba kami merasa malu”, ucap ibu ini kepada kami, setiap pulang kerja.

Dia dan suaminya selalu melihat HP mereka, melihat berita maupun Facebook, terkadang anaknya disamping  ingin ditemani membuat PR, namun tetap saja dicuekin.

“Tidak terpikirkan bahwa sikap kami dapat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak kami.”, kata ibu ini. Kelak ia kan melepaskan HPnya dan menemani anaknya.

Saat di sekolah, anak yang masih duduk dibangku SD ini mengatakan, “makan lihat HP. Aku mengerjakan PR, mereka main HP. Saat hendak tidur, masih duduk di kasur sambil main HP.” terkadang melihat kedua orangtuanya selalu main HP, dia jadi ingin buru-buru menyelesaikan PRnya dan pergi bermain juga.

“Aku rasa mama lebih mencitai HP, dan lebih perhatian pada HP.”, ucap anak SD ini. Terkadang saat ibunya bermain HP, ia berteriak berapa kali pun ibunya tak mendengar dan menjawabnya.

BACA JUGA : Masih Ingat Sosok Malang Ini? Hampir Setahun Berlalu, Beginilah Wajahnya Sekarang..

“Ya betul seperti itu, terkadang malah melihat HP didepan anak kami”, kata ibu yang lain.

Terkadang saat anak kami mengerjakan PR, ia akan duduk disamping sambil melihat HP, pikirnya yang penting tidak berisik dan mengganggu, tak disadari bahwa sikap seperti ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Lain kali pasti harus berubah, setidaknya tidak bermain HP di depan anak-anak.”, begitu kata sebagian besar orang tua.

Berikanlah Lebih Banyak Waktu Untuk Menemani Anak
Seorang ahli mengatakan bahwa diari seorang anak biasa menggambarkan banyak kondisi orang tuanya.

Saat ini banyak sekali orang tua yang saat pulang ke rumah, langsung melihat HP, bermain Facebook, browsing, nonton drama korea dan menghabiskan watunya di layar HP, jauh lebih lama daripada menemani anaknya.

Untuk orang tua, ingatlah bahwa “teladan” sangat penting. Orang tua sebagai “guru pertama” bagi anak-anak, jika selalu bermain HP, anak akan mengikuti orang tuanya, diusia kecil sudah “dikontrol oleh HP”, dapat mempengaruhi kesehatan juga.

Selain itu, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak akan kehilangan “rasa kasih sayang”, kehilangan “kekuatan kasih” dan membuat anak menjadi kesepian dan pemalu.

Sebaiknya dapat membagi waktu dan peran juga antara suami istri. Saat suami sedang sibuk bekerja dan memerlukan HP, istri harus menjaga anaknya, menemani belajar dan bermain.

Saat istri bermain HP, suami dapat membawa anaknya pergi olahraga, dll. Dan juga dapat diterapkan aturan seperti, akhir minggu tidak boleh menggunakan HP.

Beginilah isi surat anak kecil tersebut kepada orangtuanya,

“Bulan 3, tanggal 8, hari Selasa. Ini adalah hari ibu.

Hari ini aku ingin berterima kasih pada mama, setiap hari sangat sibuk dan bersusah payah.

Awalnya, aku ingin bercerita pada mama, tapi sepertinya mama tidak begitu suka mendengar cerita ku. Terus menatap HPnya.

Ini membuat aku sedih. Aku berpikir, mungkin dengan memberikan ucapan-ucapan selamat, mama akan lebih senang.

Jadi, aku mengucapkan selamat hari ibu pada mama, namun mama tetap saja melihat HPnya. Aku semakin sedih lagi. Alu berpikir, cara ini pun tak berhasil, aku coba memijat punggung mama.

Saat mulai memijat punggung, aku berusaha sekuat tenaga, tapi mama tetap saja mama melihat HPnya. Diwajahnya tak ada senyuman. Aku semakin sedih lagi, bersiap mencuci kaki mama ku.

Setelah mencuci kakinya, mama akhirnya tidak melihat HP lagi, hatiku sedikit senang. Aku berusaha mencuci sebaik mungkin.

Setelah selesai, aku berharap mendapat sedikit pujian, namun mama malah mengatakan, “hari ini cuci kakinya lumayan, disiram sedikit lagi sudah boleh.” lalu mama keluar dari kamar, sebelum menutup pintu, tidak lupa ia mengatakan, ‘jangan lupa menulis diari’.

Inilah cerita sedih ku melewati hari ibu.”

Hikmah yang dapat diambil: Jadilah orang tua yang bijak dan berikan waktu mu pada anakmu, dan bukan HP. Jangan lupa dibagikan juga pada yang lain!

Update Terbaru Wanita Ini Mohon Maaf Kepada Netizen Soal Hujatan Ke Ibu Hamil

Miris sekali dengan pemikiran mbak yang satu ini. Mungkin dia belum pernah merasakan istimewanya menjadi ibu hamil jadi bsa memiliki pemikiran seperti ini. Padahal dia perempuan ya????

*Update terbaru mbak shafira sudah minta maaf



Mulutmu adalah harimaumu.

Ungkapan itu merupakan peribahasa yang banyak dipesankan oleh para orangtua kita.

Tujuannya adalah supaya kita lebih berhati-hati lagi dengan apa yang kita ucapkan.

Peribahasa itu pada saat itu tentunya akan terus berlaku, walaupun kadang sedikit diubah kalimatnya.

Tepatnya, menjadi "jempolmu adalah harimaumu".

Artinya, apa yang kita tuliskan di sosial media, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Baru-baru ini seseorang yang memiliki akun Facebook Shafira Nabila Cahyaningtyas menghebohkan dunia maya.

Sebab, melalui akun tersebut, orang tersebut menuliskan sebuah tulisan tentang ibu hamil.

Dalam tulisan itu, dia merasa jengkel karena disuruh mengalah pada ibu hamil saat berada di KRL rute Jabodetabek.

Baca: Wanita Ini Tulis Hujatan "Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas?" Jengkel Karena Disuruh Mengalah Pada Ibu Hamil

Atas tulisannya itu, Shafira pun mendapatkan berbagai kecaman dari netizen seperti yang dikutip dari jatim.tribunnews.

Berikut ini adalah komentar dari para netizen.

@YanNie Handa Camui,"Hadeh, ibu hamil itu capek ya, bawa beban berat di perutnya, klo berdiri terus, darah numpuk di kaki, hasilnya bengkak dan itu sakit. Ayo lah, kita masih sehat, tak ada salahnya nolong dikit. Ibu yg hamil itu punya beban berat, kenapa.... mual, mau makan apa2 muntah, masih punggung sakit, pinggul sakit... selain itu dia jagain perutnya agar ga kenapa2... #saveIbu2Hamil q durung tapi q reti gimana pengorbanannya"

@Risa Eka,"Semoga mba nya ntar hamil kembar 5..aamiin"

Update terbaru mbak shafira sudah minta maaf, berikut status permintaan maafnya kepada netizen yang di unggah akun hasil screenshot Awalisa Elkana Sulpi




Bunda, Jangan Suka Bentak Anak ya.. Coba Cara Ini Agar Buah Hati Patuh Tanpa Harus Kena Bentak

Setiap orang tua pasti punya cara tersendiri bagaimana merawat dan mendidik anak-anaknya. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang melakukannya dengan cara yang salah sehingga berdampak buruk pada si anak.



BACA JUGA: Bukannya Pembatal Atau Dilarang Saat Puasa, Tapi Ini Hukumnya Makruh. Hati-hati Dengan Nomor 2!

Seperti halnya membentak. Bunda, sebenarnya bentakan itu tidak perlu karena itu semua kita lah yang memulai dan mengajarinya. Padahal anak bisa patuh tanpa harus kena bentak. Salah satunya dengan mengikuti cara berikut ini yang dikutip dari vemale.


1. Sebut namanya dengan baik dan lembut

Pikiran anak-anak sering tidak fokus. Banyak hal yang bisa dipikirkan, mulai dari soal teman-temannya, sekolah, dan hal-hal lainnya. Untuk mendapatkan perhatian anak, sebutkan dan panggil namanya dengan nada positif dan biasa. Akan butuh waktu beberapa saat sampai Umi bisa mendapat perhatian anak sepenuhnya. Di sini Umi memang harus bisa benar-benar bersabar. Saat perhatian anak sudah Umi dapatkan, baru Umi sampaikan pesan yang ingin Umi berikan pada anak.

2. Jangan gunakan kata yang kasar

Sebisa mungkin hindari penggunaan kata jangan,tidak boleh, dan sejenisnya. Agar anak merasa percaya diri dan nyaman, Umi perlu menggunakan kata-kata yang positif. Jelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak. Misalnya, “Tolong bawa piring-piring kotor ini ke bak cucian, ya. Terima kasih.” Hindari menggunakan kata atau nama panggilan yang membuat anak tak nyaman.

3. Lakukan kontak mata

Dekati anak, usahakan posisi sejajar dengannya (Umi bisa menunduk atau berjongkok), lalu tatap matanya. Tapi jangan terlalu terlihat mengancam. Cara ini untuk memastikan Umi menaruh perhatian sepenuhnya saat berkomunikasi dengan anak. Anak-anak pun akan lebih nyaman saat orang tua yang mengajaknya bicara berada dekat dengannya.

4. Bersikap Asertif

Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Ketika Umi berkomunikasi dengan anak, Umi perlu bersikap asertif. Gunakan kalimat dan nada yang jelas, positif, dan padat. Sebagai contoh, “Setelah selesai membereskan mainan, Adik boleh nonton TV atau main di luar.” Jelaskan pada anak soal apa yang harus mereka lakukan, apa alasan mereka, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.

Satu lagi yang harus Umi perhatikan saat berkomunikasi dengan anak adalah perasaan atau mood yang sedang ia rasa. Di sini Umi memang harus lebih peka dan hati-hati. Apakah anak sedang lelah, marah, kecewa, cemas, atau mengkhawatirkan sesuatu, perhatikan raut wajahnya. Sebisa mungkin jangan menghakimi anak. Posisikan diri Umi sebagai orang tua yang akan membantu mereka mengatasi masalahnya. Sehingga komunikasi bisa lebih diterima.

Berbicara pada anak memang sangat berpengaruh terhadap mental, emosi dan sikap anak nantinya. Namun tindakan itu memerlukan teknik dan meode khsus. Semoga saja apa yang bunda lakukan akan berdampak baik bagi si buah hati..

Wanita Ini Tulis Hujatan "Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas?" Jengkel Karena Disuruh Mengalah Pada Ibu Hamil

Miris sekali dengan pemikiran mbak yang satu ini. Mungkin dia belum pernah merasakan istimewanya menjadi ibu hamil jadi bsa memiliki pemikiran seperti ini. Padahal dia perempuan ya????



Mulutmu adalah harimaumu.

Ungkapan itu merupakan peribahasa yang banyak dipesankan oleh para orangtua kita.

Tujuannya adalah supaya kita lebih berhati-hati lagi dengan apa yang kita ucapkan.

Peribahasa itu pada saat itu tentunya akan terus berlaku, walaupun kadang sedikit diubah kalimatnya.

Tepatnya, menjadi "jempolmu adalah harimaumu".

Artinya, apa yang kita tuliskan di sosial media, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Baru-baru ini seseorang yang memiliki akun Facebook Shafira Nabila Cahyaningtyas menghebohkan dunia maya.

Sebab, melalui akun tersebut, orang tersebut menuliskan sebuah tulisan tentang ibu hamil.

Dalam tulisan itu, dia merasa jengkel karena disuruh mengalah pada ibu hamil saat berada di KRL rute Jabodetabek.

Shafira menuliskan, saat itu dia bersama temannya naik KRL dari Bogor dengan tujuan Stasiun Tanah Abang.

Shafira naik pada pukul 07.05 WIB di gerbong khusus perempuan.

Saat berada di KRL, Shafira memang berencana untuk tidur.

"Gue duduk nih jejeran sama temen gue, niatnya mau tidur sampek stasiun tujuan akhir. Gue emang uda terbiasa tidur di krl. Krl udah kayak rumah kedua buat gue,"tulis Shafira dalam statusnya itu.

Namun, niat itu harus diurungkan oleh Shafira.

Sebab, saat tiba di Stasiun Citayam, Shafira tiba-tiba dibangunkan oleh satpam.

Dia diminta berdiri dan berpindah ke tempat duduk lainnya.

Sebab, saat itu memang ada ibu-ibu hamil yang membutuhkan tempat duduk.

Shafira pun berpindah tempat.

Meski demikian, Shafira rupanya merasa keberatan dengan hal itu.

Sebab, meski telah berpindah, tapi Shafira menuliskan dalam statusnya sebenarnya dia merasa jengkel atas sikap satpam tersebut.

"Jujur jadi pusing nggak ketulungan dan sampek sekarang masih pusing. Pusing ditambah kesel dan pengen mengumpat si satpam dan ibu hamil,"tulis Shafira seperti yang dikutip dari jatim.tribunnews.com.

Tidak hanya itu, Shafira juga menuliskan dirinya semakin tidak merasa hormat dengan para ibu hamil.

"Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas? Semakin lama gue semakin gak respeck sama ibu2 hamil. bener2 uda yang semuak itu!" tambah Shafira dalam tulisannya.

Belakangan, tulisan itu sudah tidak ada lagi dalam beranda Facebook milik Shafira.



Meski demikian, akun Facebook Awalisan Elkana Sulpi sudah meng-capture tulisan itu, dan membagikannya.

Atas tulisannya itu, Shafira pun mendapatkan berbagai kecaman dari netizen.

Berikut ini adalah komentar dari para netizen.

@Tika Lotus,"wah mbakny kurang aqua. sok yen mbobot ben isine kembar 7"

@YanNie Handa Camui,"Hadeh, ibu hamil itu capek ya, bawa beban berat di perutnya, klo berdiri terus, darah numpuk di kaki, hasilnya bengkak dan itu sakit. Ayo lah, kita masih sehat, tak ada salahnya nolong dikit. Ibu yg hamil itu punya beban berat, kenapa.... mual, mau makan apa2 muntah, masih punggung sakit, pinggul sakit... selain itu dia jagain perutnya agar ga kenapa2... #saveIbu2Hamil q durung tapi q reti gimana pengorbanannya"

@Risa Eka,"Semoga mba nya ntar hamil kembar 5..aamiin"

BACA JUGA: Diantara Tanda Orang Yg Meninggal Khusnul Khotimah Itu Salah Satunya Dari 10 Hal Ini No 1 Sepele Tapi Paling Susah



Tapi, beberapa jam setelah mencurahkan isi hatinya karena tak setuju mendahulukan ibu hamil di KRL, Dia akhirnya meminta maaf. Apa isi permintaan maafnya? Silahkan baca DI SINI.

TES: Apakah Istri Anda Sudah Bahagia? Penting Dibaca! Ikuti Cara Ini untuk Mengetahuinya


Istri saya mungkin sudah cukup bahagia toh sudah saya beri uang bulanan dan uang belanja cukup. Lantas, apa benar memang sudah bahagia?

Berumah tangga, ibarat menumpang kapal di samudera luas. Terkadang tenang tanpa gelombang, sesekali berguncang diterjang ombak dan badai. Agar kehidupan sebuah keluarga langgeng, maka suami dan istri harus berperilaku sesuai adab Islami dalam perkawinan. Para suami sangat perlu memastikan kebahagiaan istrinya, sebab istri yang bahagia adalah awal bagi keharmonisan rumah tangga.

Artikel pilihan : Ini Dampak Mengerikan Jika Ibu Selalu Memarahi Anak, Awas Bisa Jadi Begini!

Anak-anak pun akan merasakan dampaknya, ketika kedua orangtuanya bahagia, dengan sendirinya anak-anak akan tumbuh dan berkembang dalam situasi keluarga yang penuh kehangatan. Mengingat betapa pentingnya istri yang bahagia, berikut adalah 10 tanda yang perlu dipahami oleh para suami untuk mengetahui apakah istri-istri mereka sedang bahagia atau tidak? Yuk, coba dites apakah istri Anda sudah cukup bahagia dalam rumah tangganya?


Perhatikan kegiatan sehari-hari istri Anda dari mulai bangun pagi hingga akan beranjak tidur. Istri yang bahagia biasanya akan penuh dengan semangat. Istri Anda juga akan jarang 'merepotkan' Anda, tapi ia akan berusaha untuk bisa mandiri dan memastikan semua kebutuhan keluarga terpenuhi.


Logikanya ketika seseorang sedang bahagia mustahil ia akan marah-marah tanpa ada alasan yang jelas. Istri yang bahagia akan mampu mengendalikan emosinya, ia sadar bahwa kemarahan tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, tapi justru akan semakin memperkeruhnya.


Kondisi kejiwaan seseorang umumnya dipengaruhi oleh berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya. Oleh karena itu, ketika seorang istri sedang bahagia dengan sendirinya stres akan pergi menjauh.


Istri yang bahagia umumnya akan sangat peduli dengan penampilan dan kondisi kesehatan tubuhnya. Untuk itu, ia akan menjaga dengan sebaik mungkin dengan cara mengonsumsi makanan sehat, olahraga dan istirahat yang cukup.


Perhatikan bagaimana cara istri Anda tersenyum ketika Anda goda, sebab senyuman yang ceria dan tulus tidak akan pernah bisa dilakukan oleh seseorang yang suasana hatinya sedang tidak bahagia.


Gairah seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh suasana hatinya. Maka dari itu, ketika seorang istri sedang bahagia dengan sendirinya gairah seksualnya akan tetap terjaga.


Perhatikan bagaimana cara istri Anda mengurus rumah tangga atau ketika ia sedang bertemu dengan orang lain. Istri yang bahagia umumnya akan sangat perhatian dan tidak mengalami kesulitan ketika berinteraksi dengan orang lain.

Artikel pilihan : Daripada Ragu, Ternyata Ini 5 Tanda yang Nyata Jika Dia Siap Mempersuntingmu!


Ketika kebutuhan lahir maupun batin istri tercukupi pasti ia akan merasa sangat bahagia dan nyaman. Oleh karena itu, ketika melihat ada orang lain sedang mengalami kesulitan, maka dengan sendirinya rasa iba dan keinginan untuk membantu akan muncul dari dalam hatinya.


Istri yang bahagia akan sangat peduli dengan penampilannya, baginya penampilan yang selalu terjaga adalah bentuk untuk menghargai diri sendiri, keluarga, terlebih menghargai suaminya.


Terakhir, istri yang bahagia akan penuh dengan ucapan syukur. Mungkin baginya keadaan ekonomi bukanlah satu-satunya faktor pendukung kebahagiaan, tetapi melihat suami yang setia, anak-anak tumbuh sehat dan penurut, rumah tangga bahagia, dan sebagainya. Baginya itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia

Bagaimana menurutmu?


Apa-apaan ini! Bulan April Lalu ada Bayi "Pajero Sport", Sekarang Ada Bayi dengan Nama Mobil Baru Suzuki

Nama adalah doa, apapun nama yang diberikan orangtua kepada anaknya pastilah mengharapkan yang terbaik bagi anaknya. Setelah ada bayi yang diberi nama "Pajero Sport", kini malah ada yang mencontoh hal itu.


wah-wah....!

Bener-bener, orang tua jaman sekarang, lebih kreatif sekaligus berani kalau kasih nama anaknya.

Pada bulan April lalu ada nama bayi yang mengambil dari produk mobil bikinan Mitsubishi.

Yup, bayi laki-laki itu oleh orang tuanya diberi nama Pajero Sport. Bayi yang merupakan anak laki-laki pasangan M. Muis Iskandan dan Novi Yanti diberi nama itu karena sang Ayah berkelakar bahwa ibunya ngidam mobil Pajero Sport saat mengandung.

Nah kemarin, pasangan Sigit Adi Saputra dan Yuli Rohayati melahirkan seorang anak.

Bayi laki-laki itu diberi nama T. Ignis Saputra, demkian dilansir grid.id.

Orang tuanya juga menuliskan harapan buat baby Ignis.

'Semoga bayi IGNIS bisa menjadi anak yang soleh dan disenangi banyak orang seperti SUZUKI IGNIS'.

Informasi ini didapat dari akun @suzukibekasiid.

Baby Ignis anak pasangan Sigit Adi Saputra dan Yuli Rohayati

Seperti diketahui, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) merilis produk barunya yang bernama Ignis.

Bodinya ringkas dan imut, tapi tetap memberikan kesan sebuah SUV versi mini.

Ignis menggunakan mesin 1.200 cc dan harganya mulai Rp 139,5 sampai 169,5 juta.

Baca Juga: Bikin Menangis, Tunggui Anak Dirumah Sakit Berbulan-Bulan, Uang Tinggal Rp 15ribu

Memang karena pemberian nama yang unik (Pajero Sport) itu, membuat pihak PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) ingin bertemu baby Pajero Sport.

Setelah mencari lewat bantuan sosial media, akhirnya perwakilan MMKSI bisa bertemu baby Pajero Sport di rumahnya (Pamulang, Tangerang).

”Kami dari MMKSI sangatlah bangga bisa menjadi bagian dari kehidupan keluarga pak Muis, dimana popularitas dari pajero sport dapat sedemikian berpengaruh dalam kehidupan keluarga Indonesia, sehingga menjadi pilihan nama bagi kelahiran anak kesayangan,” kata Intan  Vidiasari, Head of PR & CSR MMKSI waktu itu.

Mungkin itu juga kali yang diinginkan orangtua yang kasih nama anaknya mobil keluaran terbaru suzuki ini.

Mahasiswa Alumni UGM ini Skeptis dengan Penemuan Listrik dari Pohon Kedondong



Seorang mahasiswa alumni tehnik nuklir Universitas Gajah Mada, R. Andika Putra Dwijayanto, S.T., skeptis dengan penemuan listrik oleh bocah SMP dari Tanah Aceh yang langsung terkenal itu.

"Listrik kedondong itu tidak berguna dalam skala pemakaian wajar" ujarnya.

Alih-alih ragu dengan penemuan tersebut. Andika menjelaskan seperti apa pohon kedondong akan menghasilkan listrik.

Namun serasa tak terima anak sekecil ini mendapatkan perhatian publik hingga diundan ke Istana Negara.

"Kasus yang menimpa anak muda berlagak liberal ala Utan Kayu (tidak usah saya sebut namanya, biar tidak tambah terkenal) kembali mengundang komparasi. Dengan siapa? Naufal Raziq, siswa MTSn dari Aceh Timur yang diklaim menemukan listrik dari pohon kedondong.  Dianggapnya bahwa Naufal lebih berprestasi daripada anak muda liberal itu dan lebih layak menjadi perhatian istana." ujarnya.

Menurutnya penemuan semacam itu tak layak mendapatkan publikasi.

"Komparasi ini lagi-lagi bikin saya prihatin.Hype yang tampak di tengah warganet mengesankan seolah-olah penemuan Naufal ini benar-benar sebuah breakthrough hebat serta layak mendapat publikasi jor-joran." kesal Andika.

"Saya selalu skeptis dengan penemuan semodel ini" imbuhnya.

Andika pun menjelaskan bagaimana asal mula Naufal ini memulai risetnya, yang didapat dari sekolah yaitu percobaan sel volta yang selama ini orang menggunakan jeruk nipis dan kentang.

"Dik Naufal semata-mata mengulang percobaan Sel Volta yang sering menjadi bahan praktikum anak sekolahan. Bedanya, kalau selama ini orang menggunakan jeruk nipis atau kentang, yang digunakan Dik Naufal adalah pohon kedondong. Kenapa kedondong? Dugaan saya karena pohonnya terkategori asam, yang mana memenuhi syarat untuk sel Volta.

Persoalannya, sel Volta tidak pernah dilirik untuk dijadikan pembangkit listrik sejak ratusan tahun yang lalu untuk alasan yang jelas: It’s simply not good enough.

Potensi listrik dalam pepohonan untuk dimanfaatkan dalam sel Volta itu rendah sekali. Paling banter dayanya skala miliwatt (mW) alias seperseribu watt. Keasaman pohon yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya, tapi tentu saja tidak cukup signifikan untuk membuat perbedaan berarti.

Ya tentu saja, kalau bukan orang yang berkutat di bidang energi, jarang yang akan skeptis dengan so-called “penemuan” ini. Langsung dibikin viral seolah-olah Nikola Tesla baru telah lahir. Giliran diluruskan, langsung balik marah-marah. Duh…

Sepertinya memang harus disumpal pakai matematika.

Coba ambil studi kasus, berapa pohon kedondong yang dibutuhkan untuk menerangi sebuah rumah selama sehari? Asumsikan saja rumah itu mengonsumsi 1 kWh listrik per hari." terangnya.

Iapun menjelaskan seberapa besar listrik yang dihasilkan oleh pohon kedondong.

"Coba ambil studi kasus, berapa pohon kedondong yang dibutuhkan untuk menerangi sebuah rumah selama sehari? Asumsikan saja rumah itu mengonsumsi 1 kWh listrik per hari.

Mari kita lihat hasil penelitian BPPT yang dimuat di laman Tempo, 29 Mei 2017. Menurut peneliti BPPT, enam buah pohon kedondong di tempat penelitian Pertamina EP hanya bisa menyalakan 1 lampu LED 5 Watt selama 20 menit, dengan perkiraan daya sebesar 1,7 Watt per jam. Terbatasnya waktu pembangkitan listrik disebabkan elektrodanya yang makin lama makin aus dan mesti diganti.

Katakanlah elektrodanya bisa terus menerus diganti (walau realitanya ini tidak mungkin dilakukan dalam tataran riil), maka potensi listriknya per 6 pohon adalah 1,7 Watt, atau 0,283 Watt/pohon. Realitanya, kemampuan pembangkitan daya ini sangat tergantung kondisi keasaman pohon yang bervariasi selama setahun. Tapi di sini anggap saja keasamannya konstan.

Untuk menghasilkan listrik 1 kWh dalam 24 jam, berarti dibutuhkan pohon kedondong sebanyak ((1/24)*1000)/0,283 = ± 147 pohon.

Kalau satu pohon butuh lahan sebesar 1 m2, maka kebutuhan lahannya sebesar ± 147 m2. Kalau satu desa ada 40 rumah, berarti butuh lahan kira-kira setengah hektar, khusus untuk pohon kedondong, yang elektrodanya harus diganti 20 menit sekali. Hore!

Tentu saja tidak ada yang mau repot-repot mengganti elektroda tiap 20 menit sekali. Bagaimana kalau penggantiannya seminggu sekali? Berarti lebih banyak pohon yang dibutuhkan.

Penggantian elektroda seminggu sekali, berarti jumlah pohon yang dibutuhkan naik dalam faktor (60*24*7)/20 = 504 kali lipat. Artinya, untuk 1 rumah, butuh pohon kedondong sebanyak (147*504) = 74.118 pohon, memakan lahan seluas 7,4 hektar per rumah. Untuk desa dengan 40 rumah, butuh 2,964 juta pohon kedondong dan memakan lahan 296,5 hektar. Tiap minggu, hampir 3 juta pohon itu harus diganti elektrodanya dengan yang baru. Yeay! Lapangan pekerjaan baru buat mengganti elektroda yang aus!

Luas lahannya sendiri masih underestimate. Mana ada kebun pohon kedondong yang tumbuh terus menerus cuma berjarak 1 meter antar pohon? Bisa saja lahan yang dibutuhkan 2-3 kali lebih luas. Yuhuuu!

Saya tidak yakin riset lebih lanjut bisa menaikkan daya secara signifikan. Kalaupun misalnya secara ajaib berhasil dinaikkan jadi 10 kali lipat, 3 W/pohon, maka untuk menghasilkan 1 kWh per hari, akan dibutuhkan 14 pohon per rumah untuk penggantian elektroda 20 menit sekali dan 7000 pohon untuk penggantian elektroda seminggu sekali. Per desa, berarti butuh 556 pohon untuk penggantian elektroda 20 menit sekali dan 280 ribu pohon untuk penggantian elektroda seminggu sekali.

Sekalian saja bikin hutan kedondong, kalau begini ceritanya. Lumayan, kan, buah kedondongnya bisa dijual dan menambah pemasukan desa. Siapa tahu dari pemasukan desa ini bisa membangun pembangkit listrik mikro hidro tanpa perlu menunggu dana bantuan desa segala.

Jadi, apa kesimpulannya?

Listrik kedondong itu tidak berguna dalam skala pemakaian wajar.

Kalau cuma untuk praktikum ya bolehlah. Tapi untuk menerangi rumah? Lebih baik bangun pembangkit listrik mikro hidro saja. Lebih jelas berguna. Saya bukan penggemar panel surya, tapi kalau harus memilih antara listrik kedondong atau panel surya, jelas saya memilih panel surya.

Jadi, beginilah masalah di masyarakat dan pemerintah terkait riset seperti ini. Masyarakat terlalu gampang terpukau tapi tidak mau diluruskan oleh yang lebih paham. Mudah terjebak delusi akan suatu “penemuan baru”, padahal riilnya tidak bisa diwujudkan sebagaimana harapan.

Sementara, pemerintah malah meneruskan saja pengembangan yang tidak berguna dalam tataran riil seperti ini. Pemerintah itu seperti kasus gajah di dalam ruangan, ada solusi yang lebih jelas dan riil untuk mengatasi masalah energi (misalnya nuklir) tapi malah fokus pada hal-hal remeh yang boro-boro bisa membantu. Risetnya salah arah.

Semangat riset Dik Naufal bagus, tinggal diluruskan saja arahnya. Sebab kalau salah arah, ya wassalam. Tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebaiknya matikan saja riset soal “sumber listrik tidak berguna” yang bertujuan untuk keperluan listrik rumahan ini dan alihkan riset Dik Naufal ke moda energi yang lebih berguna, misalnya hidro atau energi surya taraf kecil. Daripada buang-buang waktu, tenaga dan dana untuk sesuatu yang tidak realistis.

Atau kalau mau dilanjutkan, arahnya diubah: Jangan ditujukan untuk menghasilkan listrik rumahan, tapi arahkan untuk membangkitkan listrik demi keperluan teknologi sensor yang butuh daya kecil. Orang-orang Teknik Fisika lebih paham soal ini. Kalau arahnya benar, insya Allah potensi daya gunanya akan jauh lebih luas daripada delusi listrik untuk rumahan dari pohon kedondong.

Intinya, jangan salah arah.

 “Part of science is acknowledging that something is never going to work.”

“What’s good about science is that it’s true, whether you believe it or not.” "

Masih Ingat Sosok Malang Ini? Hampir Setahun Berlalu, Beginilah Wajahnya Sekarang..


Masih ingat Omran Daqneesh? Ya, bila mengingat namanya, kita akan teringat betapa sedihnya dunia saat melihat fotonya.

Daqneesh adalah bocah Suriah yang terfoto wartawan, duduk tenang di ambulans, dengan wajah penuh debu dan belepotan darah.

Saat itu, rumah Daqneesh, disebut media terkena bom dari serangan udara tentara gabungan Suriah Rusia. Apartemen yang didiami keluarga Daqneesh runtuh setelah serangan itu terjadi.

Kakak Daqneesh sendiri tak selamat dari serangan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada 17 Agustus 2016. Foto Daqneesh pun membuat hancur banyak hati warga dunia. Nah, hampir setahun berlalu, bagaimana kabar Daqneesh sekarang?

BACA JUGA : PNS Ini Meremehkan Pengemis, Balasan Pengemis Membuat PNS Ini Sangat Malu

Kinana Allouche, seorang jurnalis dari televisi pemerintahan Suriah, baru-baru ini mengunggah foto terbaru bocah tersebut.



Ia nampak begitu sehat. Pipinya terlihat chubby. Ia tengah dipangku oleh ayahnya. Dalam foto itu, Kinana tengah mewawancarai keluarga Daqneesh.

Dalam wawancara tersebut, ayah Daqneesh membantah tudingan media barat. Sebelumnya, mayorita smedia menyebut, rumah Daqneesh dibom oleh pesawat Suriah dan Rusia.

Tapi, menurut ayah Daqneesh, ia tidak mendengar ada pesawat lewat sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi. Meski demikian, media barat mencurigai, bahwa ayah Daqneesh diwawancarai dalam tekanan.

Mereka menuding, pemerintah Suriah rezim Bashar al-Assad, tak segan akan menindak tegas warganya, bila memberikan keterangan yang menyudutkan pemerintahan.

Wahai Putriku, Jangan Sampai Sepuluh "Mutiara" Ini Hilang Darimu

Wahai putriku! Jika seorang lelaki sudah merasa tercukupi untuk menjadi suami. Dan orang tuanya sudah menerima dirimu apa adanya, maka aku akan jadi orang yang paling merasa tercukupi. Namun Wahai putriku, Jagalah 10 Perkara ini.



BACA JUGA: Mengulas 12 Hadist Soal Ramadhan Ini yang Ternyata Lemah dan Palsu, Hati-hati!

Meski dekat dengan seorang pria, orang tua harus tetap mengawasi putrinya. Jangan sampai kita salah hingga hal-hal buruk terjadi pada dirinya, apalagi jika 10 perkara ini sudah hilang dan sudah tidak terjaga lagi, seperti yang dikutip dari ruang muslimah.

1 dan 2, Perlakuan dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

3 dan 4, Buatlah janji di hadapannya dan beritrospeksilah di hadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

5 dan 6, Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

7 dan 8, Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

9 dan 10, Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya, berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya, berarti engkau merobek dadanya.

Wahai orang tua, setiap yang kita lakukan di dunia akan dipertanggung jawabkan nantinya, termasuk juga anak-anak kita.

Ini Dampak Mengerikan Jika Ibu Selalu Memarahi Anak, Awas Bisa Jadi Begini!


Bunda, sering memarahi anak? Duh, sebaiknya segera kurangi kebiasaan itu yaa mulai sekarang.

Sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari seorang ibu yang jengkel atas kenakalan atau kesalahan anak-anaknya melaknat atau menyumpahi mereka. Baik dengan kata-kata yang kotor (tidak pantas) ataupun do’a yang tidak baik. Sehingga sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging.

Sang ibu tidak pernah merasa bersalah ataupun berdosa atas perbuatannya tersebut. Sambil bersungut-sungut dan mengumpat ia pun berlalu, meninggalkan buah hatinya dalam keadaan menangis. Apalagi bila Bunda termasuk memarahi anak dengan membentak dan memukul. Karena itu bila Bunda punya kebiasaan itu, simaklah hal ini baik-baik.

Also read : Iblis Dilaknat Oleh Allah Karena Dosanya, Mengapa Bisa Malaikat Menangisi Mereka?

6 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi


Kadang memarahi anak tidak bisa dihindari, bahkan karena beban kerja yang dimiliki orang tua disulut karena berbagai macamnya perangai anak-anak kita. Namun, sebelum bunda memarahi anak sehingga menjadi kebiasaan yang terus menerus. Perlu diingat beberapa dampak buruk jika anak sering dimarahi :

1. Kerusakan/kematian sel-sel otak anak


Seorang Neuroscientist di Chicago Medical School, Lise Eliot, Phd, dalam bukunya "Whats going on in There? How The Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life. Menceritakan sebuah fakta yang begitu mencengangkan. Ia melakukanpenelitian perkembangan otak terhadap bayinya sendiri. Lise memasang seperangkat alat khusus di kepala bayinya.

Alat itu dihubungkan dengan kabel-kabel komputer agar dia bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan sel otak anaknya melalui layar monitor. Saat bayinya bangun, dia memberinya ASI. Ketika bayinya minum ASI, Lise melihat gambar-gambar sel otak anaknya di layar monitor sedang membentuk rangkaian yang indah.

Ketika sedang asyik menyusui, tiba-tiba bayi Lise menendang kabel komputer. Si ibu sontak kaget dan berteriak, "No!" Ternyata teriakan si ibu membuat bayinya kaget, saat itu juga Lise melihat gambar sel otak anaknya di layar monitor terus menggelembung seperti balon, semakin membesar dan akhirnya pecah. Selanjutnya terjadi perubahan warna yang menandai kerusakan sel otak.

2. Penurunan kepercayaan diri


Anak-anak yang sering dimarahi cenderung akan berpikir, bahwa penyebab dia dimarahi adalah karena melakukan kesalahan. Semakin sering anak dimarahi, maka semakin kuat opini pada diri anak bahwa semua tindakannya adalah salah, sehingga takut melakukan hal-hal yang baru, merasa minder, dan pada akhirnya anak akan kehilangan rasa percaya diri, dan Anak akan menjadi pasif karena cendrung memilih diam dan tidak berbuat daripada dimarahi.

3. Depresi


Anak yang sering dimarahi bisa mengalami tekanan mental atau depresi. Anak akan jadi lekas marah atau frustasi, egois, agresif, merasa sedih, merasa tidak berharga atau bersalah, dan lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak.

4. Trauma


Kemarahan tidak mengajarkan apa-apa terhadap perkembangan si kecil, justru membuat renggang ikatan batin antara orang tua dan anak, anak akan merasa tidak nyaman dan takut karena perilaku orang tuanya. Anak yang sering kena marah bisa mengalami trauma

5. Introvert


Anak akan memiliki pribadi yang tertutup. Kepribadian introvert merupakan kondisi psikologis dimana anak lebih pendiam dan cenderung menutup dan menarik diri dari lingkungannya. Anak enggan mengungkapkan isi hatinya atau permasalahan yang dihadapinya, takut mengutarakannya karena takut dipersalahkan.

6. Apatis


Akibat terlalu sering dibentak dan dimarahi, anak akan menjadi bersifat apatis, sering tidak peduli terhadap suatu hal. Jadi, dengan melihat dampak buruk memarahi anak, apa bunda mau marah lagi??

Dampak Membentak & Memarahi Anak yang Perlu Bunda Ketahui


Dan berikut beberapa pengaruh yang akan diterima oleh anak-anak jika mereka di bentak atau dimarahi

Baca Juga : Ini Dampak Buruk Mendidik Anak Dengan Pola Asuh Mengancam!

1. Membentak anak dapat merusak visual anak seperti motorik dan sensorik yang akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir mereka. Selain itu juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang

2. Menurut penelitian, orang tua atau orang lain yang berteriak, marah-marah atau membentak anak-anak akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur otak pada anak

3. Membentak anak secara terus menerus, memarahi, atau berbicara keras akan menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran pada anak

4. Seperti yang telah disebutkan diatas, jika anak sering diperlakukan kasar seperti berteriak atau membentak maka anak akan meniru perilaku dari orang tua tersebut

5. Membentak anak akan menyebabkan jantung anak akan berdetak lebih cepat dan akan menyebabkan jantung menjadi lelah

6. Membentak akan menyebabkan anak menjadi tertekan atau depresi, sehingga akan membuat anak berperilaku lebih buruk

7. Memarahi atau membentak anak jika dilakukan didepan umum akan menyebabkan tingkat kepercayaan anak menurun

8. Membentak atau memarahi anak akan menyebabkan anak kurang inisiatif dan kreatif karena apa yang dilakukan takut salah

Cara Agar Tidak Jadi Ibu Pemarah 


Mengurus dan mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, diperlukan kesabaran luar biasa dan kemampuan mengendalikan emosi agar bisa menjadi ibu yang hangat dan nyaman bagi anak-anaknya.

Akan tetapi, bagaimana jika seorang ibu memiliki temperamen yang meledak-ledak alias pemarah?

Waspadalah, penelitian dari Oregon State University (OSU) menunjukkan adanya keterikatan antara karakter bawaan atau gen dengan lingkungan yang akan membentuk pribadi seorang anak.



Ibu yang mudah marah dan gampang bereaksi akan mengakibatkan sang anak mempunyai karakter yang kurang lebih sama. Lebih jauh lagi penelitian ini menunjukkan bahwa bagaimana seorang anak dibesarkan di usia awal akan mempengaruhi karakternya di tahun-tahun berikut fase kehidupannya.

Also read : Benarkah Memarahi Anak Sebagai Cara Mendidik? Atau Hanya Melampiaskan Amarah?

Tak mengherankan jika ibunya mudah berkata kasar, membanting barang, memukul atau marah-marah di hadapan anak, anak cenderung akan menirunya dengan cepat.

Maka, wahai Ibu... sadarilah betapa pentingnya kelemahlembutan Anda dalam mendidik anak-anak. Tahan diri ketika ingin berteriak di depan anak, memukul mereka, atau menyakiti mereka dengan makian dan cubitan. Ingatlah salah satu wasiat terpenting yang Rasulullah berikan bagi siapapun yang ingin menggapai surga Allah:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhari)

Cari tahu juga bagaimana cara terbaik mengelola emosi dan melampiaskan amarah dengan tepat, serta sebagai orangtua ada baiknya untuk lebih belajar mengontrol emosi ketika anaknya melakukan sebuah kesalahan. Hal ini harus dilakukan agar si anak tidak mengalami trauma akibat dimarahi orangtuannya. Selalu ikuti anjuran Nabi untuk bersikap lemah lembut kepada anak.

Merasa artikel ini menambah wawasan orang tua? Jangan ragu SHARE ke teman-teman juga ya! Membagikan informasi yang bermanfaat juga termasuk amal baik lho... Untuk informasi menarik dan bermanfaat lainnya, LIKE fanspage kami, Orang Tua Teladan dan Wajib Baca.

Tersesat dan Ongkos Sudah Habis, Kakek Ini Tak Menyerah Cari Anaknya Sambil Bawa Cucunya


Entah sang anak atau ibu dari cucu kakek ini tak tahu, ataukah memang ada persoalan lain, yang jelas kakek dan cucu ini sampai tersesat serta kehabisan ongkos ketika hendak mencarinya.

Perjuangan seorang ayah memang tak sehebat ibu ketika mengandung anaknya sampai 9 bulan lamanya, merawat dan mendidik hingga menjadi mengerti tentang kehidupan ini. Akan tetapi seorang ayah juga tak kalah hebat karena memang dialah yang mencari nafkah dan mengajarkan caranya agar tegar Supaya anaknya bisa berdiri tegak untuk menentang dunia.

Artikel pilihan : Sungguh Kasihan, Berniat Membela Tuan Rumah, Anjing Ini Menangis Diracuni Si Pencuri!

Itulah pengorbanan ayah yang jika dilihat memang sungguh egois dan keras kepala. Akan tetapi dari kekerasan kepalanya itulah, ia akan sangat bangga jika anaknya berhasil dan memanggilnya dengan sebutan ayah di hadapan teman-temannya. Seperti pada kisah berikut ini, yang menguras emosi hati ketika seorang ayah mencari anaknya hingga tersesat dan kehabisan ongkos meskipun tak tahu dimana posisi anaknya tersebut.

Kakek dan cucunya yang masih kecil jauh-jauh datang ke Cikarang karena sedang mencari-cari sosok ini. Dua orang ini jadi perhatian seorang pria. Mereka berdua mengaku datang jauh-jauh dari Indramayu. Dilihat dari akun Facebook Albert Alyan, video tersebut sudah dibagikan sebanyak 34.000 kali.

Terlihat di sana sosok pria lanjut usia. Rambutnya sudah memutih, dengan pakaian yang terbilang lusuh. Pria yang belum diketahui namanya itu tak sendirian. Ia bersama seorang bocah laki-laki berbaju hijau dan bercelana pendek. Mereka berdua ditemukan oleh sang perekam di sebuah rumah kosong. Lokasi tepatnya ada di depan Panama Futsal, samping PT Hitachi Cikarang Barat.

"Saya nyari ibunya ini (menunjuk si bocah), anak saya, katanya dia kerja di Cikarang," ujar si kakek.

"Cikarang dimananya pak? Cikarang kan luas," tambah si perekam.

"Saya gatau" sahut bapak itu.

Mereka mengaku sudah dua hari mencari anaknya. Untuk pulang ke Indramayu pun, bapak itu mengaku tak punya ongkos.

"Punya ongkos gak pak pulang ke Indramayu?" tanya pria itu.

"Buat ongkos mau nyari dulu di sini" sahut bapak itu pelan.

Sang perekam pun memberikan nasi bungkus dan air untuk mereka. Anak itu terlihat makan dengan lahap. Beralaskan lantai kotor, makanan mereka pun jadi perhatian kucing liar. Kucing pun jadi ikutan makan makanan dua kakek dan cucu tersebut. Menurut Albert, anak kakek itu bernama Ana, dan bekerja di sebuah pasar di Cikarang.

"Yg merasa Kenal dengan keluarga Kakek dan Anak ini, tolong info nya, sudah 2 hari ada di Cikarang Barat dari indramayu si kakek mencari anak perempuan nya (ibu si adik kecil itu) yg pamit kecikarang untuk kerja, namun blm ada kabar sampai sekarang.

Lokasi : depan Panama Futsal, Samping PT.Hitachi Cikarang Barat"


Begini respon netizen.

Priska Wie Agustiani: Kapan ini a..Sedih bgt ngeliatnya

Albert Alyan Septianto: Udah pamit si kakek..tetep mau cari anak nya ke pasar2 katanya..Nama anak nya ANA, cuma bilang kerja dipasar daerah cikarang..tp gk tau pasar mana

Albert Alyan Septianto: Masya allah..blm sampe setengah hari sudah ribuan yg share berita ini.. Dan banyak banget yg inbox ke saya, sampe bingung bls nya satu2.. Minta doa nya aja..semoga mereka segera dipertemukan..

Info terkini..si kakek dan cucu nya sudah pergi dari jam 6 pagi tadi ke arah pasar cikarang..untuk tetap mencari mbak ANA (ibu si adek kecil / anak si kakek)

Artikel pilihan : Batalkah Jika Mencium Istri Saat Puasa, Meskipun Hanya Sebuah Kecupan?

Saya sudah titip pesan dan saran ke beliau..jika tidak ketemu juga lebih baik pulang ke indramayu..dan saya sudah minta si kakek untuk balik lagi kesini (konter saya) jika ingin pulang ke indramayu..insha allah ada rezeki untuk si kakek dan cucu nya pulang.

Semoga sedikit info ini biaa menjawab semua pertanyaan temen2 yg inbox kesaya.

Untuk KTP, saya tidak tanya, karna saya kurang yakin klo si kakek punya KTP, tp tetap harus nya saya tanya..jadi ini kelalaian saya, karna gk sempat berpikir kesitu.

Untuk Foto mba ANA anak nya kakek / ibu si adek kecil saya sudah tanya..si kakel bilang tidak bawa.

Soer Nerazzurri Yanka: Viral..Aya di one the spot trans7 td..Nama kang Albert Alyan Septianto di sebut2 euy..

Bagaimana menurutmu?

Bayi Ini Hampir Meninggal Karena Ayahnya Tak Cuci Tangan! Orang Tua Harus Tahu Masalahnya


Bagi para orang tua harus hati-hati. Jangan karena sudah dekat dengan anak jadinya bisa gampang menyentuh mereka. Bayi ini hampir saja kehilangan nyawa gara-gara sang ayah tak cuci tangan! Lantas apa masalah sebenarnya?

Also read : Sungguh Miris, Terlalu Banyak Ikut Les, Anak Depresi dan Ditanya Apapun Jawabannya Angka!

Ada banyak pendapat tentang sentuhan bagi bayi. Banyak yang mengupas manfaat sentuhan untuk si kecil, baik untuk membentuk ikatan dengan orangtua maupun untuk kemampuan sensori kulitnya. Meski begitu, sebuah pendapat ada yang mengatakan, bayi tidak boleh terlalu sering disentuh. Mengapa?

Bayi yang baru lahir masih sangat rentan dengan berbagai ancaman virus maupun bakteri. Sehingga jika terkena flu perlu sembuh untuk lama bahkan bisa mengancam hidup sang bayi.

Seperti RSV atau Respitaratory syncytal virus, jika orang dewasa terkena virus ini mungkin hanya berdampak flu biasa, tapi tidak dengan bayi. Jika anak-anak terkena virus ini maka virus tersebut bisa bertahan hingga 2-8 minggu. RSV sendiri merupakan virus yang ditularkan oleh orang yang yang terkena virus ini.

Jika bayi sudah terkena virus ini maka sangat wajib untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Oleh sebab itu buat orang tua wajib membersihkan dirinya untuk menyentuh dengan bayi yang terjangkit RSV.

hal ini terjadi pada seorang ayah yang membagikan pengalaman mengerikannya di social media, dia pun menuliskan pengalamannya

"sebulan lalu anakku terkena meningitis ringan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, dan keadaanya pun membaik. namun saat ini malah terjagkit RSV. Menurut Dokter kondisi anak sangat buruk, bahkan tak mampu lagi untuk menanganinya, keadaan itu memaksa kami untuk memindahkan bayi kami ke rumah sakit yang lebih besar.

Saat rumah sakit memeriksa bayiku, ternyata keadaan sudah semakin memburuk, sehingga bayiku harus menggunakan selang untuk bernapas. dan pada saat itu juga Saya diberitahu bahwa bayi kami terkena RSV, influenza type H, pneumonia dan bronchitis. Ini adalah hal yang paling berat untuk anakku." tulisnya pada sebuah social media.


Also read : Kenapa Sih Buka Puasa Dianjurkan Makan Kurma? Ternyata Ini Faktanya!

Namun seiring perkembangan, akhirnya ayah bayi tersebut menuliskan lagi sebuah kabar gembira. "sekarang ini saya sangat bahagia, meskipun masih membutuhkan bantuan pernapasan, tapi pekembangannya semain cepat membaik. Aku bangga padanya karena dalam seminggu ini anakku berperang dengan berbagai macam penyakit. RSV adalah penyakit yang berbahaya untuk bayi, aku baru mengenalnya ketika penyakit ini menyerang anakku."

Ayah ini pun menyarankan untuk para netizen agar semua orang tua mencuci tangannya terlebih dahulu sebelumnya menyentuhnya. menurutnya dengan mencuci tangan akan mengurangi kuman dan virus yang menempel.

Nah ini bisa menjadi pelajaran buat para orang tua, cuci tangan memang hal sepele tapi manfaatnya sangat baik untuk kesehatan. jadi jangan pernah lupakan mencuci tangan untuk si buah hati.

Ketika tidak sengaja menyentuh virus tersebut kemudian memegang bayi, maka bayi akan sangat mungkin tertular. Karena itulah, pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan benar sebelum memegang bayi atau peralatan yang diperuntukkan bagi si bayi.

Kebiasaan mencuci tangan bisa melindungi diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai karena malas atau lalai, buah hati atau orang lain menjadi korbannya.

Surat Anak SD Minta Cium Lagi Ini Mendadak Viral, Sungguh Miris Melihat Tulisannya


Apa yang biasanya anak perlukan untuk kehidupan ini? Jawaban teratas yang bisa diberikan pasti adalah bermain dan belajar. Karena dari belajar pastilah anak menjadi orang yang mengerti, serta ketika bermain anak belajar bagaimana caranya bersosialisasi.

Artikel pilihan : Sungguh Miris, Terlalu Banyak Ikut Les, Anak Depresi dan Ditanya Apapun Jawabannya Angka!

Benar, bermain dan belajar menjadi dua hal yang amat lekat dengan dunia anak-anak. Namun perkembangan zaman saat ini tampaknya membuat orangtua harus lebih waspada. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan anak-anak mudah mengakses informasi apapun melalui perangkat gadget.

Surat yang ditulis oleh seorang anak SD ini adalah contohnya. Diposting oleh Fanspage Meme & Rage Comic Indonesia, surat yang beredar melalui media sosial tersebut sukses membuat para orangtua yang punya anak usia sekolah dasar khawatir. Dalam postingan tersebut, terlihat foto secarik kertas yang diambil dari buku tulis.

Di kertas itu sudah terdapat beberapa baris kalimat yang isinya tak terduga. Kalimat-kalimat itu ternyata adalah merupakan surat cinta yang ditulis oleh anak SD. Namun yang membuat sedikit terbelalak adalah kalimat terakhir yang digunakan si anak untuk menutup surat cintanya.

"Ketika anak sd menulis surat cinta. Kira-kira selanjut ny bakal ada balasan apa ya dari raka," tulis Meme & Rage Comic Indonesia melengkapi unggahannya.

Lalu apa yang tertulis dalam surat itu? Berikut isinya :

Raka tolong terima surat ini
Kita jadian yu kamu jangan sama orang lain
Aku ingin slalu di sisimu
Tolong terima aku jadi pacarmu
Sekarang juga.
Jangan sampai kamu punya pacar yang baru lagi.
Aku akan mencintaimu slamanya
Yuli
Cinta slamanya sampai mati
Raka
Aku besuk akan pergi ke Cikidang ke teteh ku
Tolong cium lagi ya sayang
I love you
Yuli Yana

Terlihat pula di bagian akhir surat tersebut ada gambar bibir yang diwarnai merah.Postingan itu tentu saja mengundang reaksi dari netizen dan langsung menjadi viral. Hingga tulisan ini dibuat, postingan itu telah dibagikan hingga 1178 kali.

Berikut adalah beberapa komentar netizen yang dirangkum TribunSolo dari Fanspage Meme & Rage Comic Indonesia :

"Kbanyakan nonton sinetron ini nih. Masak anak sd pacaran. Fokus ke yg lain dek.
Yg dewasa dianjurkan ngga usah pacaran, lah ini yg kecil2. Hadeehh…."

"Mungkin tu anak korban sinetron yang tidak mendidik.. kayak. . . you know lahhh."


Artikel pilihan : Karena Tak Perlulah untuk Kita Memaksakan Diri Agar Orang Lain Mengakui Kita

"Aduh neeengg msh sd z udh ngurusin gituan ribet neng,skolah z dlu yg bner bhagiain dlu ortu bru mikiran cinta."

"klo aku sih fokus ke gambar bibir nya, dia minta tolong cium lagi ya sayang nafsuan amat."

"Jgn ditiru moms muda klo dapet surat beginian anaknya blg aja nak itu cewe agresive ati" nanti kamu bisa diculik gabalik kerumah lg."

"Naudzubillah…Menyedihkan, anak sd sudah berani kirim surat sperti ini, perempuan lagi, korban sinetron sekarang."

Kelakuan anak memang terkadang membuat kita tertawa karena secara spontan dan memang menirukan para dewasa lainnya. Namun jika sampai sudah seperti ini, bukan jadi hal yang menggemaskan lagi, malahan membuat kita yang membaca pasti turut mengelus dada. Maka dari itu, ajari dan berikan contoh kepada anak dengan baik karena memang mendidik anak tidaklah mudah. Akan tetapi contohlah cara Rasulullah ketika mengajari mereka agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi nantinya.

Sungguh Miris, Terlalu Banyak Ikut Les, Anak Depresi dan Ditanya Apapun Jawabannya Angka!


Mungkin memang semua orang tua menginginkan anak mereka pandai dan cakap dalam segala hal dengan dalih agar mereka mampu menjadi pribadi yang cepat tanggap dalam meraih kesuksesan. BIsa benar bisa juga belum. Karena pada kenyataannya adalah, bukan hanya pelajaran terkurikulum saja, namun lebih dari itu kesehatan dan juga tumbuh kembang anak yang harusnya bisa berjalan lancar bisa terganggu.

Also read : Karena Tak Perlulah untuk Kita Memaksakan Diri Agar Orang Lain Mengakui Kita

Mungkin sebagai sebuah gambaran, dimana ada seorang bocah yang terlalu banyak mengikuti les, dan pada akhirnya mentalnya sedikit terganggu. Sehingga ketika ditanya sesuatu, jawaban sang anak hanyalah angka semata. Bagaimana mungkin? Benar, kisah yang sungguh membuat hati miris ini datang dari sebuah akun Facebook bernama Andi Teposs. Tertanggal 18 Juli kemarin, Andi berkisah tentang nasib malang yang harus dialami oleh seorang gadis kecil berusia 6 tahun.

Dalam cerita itu tidak disebutkan siapa nama lengkap si anak. Tapi semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk para orangtua. Berikut merupakan kisah yang dituturkan oleh Andi di Facebook dimana dilansir dari laman Tribun:

"Pelajaran berharga untuk yang punya cucu atau anak ...

Hari ini saya berkunjung ke sebuah rumah sakit, membezuk anak teman saya yang sedang sakit. Teman saya ini seorang wanita karir lulusan S2 dari sebuah universitas ternama.

Anaknya adalah seorang anak perempuan yang cantik, umurnya baru 6 tahunan. Tak lupa saya membawakan sebuah boneka sebagai buah tangan...Waktu saya datang dia langsung mengenali saya sebagai teman mamanya ..

Bu Siti ya?"

"Iya," jawab saya, agak terharu karena dia mengenali saya.

"Ayoo.. Bu Siti.. 42: 6, berapa?"

"Kalau do'a masuk kamar mandi?"

Kemudian dia menirukan gaya mengajar bu gurunya di kelas.

Ada senam bersama, lalu dia menirukan gerakan senam versi dia kemudian menyanyikan lagu 5 x 5 =25, setelah itu dia melafalkan doa sebelum makan.

"Bu Siti ..ayo..buat kalimat.. saya pergi ke sekolah setelah itu pulangnya ke mall, bisa?"

Lucu?? Pintar?? Cerdas??

Mungkin itu juga yang ada di benak teman- teman saat mengikuti celoteh anak perempuan teman saya itu.

Namun selama saya hadir disitu sang bunda terus menerus menyeka air matanya.

Ya.. saya turut prihatin dengan penyakit yang sedang diderita oleh anaknya. Penyakit apakah itu?

Yang pasti bukan sembarang penyakit seperti anak anak biasa, bukan demam, bukan batuk, dan bukan pilek.

Jangan terkejut teman teman... karena saya berkunjung bukan di rumah sakit biasa, saya sedang berada di Rumah Sakit Jiwa...

Ya... sebuah Rumah Sakit Jiwa di kawasan Jakarta Timur. Apa yg sebenarnya terjadi??

Minggu-minggu terakhir ini sang anak sangat suka menangis. Kalau ditanya apa saja...jawabnya sering ngelantur, "7" "24 : 6 = 4", "how are you", dan jawaban lain seperti huruf hijaiyah.

Kemudian ia menirukan gaya gurunya mengajar.

Menurut psikolog , anak ini terlalu di forsir..dia mengikuti les matematika dan k**** yang target tugasnya 1 buku harus selesai 10 menit.

Kemudian les Bahasa Inggris, terus PR sekolah, les mengaji dan lain-lain sehingga mengakibatkan anak terlalu jenuh. Si anak hanya mau bercerita sama psikolognya, tetapi kalau ditanya oleh orang lain jawabannya angka-angka, Bahasa Inggris atau pelajaran mengaji.

Jadi dia menirukan gaya gurunya, dan jika bertemu orang yang memakai baju guru dia langsung tertekan.

Yang lebih mengharukan lagi, saat melihat sang bunda menangis, si anak cuma bilang, "Bunda jangan nangis..aku kan pinter..tapi aku ga mau tidur sama bunda yaa..aku maunya sama dokter ganteng atau cantik aja.."

Dia memang tinggal di kamar VIP... jadi memang ada dokter yg menemani sehari-hari.

Dan ternyata ada 5 anak kecil yang masuk rumah sakit jiwa itu.. tapi dia yg paling kecil...sisanya umur 12 tahunan.. karena broken home..

Hanya dia sendiri yang mengalami gangguan akibat terlalu banyak tekanan belajar..


Also read : Jangan Keburu Baper, Ini Bedanya Cowok yang Asli Sayang dengan Hanya Kasihan!

Sungguh kasihan...

Pelajaran berharga untuk para orang tua agar tetap memperhatikan tahapan perkembangan anak, usia TK adalah usia bermain, belajarpun harus melalui permainan dan jangan korbankan anak-anak kita karena AMBISI kita sebagai orangtua.

Biarkan mereka bermain dan berikanlah kenangan masa kecil yang terindah untuk mereka....

Catatan


Ayah bunda... renungkanlah... menyekolahkan anak bukan karena ingin dipuji orang, "O anaknya sekolah di sekolah favorit", tapi selalu bertanya pada anak saya "seneng nggak sekolah di situ, nyaman nggak teman-teman dan gurunya?", karena yang sekolah anak kita... bukan kita."

Itulah kisah yang dituturkan oleh Andi tentang seorang anak perempuan yang mengalami gangguan jiwa akibat terlalu dituntut untuk belajar. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar tak terlalu memaksakan kehendak terhadap anak, atau lebih parah lagi dengan alasan supaya tak kalah dengan anak lain.

Ingat anak sebagai salah satu titipan yang harus dijaga, maka didiklah dengan baik dan ingat ketika Islam mengatakan bahwa sesuatu yang berlebihan itu sungguhlah tidak baik. Bagaimana menurut para orang tua?