Tampilkan postingan dengan label Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang Tua. Tampilkan semua postingan

Sering Dilakukan Ibu-Ibu, "Jangan Taruh Anak Anda di Troli Belanja!" Ini Bahayanya..


Belanja ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari adalah tugas umum seorang ibu. Dan bagi yang membawa anak-anak, menempatkan anak mererka di keranjang belanja, adalah cara paling nyaman dan membiarkan tangan bebas untuk mengambil apapun di rak.

Anak-anak pun nyaman dan menikmatik ketika berada di troli, mereka seperti menunggang kuda atau nyetir mobil. Tapi ada satu hal paling penting yang perlu ibu-ibu di planet ini waspada.

Bersalah? Mungkin setelah membaca ini, Anda tidak akan melakukan hal yang sama lagi. Lihat lebih dekat pada cerita ini.

Ini adalah kisah nyata seorang ibu bernama Vivianne.

Sama seperti hal biasa yang dia lakukan setiap minggu, Vivianne pergi ke toko makanan dimana dia pergi secara teratur membawa Logan, anaknya. Dia meletakkan Logan di dalam keranjang belanja dan terus membeli belanjaan. Waktu itu Logan sedang membawa mainan yang sedang dimainkannya sementara Vivianne sedang sibuk melakukan putarannya di dalam toko.

Sedangkan untuk anak-anak yang sedang bermain, Logan sengaja menggaruk gusinya dengan mainan yang dipegangnya saat berada di dalam gerobak. Butuh waktu hampir setengah jam bagi Vivianne untuk menyelesaikan belanja, lalu mereka pulang ke rumah.

BACA JUGA : Tak Punya Anak, Wanita Ini Adopsi "Monyet" Hingga Menyusuinya

Saat mereka sampai di rumah, Logan meraih botol makanannya dan tertidur pulas. Hal biasa dia lakukan. Sore harinya, sekitar jam 2 siang, Vivianne bertanya-tanya mengapa Logan belum bangun, jadi dia memeriksa anaknya dan menyadari bahwa dia demam, berkeringat tanpa henti dan sedang dalam tidur nyenyak.

Tiga puluh menit kemudian, Logan muntah begitu Vivianne membawanya ke rumah sakit. Setelah Logan diperiksa oleh dokter, diagnosis pun dilakukan dan ternyata Logan menderita empat virus yang mengancam nyawa yang diperolehnya secara positif di keranjang belanja yang terakhir digunakan.

Keempat virus yang ditemukan adalah adenovirus, rotavirus, salmonellosis dan meningitis. Mereka bahkan tidak bisa membuktikan mengapa Logan terserang penyakit itu begitu cepat?

Vivianne menjelaskan bahwa, virus yang ada di troli yang didapat anaknya didapat dari virus dari orang lain yang sedang sakit dan menggunakan gerobak yang sama dengan yang dia gunakan.

Setelahnya, Logan menderita diare parah, namun sayangnya, dia meninggal setelah dua hari. Setelah kejadian tersebut, Vivianne memulai sebuah kampanye untuk membuat ceritanya diketahui dan memperingatkan semua ibu tentang risiko menempatkan anak-anak mereka di dalam keranjang belanja.

Semoga ini menjadi pembuka mata bagi semua ibu.

Adenovirus:
Virus yang bisa menginfeksi selaput saluran pernafasan, mata, usus, saluran kencing dan sistem saraf.

Rotavirus:
Rotavirus adalah penyebab paling umum dari peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan diare berat.

Salmonellosis:
Salmonellosis adalah penyakit bakteri pada saluran usus.

Meningitis:
Meningitis adalah pembengkakan selaput. Ini memicu sakit kepala, demam dan leher kaku.

Tak Punya Anak, Wanita Ini Adopsi "Monyet" Hingga Menyusuinya



Seorang wanita India bernama Namita Das memperlakukan seekor monyet seperti anggota keluarganya sendiri. Semuanya diawali saat suami Namita menemukan seekor bayi monyet di bawah pohon di saat  badai dahsyat 4 tahun yang lalu.

Merasa kasihan pada monyet bayi, dia memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah mereka di sebuah desa. Melihat monyet itu mungkin tidak bisa bertahan jika dia tidak dapat pertolongan, Namita memberi ASI agar si monyet tetap bertahan hidup.


Setelah monyet di rumah untuk sementara waktu, Namita kemudian mengadopsi monyet itu sebagai anaknya. Dipti dan Tripiti, putri Namita, juga memperlakukan monyet itu sebagai saudara mereka. Mereka menamai monyet tersebut dengan nama Buru.

Meski, pasangan tersebut hanya mempunyai pendapatan sekitar 1.3 juta sebulan dan menghadapi masalah keuangan, mereka tetap memutuskan untuk tetap mengangkat monyet hanya karena mereka tidak memiliki anak laki-laki.

BACA JUGA : Tragedi Panggung "Jeplok", Biduan-biduan Cantik ini Kocar Kacir,, Ngakak!!

Jika Anda tidak tahu, di India, anak laki-laki dihargai lebih daripada anak perempuan. Sebenarnya, anak laki-laki mendapat hak istimewa yang tidak dimiliki anak perempuan. Meski miskin, Namita akan membeli ‘susu sapi mahal’ untuk Buru, sesuatu yang tidak bisa dinikmati putrinya.

Dia juga terus menyusui Buru, meski baru empat tahun sejak mereka menyelamatkannya. “Saya akan terus menyusui dia selama dia menginginkannya. Dia akan selalu tetap sedikit untuk saya,” kata Namita.

Walaupun Namita dengan senang hati telah menemukan “anaknya”, para tetangga tidak senang dengan ini. Mereka mengira Namita memang gila karena memperlakukan seekor monyet sebagai anak dan tentu saja lebih gila lagi untuk menyusuinya.

“Ini bukan hewan peliharaan, ini anakku,” Namita bersikeras. “Saya tidak punya anak laki-laki. Tuhan akhirnya memberiku satu. ”

Tidak ada yang bisa membawa Buru menjauh dari Namita, dia mencintai Buru dengan segenap hatinya. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain karena Buru adalah anaknya.

Tulisan Viral Wanita Cantik Manado Tolak Antar Harta, "Karena Menikah Bukan Tanggungan Orang Tua"


Sudah punya rencana untuk menikah? Jangan sampai nanti biaya nikah jadi tanggungan orang tua ya. Apalagi sampai utang sana sini buat menutupi biaya pesta semalam.

Untukmu yang hendak ataupun ingin segera menikah. Ingatlah bahwa menikah itu mudah, namun bukan berarti dirimu bisa seenaknya mengembankan semua urusan kepada kedua orang tuamu dan keluarganya. Kalian yang ingin memulai hidup baru, maka berusahalah agar kelak kalian menjadi pribadi yang siap untuk membina sebuah keluarga sendiri.

Karena menikah adalah sebagian besar impian dari pasangan yang saling jatuh cinta. Di Indonesia ada tradisi mas kawin ketika menikah, dan biasanya akan dibicarakan saat proses lamaran. Soal penentuan mas kawin ini berbeda di satu daerah dengan daerah yang lain. Ada yang berdasarkan silsilah si mempelai wanita, ada juga karena latar belakang pendidikan.

Also read : Penuh Haru! Setelah Ditolak Umrah Karena Tato, Bob Akhirnya Menginjakkan Kaki di Tanah Suci

Kisah berikut ini adalah kisah seorang wanita bernama Miracle Gotze yang sangat menginspirasi dan menjadi viral. Wanita cantik ini membagikan kisahnya di akun Facebook miliknya tentang bagaimana ia yang pacaran tergolong singkat karena hanya dua minggu, kemudian dilamar sang kekasih.

Saat proses lamaran, dia menolak tradisi 'antar harta' dari calon mertuanya yang membuat keluarga calon suami dan keluarganya kaget.

"Saya mau menikah asalkan tidak memakai adat 'antar harta'," begitu tulisnya.

Ini kisahnya lengkap yang ditulis oleh wanita pemilik nama asli Jurani Rurubua

"Kemarin saya ketemu di K8 dgn adik2 marketing saya di Bank sulut, ada banyak hal yang kami bicarakan, baik masalah trik mencapai target, masalah bisnis, maupun masalah pribadi mereka dalam kemapanan menghadapi pernikahan...

Sedikit share tentang awal pernikahan saya. Saya menikah dengan sangat kilat, bukan karena "kecelakaan" tetapi karena suami "kebelet" nikahin saya.. hahahhaha

Pacaranx hanya 2 minggu, langsung dilamar dan diakan pertemuan keluarga, dalam pertemuan saya sedikit melihat wajah mertua saya sepertix kaget! Bahkan dari mulut mertua perempuan mengucapkan kalimat "hardi, kamu pacaran sama lain, nikah nya sama lain" Maklum suami saya Mantanx banyak.

Dalam pertemuan tersebut, org tua suami saya mengatakan bahwa dalam acara "maso minta" kami akan membawa mas kawin "ANTAR HARTA" sesuai adat mereka dari minahasa, dalam pernyataan tersebut, mertua bertanya kepada org tua saya berapa banyak yg diminta, karena melalui adat biasax mereka membawa uang tunai, perhiasan, lemari, Tv, tempat tidur, dan barang2 lainnya yg dibutuhkan di dalam RT yg baru...

Mami saya baru saja mau jawab, saya sudah memotong pembicaraan dengan mengatakan bahwa saya mau menikah dengan hardi, asalkan tidak memakai adat "ANTAR HARTA"...

Perkataan saya membuat mertua saya kaget, suami saya tercengan, dan mami saya hampir memakan saya hidup2... hahahhaha

Pada saat itu saya langsung menyambung pernyataan saya kepada mertua dan orang tua saya, bahwa syarat saya menikah hanya ingin melihat orang tua saya duduk di atas Altar nikah tanpa mengeluarkan 1 sen pun...
Yang artinya biaya menikah 100% ditanggung oleh hardi & saya...

Mereka semua kaget dengan pernyataan saya, tetapi wajah papa mantu saya terlihat sangat sumringah sambil memandang saya dengan KASIH yg adalah calon menantunya saat itu. Bahkan wajah calon suami saya hardi, begitu terkejut, dan memandang saya sambil berkata, "kamu lain banget"

Akhirx dalam waktu yg singkat itu, saya dan suami mengumpulkan pundi2 tabungan kami sambil berdoa kpd Tuhan "jika kami jodoh" pasti Tuhan Buka jalan.. Dan puji Tuhan benar...

Kami berdua mampu mengumpulkan dana, sehinggah acara resepsi di nyiur melambai saat itu berjalan dengan baik, uangx dipercukup-cukupkan, dan yg paling bahagia orang tua kami berdua tidak mengeluarkan biaya apapun...


Also read : Sempat Menggerutu di Depan Ka'bah, Wanita Ini Akhirnya Mendapat Kisah Nyata Seperti Ini!

Alhasil.. dari pernikahan kami, orang tua kami berdua tidak pernah ikut campur urusan RT kami, mertua saya mencintai saya, saat ketemu selalu mencium saya, wibawa saya sebagai anak mantu ada di mata mertua...

Suami saya pun menghargai saya, dan memanjakan saya saat bertemu, karena dia tau bahwa mas kawin saya adalah penghargaan dari "HARGA DIRI" saya sebagai istri...

Tulisan ini saya buat untuk membuka paradigma anak2 muda kebanyakan, yang menganggap pernikahan adalah tanggung jawab orang tua...

Padahal Menikah adalah keinginan dan keputusan 2 org yang jatuh cinta, bukan keinginan orang tua, dan harusx tdk menjadi beban org tua..

Untuk membantu tambahan makanan mungkin wajar, tetapi untuk membiayai kebutuhan pernikahan itu tidak tercatat di Alkitab.

Yang lebih parah, saya melihat banyak anak muda, yg sudah di sekolahkan setinggi2 nya tetapi menikah masih menjadi beban org tua, Bahkan ada banyak org tua setelah anakx menikah harus mengembalikan Hutang yg dipinjam kepada org2 untuk menutupi acara pesta... terlebih yang saya lihat, Anak2 memaksakan orang tua menikah di tempat yang mewah, tanpa melihat keuangan yang ada

Saya selalu berikan motivasi kepada mitra2 saya yang masih anak2 muda, agar mereka bisa menabung untuk masa depan, dan menjadi mandiri, kumpulkan uang sendiri untuk menikah, jangan jadi beban kepada org tua, kucuplah orang tua sudah mengandung, melahirkan, membesarkan, menyekolahkan,.. tidak perlu lagi sampai menikah harus jadi tanggungan mereka..

Rambut mereka sudah terlalu putih, tulang mereka sudah sedikit keropos, kantong mata mereka sudah tebal karena airmata selama pernikahan, dompet mereka menipis karena menyekolahkan kita..
Renungkanlah itu!!!

Anak2 muda yang mau menikah, atau baru pacaran, belajarlah hidup hemat, jangan habiskan jalan2 dgn pacar di Mall, TO, atau ke tempat Clubing yg tdk ada manfaat..

Jika tujuan anda menikah, artinya itu masa depan...

Maka ka rani sarankan, jika mau menikah percukuplanlah dana yg ada, jangan memaksa menikah mewah.. karena menikah mewah atau sederhana habisnya tetap cuma 1 hari..."

Tulisan yang diunggah pada 30 Mei ini langsung menjadi viral, setidaknya tulisan ini sudah dibagikan sebanyak 1.772 kali. Netizen yang membacanya pun terinspirasi dengan tulisan tersebut.

"Menginspirasi banget, rencana nabung utk modal nikah sbg surprise bwt org tua sudah ada,, tpi, sdkit terbengkalai dgn biaya kuliah masing2 . Ke depan pasti direalisasikan. Amin," tulis seorang netizen di kolom komentar. Jadi. bagaimana menurutmu?

Sempat Menggerutu di Depan Ka'bah, Wanita Ini Akhirnya Mendapat Kisah Nyata Seperti Ini!


Kisah Nyata, Akibat Menggerutu di Depan Ka'bah Wanita Ini Menjadi Begini!

Melaksanakan rukun Islam yang ke lima merupakan cita-cita setiap umat Islam di seluruh penjuru dunia. Kenikmatan beribadah dan mengharap ridho Allah merupakan tujuan dari melaksanakan ibadah haji dan umroh. Setiap orang tentu mempunyai pengalaman dan kisah yang berbeda ketika sedang berada di Tanah Suci Makkah. Maka dari itu, kita sebai Muslim diwajibkan untuk menjaga diri dan adab ketika berada di tempat tersebut.

Artikel pilihan : Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya

Ini adalah tempat-tempat yang di muliakan Allah, dan menjadikan setiap amal perbuatan baik yang di lakukan di dalam dua kota suci tersebut akan di lipat gandakan, dan mendapat Pahala yang sangat besar. dan begitu juga menjadikan setiap perbuatan dosa dan maksiat yang di lakukan di dalam dua kota suci tersebut di lipat gandakan, Siksa'an bagi orang yang melakukan maksiat kepada Allah di dalam dua kota suci tersebut adalah sangat pedih, Barangsiapa yang memuliakan apa yang Allah muliakan maka Allah memuliakan nya.

Allah berfirman :

ومن يعظم شعائر الله فإنها من تقوى القلوب

Barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.


Seperti Hanifah (42) misalnya, wanita kelahiran Bandung yang pernah berangkat umroh di tahun 2010 ini mengaku bisa menunaikan ibadah umrah karena dibiayai anaknya.

Ia pun bercerita tentang pengalaman spiritual yang membuatnya tersadar hingga sekarang ini. Ketika umroh di hari keempat di Makkah, Hanifah bersama jamaah yang lain melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram. Karena aktifitas belanja di Tanah Suci setelah isya' malam tadi, ketika bangun tidur ia merasakan lelah yang luar biasa, berbeda seperti hari-hari sebelumnnya.

Aku sempat menggerutu ketika shalat di depan Ka'bah, enggak khusyuk. Imamnya baca suratnya panjang panjang banget, aku lupa surah apa waktu itu yang dibaca. Aku gerutu dalam hati, ini imam kok gak tau diri banget sih! Enggak ngeliat makmum pada capek,” ungkapnya.

Hingga selesai sholat subuh, ia bersama rombongan hendak pulang ke hotel tempat dia menginap di Makkah, tapi anehnya, ia tidak menemukan jalan pulang. Hatinya semakin kesal dan dongkol.

Jalan ke hotel kami lebih dekat ke pintu masuk utama, kami keliling-keliling terus enggak juga nemu jalan keluar,” tuturnya.

Ada salah seorang dari rombongannya berkata “Astagfirullah! Ini dosa apa ya Allah, sampai enggak bisa menemukan jalan pulang ke penginapan”.

Hanifah tiba-tiba nyeletuk “Mungkin ini dosa saya kali ya, tadi waktu sholat saya gerutu dan mencela imamnya.”

Satu rombongan beristighfar sampai ada nenek-nenek yang menangis karena terlalu kelelahan mencari jalan pulang menuju hotel. Mereka pun terus beristigfar memohon ampun pada Allah, hampir satu jam setelah ia dan rombongan beristighfar barulah mereka bisa menemukan jalan pulang.

Kami dapat jalan pulang di arah Shafa Marwah, padahal sebelumnya sudah kami lewati berkali-kali jalan itu. entahlah memang harus jaga lisan ketika disana.

Selain itu ia juga mendapatkan pengalaman yang penuh hikmah, selama disana banyak sekali orang yang memberikannya makanan. Sampai pernah dikejar-kejar oleh orang Arab yang hendak memberikannya makanan.


Artikel pilihan : Menunggu Malam Lailatul Qadar, Ternyata Ini Doa Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan!

Aku sempat takut tapi ketika ingat, mungkin ini balasan dari Allah. maaf bukan aku riya tapi aku memang sering memberikan makanan ke pedagang yang lewat depan rumahku, siapa aja suka aku panggil dan aku kasih makanan. Ya Alhamdulillah pas disana aku gak perlu beli makan bahkan oleh-oleh pun banyak yang kasih” ungkapnya.

Banyak hikmah yang ia rasakan setelah melaksanakan ibadah umroh, ia kini lebih berhati-hati menjaga ucapan dan menerima segala keadaan dengan penuh rasa syukur. ia mengatakan, sebelum berangkat ke Tanah Suci baiknya muhasabah diri dan banyak bertaubat serta berdoa agar dijaga hatinya oleh Allah agar khusyuk beribadah, karena jika Allah berkehendak semua mudah sekali terjadi.

Oleh karena itu, raihlah kesempatan untuk berbuat kebaikan palingkan dari hal-hal yang melenakan, Takutlah kepada Allah, Malulah kepada Allah dengan semalu-malunya, Murnikan Niatmu hanya Untuk Tuhan mu, berdoalah kepada nya di tempat-tempat yang suci, memintalah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Allah, menangislah di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala.

Berlomba-lombalah dalam kebaikan, perbanyaklah membaca Al-qur'an dan berdzikir kepada Allah serta bershalawat ke atas Junjungan Rasulullah sahllallahu alaihi wa aalihi wa sahbihi wa sallam.

Kisah Kendar, Bocah SD yang Tak Hiraukan Kekurangan, Merawat Sendiri Ayahnya yang Lumpuh


Kisah bocah bernama Kendar ini sungguh memilukan. Dia setiap hari seorang diri merawat ayahnya yang terbaring tak berdaya karena lumpuh. Bagaimana ceritanya?

Mungkin banyak bagi mereka ataupun diri kita, yang ingin membahagiakan kedua orang tua, dan jawaban yang diberikan pastinya ketika menunggu kita sukses terlebih dahulu. Padahal orang tua akan sangat bahagia meskipun kita melakukan hal kecil untuk mereka. Karena mereka akan sangat bahagia ketika tahu bahwa anak mereka bisa dibanggakan meskipun dari hal yang sepele.

Also read : Tak Punya Biaya Kontrak Rumah, Sungguh Miris! Bekas Ternak Domba pun Dijadikan Naungan

Namun, lebih dari hal sepele dan malah sangat luar biasa. Inilah kisah seorang bocah bernama Kendar yang dilansir dari laman NewsDetik, sanggup merawat ayahnya yang terkena musibah yakni lumpuh seorang diri. Tak banyak anak yang seperti itu, dan inilah kisah Kendar yang diharapkan mampu menginsipirasi kita semua.

Memang, pagi itu, Kandar terlihat sangat sabar menyuapi makan ayahnya, Rasim (42), yang terkulai lemah tak berdaya di tempat tidur kayu di rumahnya di RT 06 Dukuh Pucung, Desa Karang Bawang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Rumah mereka memang sangat sederhana, terbuat dari kayu dan anyaman bambu serta beralaskan tanah.

Setelah menyuapi ayahnya makan dengan nasi dan camilan warung ala kadarnya, Kendar pun bersiap berangkat ke sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri 1 Karang Bawang. Meski tubuhnya kecil dan masih duduk di bangku kelas IV SD, umur Kendar saat ini sudah sekitar 13 tahun.

Enam tahun sudah Kendar merawat seorang diri ayahnya yang menderita kelumpuhan. Seluruh urusan rumah tangga, mulai menyediakan makanan hingga memandikan serta mengurus keperluan sang ayah lainnya dilakukannya sendiri, yang akhirnya mengakibatkan dirinya banyak tertinggal pelajaran di sekolah.

"Sehari-hari ya mengambilkan makanan untuk Bapak, nyuapin Bapak, mandiin, nyuci pakaian, nyuci piring, merapikan rumah. Saya ikhlas ngurusin Bapak," kata Kendar, Sabtu (11/3/2017).

Memang ke mana ibunya? Menurut Kendar, ibunya, Tasmini (40), terpaksa merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai pembantu agar keluarganya tetap bisa makan. Sedangkan kakaknya, Darmanto, dimasukkan ke sebuah pesantren gratis oleh warga sekitar untuk meringankan beban keluarganya.

"Untuk kebutuhan sehari-hari, nunggu kiriman. Kalau Ibu kirim, bisa makan. Tapi, kalau belum kirim, saya utang dulu di warung," sambung anak kedua di keluarganya ini.

Kendar berharap ayahnya bisa segera sembuh dari kelumpuhan agar masa depannya tidak hilang. Dia berharap bisa terus bersekolah agar kelak bisa bekerja dan ikut menopang perekonomian keluarga.

"Harapannya, Bapak cepat sembuh biar Bapak bisa merawat aku dan kakakku lagi. Pinginnya Bapak kayak dulu lagi. Sudah lama Bapak sakit," ujarnya lirih.

Sebelum mengalami kelumpuhan, Rasim jadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai penderes nira untuk membuat gula jawa. Tapi, semenjak 2010, dirinya terkena gejala penyakit cikungunya hingga dirawat selama 1 minggu di rumah sakit.

"Berobat 1 minggu di RS tidak sembuh. Jadi pulang, sampai uang habis, tidak bisa berobat lagi," ujar Kasim. Sejak saat itulah Kendar berperan merawat dirinya, sementara istrinya merantau ke Jakarta jadi pembantu rumah tangga untuk menyambung kehidupan mereka. Karena kondisi itu, Kendar terpaksa sering izin kepada gurunya karena tidak bisa berangkat ke sekolah untuk mengurusinya.

"Saya kasihan sama Kendar. Semuanya ditangani Kendar. Jadi saya nelangsa (sedih) sekali, kepingin nangis. Soalnya, anak kecil itu belum waktunya ngurusin saya, tapi sudah bekerja berat, ngurusin saya semuanya," kata Rasim, yang tergeletak lemah sambil meneteskan air mata. Apalagi Kendar juga diduga memiliki gejala penyakit yang mirip seperti dirinya. Terbukti anak ini kesulitan beraktivitas seperti saat jongkok, kakinya tidak bisa menekuk, dan kedua tangannya tidak bisa menggenggam.

"Punya anak dua sakit semua. Yang cacat Darmanto dan Kendar, tangannya tidak bisa genggam, dua-duanya, terus kaki tidak bisa nekuk, dua-duanya sakit semua. Sakit apa saya juga tidak tahu," ucapnya.

Darsim, tetangga Rasim, mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk membantu keluarga tersebut. Hingga akhirnya istri Rasim terpaksa bekerja ke Jakarta sebagai tulang punggung keluarga.

"Bantuan untuk mengobati Rasim hingga saat ini tidak ada, paling bantuan yang sifatnya umum, seperti BLT. Akhirnya istrinya terpaksa berangkat ke Jakarta bekerja sebagai pembantu. Kalau untuk sekolah, mungkin sudah ada bantuan dari dana BOS atau apa, jadi guru-guru Kendar juga ikut bantu," ujarnya.

Wantoro, guru sekaligus wali kelas Kendar di SDN 1 Karang Bawang, mengatakan Kendar merupakan anak yang rajin dan suka membantu orang tua. Meskipun kadang sering terlambat dan tidak masuk sekolah, tapi dia selalu izin.

"Terlambat sering, karena harus merawat bapaknya, tapi dia anak yang rajin," ucapnya.

Wantoro menjelaskan Kendar juga anak yang jujur. Kendar jujur jika kakinya selalu sakit sehingga meminta izin agar tidak pakai sepatu atau sandal saat berangkat ke sekolah.


Also read : Foto Patroli Polisi Ponorogo Jadi Viral! Kuntilanak Nongkrong di Angkringan?

"Paling saat olahraga dia sering minder, mungkin karena fisiknya, ya. Untuk kedewasaan, dia lebih dewasa dibanding teman-temannya. Dia juga anak yang berani dan sopan. Pernah dia izin ke saya kalau kakinya sakit dan tidak mau pakai sepatu sama pakai sandal. Saya bilang tidak apa-apa, yang penting kamu sekolah," jelasnya.

"Beruntung juga teman-teman Kendar baik dan peduli. Tingkat sosial teman-temannya juga tinggi. Teman-temannya juga ikut membantu, misal Kendar terlihat termenung, teman-temannya pada jajan, akhirnya itu teman-temannya pada kasih dan menghibur Kendar," sambungnya.

Semoga kisah Kendar ini mampu memberikan gambaran kepada kita bahwa orang tua adalah segalanya dalam hidup kita. Kehadiran orang tua sangatlah memberi ketenangan, cinta, serta kasih sayang tersendiri yang bersemi di hati segenap insan yang berakal. Mereka biarkan kesedihan dan keletihan demi senyuman buah hatinya. Mereka curahkan segenap pengorbanan demi kebahagiaan sang buah hati. Mereka adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka adalah sekotak permata paling berharga, sekeping emas termahal yang dapat mengantarkan kita ke surga-Nya.

Memarahi Anak Itu Ada Aturannya, 2 Hal Ini Harus Anda Perhatikan!


Marah, sering kita pakai sebagai pelampiasan emosi dan tekanan perasaan. Sayangnya, kita kerap kurang kontrol ketika meluapkan kemarahan. Misalnya kepada anak. Akibatnya, anak merasa terpukul serta kecewa. Bagaimana cara yang baik memarahi anak?

Kegusaran, berang, amarah, diwujudkan melalui berbagai cara dan bentuk. Ada yang sekadar cemberut dan melakukan aksi diam. Sebagian orang melakukannya dengan suara yang tinggi sambil mencak-mencak. Ada pula yang marah sambil ringan tangan mencubit, menampar bahkan memukul orang yang menjadi sasaran amarahnya.

Bukan rahasia lagi, orangtua kerap memukul anaknya dalam melampiaskan amarahnya. Ulah sang anak yang menjengkelkan menjadi alasan mereka menampar atau memukul. Terlebih lagi bila orangtua menghadapi masalah di kantor, emosi tinggi yang muncul terkadang dilampiaskan kepada anak di rumah.

Pakar psikologi anak remaja DR. Seto Mulyadi. Mengatakan, sudah waktunya para orang tua meninggalkan metode marah primitif dalam mengungkapkan kekesalan kepada putra/putrinya. "Meski marah adalah sifat manusiawi, caranya janganlah sampai merugikan atau menyakitkan hati orang lain. Terlebih lagi sampai menghambat pertumbuhan anak-anak,"

Mereka Ibarat Kaca (Memantulkan apa saja yang ada di depannya)


Adalah manusiawi pula bila anak tidak suka ditekan atau disudutkan. Karenanya, mengungkapkan kemarahan dengan cara itu, bukan hanya tak efektif dan sampai pada sasaran, tetapi juga dapat menimbulkan sakit hati pada anak.

BACA JUGA : “Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat si Kecil Untuk Sang Bunda

"Nah, kalau hendak mengungkapkan kemarahan, sampaikanlah dengan mempergunakan dengan konsep pesan diri. Jangan sampai merusak kumunikasi. Karena, pada dasarnya anak tidak ingin divonis dan tidak dihargai.

Pesan diri yang dimaksud adalah mengungkap perasaan atau sikap yang timbul akibat perbuatan anak. Dalam hal ini orang tua menyampaikan kepada putra/putrinya bahwa mereka terganggu dengan perbuatan mereka. Dengan komunikasi yang baik, usahakan anak mengerti persoalan maupun keberatan Anda akibat perilaku mereka. Jangan lagi hanya menuduh, menjelek-jelekkan atau bahkan sampai memukul.

Dengan begitu, lanjut Seto, anak akan mengerti bahwa perilakunya telah menggusarkan dan mengecewakan orang tua. Metode seperti ini secara otomatis akan diserap dan dipraktekkan pula oleh anak kepada setiap orang yang mengganggunya, termasuk orangtua sendiri.

“Anak itu ibarat kaca. Mereka memantulkan apa yang mereka terima dan alami dari orangtuanya. Nah, bukankah lebih baik memberikan 'cahaya' yang baik dan berguna?! Bila mereka menerima bahwa marah tidak identik dengan kekerasan, nantinya mereka akan menerapkan hal tersebut dalam kehidupannya.

Peraih penghargaan The Outstanding Young Persons of the World dari Jaycess International ini memberikan tip yang baik ketika melampiaskan rasa marah. Ketika marah, ujarnya, usahakan agar emosi positif lebih besar daripada emosi negatif. Perbandingannya 75:25.

"Perkembangan emosi seseorang akan sehat bila emosi positifnya lebih besar daripada emosi negatif. Marah memang boleh dan wajar, tapi jangan hanya marah melulu. Tentunya tidak baik bila anak menerima emosi negatif terlalu banyak," papar Seto lagi.

Jangan keburu menyalahkan remaja Anda yang sering tawuran di sekolah, bila Anda sendiri sering memukulnya ketika kesal atau marah. Ketidaksenangannya akan ditampilkan dengan perilaku negatif, seperti berkelahi atau semacamnya. Hal ini bisa di pelajari dari perlakuan orangtuanya kepada dirinya.

Kepada kaum ibu, Seto menekankan pentingnya pemahaman bahwa metode pendidikan anak yang terbaik adalah pendekatan bahasa ibu. Dalam lima tahun pertama usia anak, peran ibu sangatlah besar. Dapat dibayangkan kemungkinan yang terjadi, bila pada usia itu anak sering mengalami luapan emosi negatif dari sang ibu.
Jauhi Kekerasan

Jangan Gunakan Kekerasan!


Seto juga melihat pentingnya mensimbolisasikan amarah. Artinya, marah tidak harus dengan memukul meja, membanting pintu atau semacamnya. "orangtua harus mengganti kebiasaan itu dengan sikap yang lebih tenang. Dengan diam, misalnya," katanya.

Ketika Anda berdiam kata sambil memandang anak dengan tajam, maka anak akan sadar bahwa perilakunya telah mengganggu atau membuat Anda marah. Sikap seperti ini, menurut Seto, lebih sehat, efektif dan dapat diterima.

Kalaupun hendak memberikan hukuman kepada anak, saran Seto, berikanlah hukuman yang jauh dari kekasaran. Seperti menunda hadiah yang dijanjikan pada anak, bila mereka masih berperilaku tidak sehat. Atau mengurangi/menghentikan uang jajan untuk beberapa waktu.

"Lupakanlah sikap marah yang primitif. Seperti menggebrak meja, membanting pintu hingga memukul anak. Marah jangan diidentikkan dengan kekasaran," ujar Seto lagi.

BACA JUGA : Masih Ingat Sosok Malang Ini? Hampir Setahun Berlalu, Beginilah Wajahnya Sekarang..

Sebaliknya, mulailah marah yang berbudaya, halus dan bernilai seni. Adalah suatu seni tersendiri dapat mengungkapkan amarah tanpa menyakiti hati orang lain. Kunci keberhasilan marah, menurut Seto, adalah keefektifannya. "Bila dengan berdiam diri, tanpa banyak kata, ternyata anak mau mengubah perilaku jeleknya, bukankah itu lebih baik. "Jangan sampai merusak komunikasi."

Jika orangtua sering memukul anak ketika marah, menurut Seto, itu akan mengganggu perkembangan yang sehat dari si anak. "Selain is menjadi anak yang agresif dan sering berperilaku di luar kontrol kewajaran, mereka juga menjadi pribadi yang labil. Karena itulah, kenapa harus memakai kekerasan bila kekerasan itu sendiri tidak akan pernah menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru," paparnya.

Memarahi anak secara primitif, kata Seto, berarti juga membuat anak kehilangan harga dirinya. Akibatnya, akan timbul reaksi atau pemberontakan dari sang anak. Mereka belajar memecahkan masalah dengan marah dan kekerasan, dari orangtuanya. Lalu, timbullah masalah-masalah baru dalam kehidupannya. la selalu berpikir dan bertanya-tanya, Mengapa saya susah sekali menyelesaikan suatu masalah?

Memasuki masa dewasanya nanti, pola-pola pengasuhan dengan kekerasan semakin mempengaruhi daya pikir dan sistem kerjanya. Seto mencontohkan Hitler, seorang pemimpin yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang kurang kasih sayang dan kelemahlembutan.

Memang, menurutnya, tidak selamanya anak-anak yang dibesarkan dengan kekerasan akan bermasalah. Pada suatu saat, is dapat saja sadar dan menjauh dari kekerasan. Pengalaman pribadinya dijadikan cambuk untuk tidak meneruskan penderitaan itu kepada orang lain.

Tetapi Seto mengatakan, tentunya perubahan sikap itu turut dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulan si anak. Pelajaran-pelajaran hidup yang diterima anak sangat mempengaruhinya melewati titik kehidupan tersebut. "Itulah sebabnya, orang-orang di sekitar anak, terutama orangtua, sangat berpengaruh bagi perkembangan mereka," jelasnya lagi.

Berbahayanya, bila di lingkungan luar keluarga pun ia mendapati banyaknya kekerasan dan semosional yang negatif. Anak yang tadinya berperilaku seperti cermin, dapat berubah menjadi kaca pembesar. Kaca yang dapat meneruskan panas hingga mampu membakar, akibat menerima panas pada titik yang pas. Intinya, anak kemungkinan malah melebihi kebiasaan orangtuanya dalam memandang konsep sejauh mana dan bagaimana amarah boleh diluapkan.

Meskipun marah ala primitif dihindari, namun menurut Seto, orangtua jangan pula berlagak malaikat, seolah semuanya berjalan dengan baik. "orangtua cukup berlaku wajar dan manusiawi. Jangan terlalu menerapkan harus begini, harus begitu. Bila harus marah, marahlah apa adanya. Hanya, diarahkan sebagai pesan diri," lanjutnya.

Dengan sering berdiskusi, Anda pun dapat meminta anak sebagai pengontrol emosi Anda ketika sedang marah. "Kalau perlu, minta maaf kepada anak karena Anda telah memarahinya. Putera-puteri Anda pun akhirnya dapat belajar untuk meminta maaf kepada Anda maupun orang lain.

Mungkin sulit dilakukan, sehabis marah Anda meminta maaf pada anak. "Tapi orangtua harus berani berbuat itu. Tidak ada salahnya memulai demi kebaikan bersama. Di situlah letak kemanusiawian kita," jelas Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta. Nah, kenapa tidak Anda mulai dari Sekarang.

“Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat si Kecil Untuk Sang Bunda


“Saat mendengar anak kami membacakan diarinya, aku dan suami awalnya masih bisa tertawa, namun tiba-tiba kami merasa malu”, ucap ibu ini kepada kami, setiap pulang kerja.

Dia dan suaminya selalu melihat HP mereka, melihat berita maupun Facebook, terkadang anaknya disamping  ingin ditemani membuat PR, namun tetap saja dicuekin.

“Tidak terpikirkan bahwa sikap kami dapat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak kami.”, kata ibu ini. Kelak ia kan melepaskan HPnya dan menemani anaknya.

Saat di sekolah, anak yang masih duduk dibangku SD ini mengatakan, “makan lihat HP. Aku mengerjakan PR, mereka main HP. Saat hendak tidur, masih duduk di kasur sambil main HP.” terkadang melihat kedua orangtuanya selalu main HP, dia jadi ingin buru-buru menyelesaikan PRnya dan pergi bermain juga.

“Aku rasa mama lebih mencitai HP, dan lebih perhatian pada HP.”, ucap anak SD ini. Terkadang saat ibunya bermain HP, ia berteriak berapa kali pun ibunya tak mendengar dan menjawabnya.

BACA JUGA : Masih Ingat Sosok Malang Ini? Hampir Setahun Berlalu, Beginilah Wajahnya Sekarang..

“Ya betul seperti itu, terkadang malah melihat HP didepan anak kami”, kata ibu yang lain.

Terkadang saat anak kami mengerjakan PR, ia akan duduk disamping sambil melihat HP, pikirnya yang penting tidak berisik dan mengganggu, tak disadari bahwa sikap seperti ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Lain kali pasti harus berubah, setidaknya tidak bermain HP di depan anak-anak.”, begitu kata sebagian besar orang tua.

Berikanlah Lebih Banyak Waktu Untuk Menemani Anak
Seorang ahli mengatakan bahwa diari seorang anak biasa menggambarkan banyak kondisi orang tuanya.

Saat ini banyak sekali orang tua yang saat pulang ke rumah, langsung melihat HP, bermain Facebook, browsing, nonton drama korea dan menghabiskan watunya di layar HP, jauh lebih lama daripada menemani anaknya.

Untuk orang tua, ingatlah bahwa “teladan” sangat penting. Orang tua sebagai “guru pertama” bagi anak-anak, jika selalu bermain HP, anak akan mengikuti orang tuanya, diusia kecil sudah “dikontrol oleh HP”, dapat mempengaruhi kesehatan juga.

Selain itu, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak akan kehilangan “rasa kasih sayang”, kehilangan “kekuatan kasih” dan membuat anak menjadi kesepian dan pemalu.

Sebaiknya dapat membagi waktu dan peran juga antara suami istri. Saat suami sedang sibuk bekerja dan memerlukan HP, istri harus menjaga anaknya, menemani belajar dan bermain.

Saat istri bermain HP, suami dapat membawa anaknya pergi olahraga, dll. Dan juga dapat diterapkan aturan seperti, akhir minggu tidak boleh menggunakan HP.

Beginilah isi surat anak kecil tersebut kepada orangtuanya,

“Bulan 3, tanggal 8, hari Selasa. Ini adalah hari ibu.

Hari ini aku ingin berterima kasih pada mama, setiap hari sangat sibuk dan bersusah payah.

Awalnya, aku ingin bercerita pada mama, tapi sepertinya mama tidak begitu suka mendengar cerita ku. Terus menatap HPnya.

Ini membuat aku sedih. Aku berpikir, mungkin dengan memberikan ucapan-ucapan selamat, mama akan lebih senang.

Jadi, aku mengucapkan selamat hari ibu pada mama, namun mama tetap saja melihat HPnya. Aku semakin sedih lagi. Alu berpikir, cara ini pun tak berhasil, aku coba memijat punggung mama.

Saat mulai memijat punggung, aku berusaha sekuat tenaga, tapi mama tetap saja mama melihat HPnya. Diwajahnya tak ada senyuman. Aku semakin sedih lagi, bersiap mencuci kaki mama ku.

Setelah mencuci kakinya, mama akhirnya tidak melihat HP lagi, hatiku sedikit senang. Aku berusaha mencuci sebaik mungkin.

Setelah selesai, aku berharap mendapat sedikit pujian, namun mama malah mengatakan, “hari ini cuci kakinya lumayan, disiram sedikit lagi sudah boleh.” lalu mama keluar dari kamar, sebelum menutup pintu, tidak lupa ia mengatakan, ‘jangan lupa menulis diari’.

Inilah cerita sedih ku melewati hari ibu.”

Hikmah yang dapat diambil: Jadilah orang tua yang bijak dan berikan waktu mu pada anakmu, dan bukan HP. Jangan lupa dibagikan juga pada yang lain!

Update Terbaru Wanita Ini Mohon Maaf Kepada Netizen Soal Hujatan Ke Ibu Hamil

Miris sekali dengan pemikiran mbak yang satu ini. Mungkin dia belum pernah merasakan istimewanya menjadi ibu hamil jadi bsa memiliki pemikiran seperti ini. Padahal dia perempuan ya????

*Update terbaru mbak shafira sudah minta maaf



Mulutmu adalah harimaumu.

Ungkapan itu merupakan peribahasa yang banyak dipesankan oleh para orangtua kita.

Tujuannya adalah supaya kita lebih berhati-hati lagi dengan apa yang kita ucapkan.

Peribahasa itu pada saat itu tentunya akan terus berlaku, walaupun kadang sedikit diubah kalimatnya.

Tepatnya, menjadi "jempolmu adalah harimaumu".

Artinya, apa yang kita tuliskan di sosial media, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Baru-baru ini seseorang yang memiliki akun Facebook Shafira Nabila Cahyaningtyas menghebohkan dunia maya.

Sebab, melalui akun tersebut, orang tersebut menuliskan sebuah tulisan tentang ibu hamil.

Dalam tulisan itu, dia merasa jengkel karena disuruh mengalah pada ibu hamil saat berada di KRL rute Jabodetabek.

Baca: Wanita Ini Tulis Hujatan "Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas?" Jengkel Karena Disuruh Mengalah Pada Ibu Hamil

Atas tulisannya itu, Shafira pun mendapatkan berbagai kecaman dari netizen seperti yang dikutip dari jatim.tribunnews.

Berikut ini adalah komentar dari para netizen.

@YanNie Handa Camui,"Hadeh, ibu hamil itu capek ya, bawa beban berat di perutnya, klo berdiri terus, darah numpuk di kaki, hasilnya bengkak dan itu sakit. Ayo lah, kita masih sehat, tak ada salahnya nolong dikit. Ibu yg hamil itu punya beban berat, kenapa.... mual, mau makan apa2 muntah, masih punggung sakit, pinggul sakit... selain itu dia jagain perutnya agar ga kenapa2... #saveIbu2Hamil q durung tapi q reti gimana pengorbanannya"

@Risa Eka,"Semoga mba nya ntar hamil kembar 5..aamiin"

Update terbaru mbak shafira sudah minta maaf, berikut status permintaan maafnya kepada netizen yang di unggah akun hasil screenshot Awalisa Elkana Sulpi




Maafkan Aku Suamiku.. Jika Bukan Karena HP dan Media Sosialku, Pasti Ini Semua Tidak Akan Terjadi!

Tidak bisa dipungkiri jika Hp dan media sosial sudah menjadi sebagian hidup orang di era modern ini. Selain membantu kita, media sosial juga banyak dampak negatifnya.

Tak jarang, hanya karena HP dan media sosial, sebuah rumah tangga bisa hancur, anak jadi terlantarkan, orang tua jadi malu dan masih banyak dampak lainnya. Seperti kisah berikut ini yang diambil dari berbagai sumber.



BACA JUGA: Bunda, Jangan Suka Bentak Anak ya.. Coba Cara Ini Agar Buah Hati Patuh Tanpa Harus Kena Bentak

Aku seorang perempuan berjilbab menjadi Ibu rumah tangga memiliki satu anak . Berumur 26 tahun tapi banyak orang yang bilang aku masih seperti seorang gadis.

Di sela-sela waktu kesibukanku bekerja di konveksi, aku coba buka BlackBerry baru pemberian suamiku. Tak lupa ku coba buka akun facebook . Ada rasa kangen seru-seruan dengan teman-teman SMA dulu.

Dari facebook, ku mengenal lelaki. Pemuda yang sangat sukses dalam perdagangan dan pendidikannya. Berawal dari sekadar saling like status lama kelamaan beralih saling berkirim pesan. Dalam pesan yang singkat itu kami pun saling rinci keadaan. Meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak 4 tahun, dia selalu menanggapi dengan manis .

Dari situ, kami teruskan kirim pesan dengan saling berikan pin Blackberry. Kirim foto dan berujung pada janjian adakan pertemuan.

Aku benar-benar khilaf dan terbuai suasana. Dia memang lebih ganteng dari suamiku dan tak segan-segan memberikan sepatu, seragam sekolah, seragam olah raga dan tas mahal untuk anakku. Bayangkan untuk membeli barang tsb dia rela merogoh ATM nya. Aku begitu terharu.

Itulah awal pertemuanku. Hari berikut koment-komentnya mulai sedikit genit dan nakal. Dan anehnya aku makin terhibur dengan inbox-inbox nakalnya. Mulailah setan merayapiku. Aku tak segan-segan memberi foto telanjang dada permintaannya.

Malam-malam yang ada penuh bunga-bunga bangkai bertebaran. Invite BlackBerry, Facebook dan mention twitter begitu berani, vulgar dan menantang birahi. Aku tak menyangka, meski sudah beranak satu tapi masih ada perjaka yang menyukai. Belum lagi, di profilnya dia merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di jogjakarta.

Minggu itu, di pertemuan kedua, kami sudah langsung cek-in hotel di kotaku jakarta. Sebulan dia di jakarta membuat kami sering adakan pertemuan hingga sampai pertemuan ke delapan.

Tiga bulan berlalu, aku mulai hamil. Aku merasa biasa saja, tapi kedua orang tuaku bingung dan mempermasalahka n. Pasalnya, sudah setahun suamiku kerja di pengeboran lepas pantai luar Jawa. Dan sudah barang tentu tak pernah setahun ini menyentuhku .

Aku tetap bilang pada mereka, bahwa ini adalah janin suamiku. Tapi kedua orang tuaku tetap menuduhku melakukan serong. Akhirnya, suamiku pun dituntut pulang.

Tanpa basa-basi, suamiku pun cek BlackBerry dan Facebook ku. Aku demikian bingung dan panik. Masih ada pesan-pesan nakal ku di situ. Aku menangis sejadi-jadinya. Menyembah-nyembah, bertekuk lutut di hadapan suami dan kedua orang tua kandung ku.

“Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku kehilangan anak gadis dari pada kehilangan menantu dan cucu sebaik kamu.” kata ibuku

“Dan kamu..!” ibu menudingku dengan mata berair. “Pergilah kemana kau mau, sekarang juga. Dan jangan pernah kau tampakkan wajah menjijikkanmu di hadapanku dan keluargaku.”

Aku keluar rumah dengan tangisan anakku. Bahkan untuk memelukpun aku tak diizinkan. Ku coba minta pertanggung jawaban dari lelaki itu, namun Blackberry dan facebook nya sudah tak aktif lagi. Ku beranikan diri datang ke jogja kampus dimana dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata tak menemukan nama yang ku maksud.

Aku menunjukkan foto close up wajahnya dan ternyata tiada ku temui wajah yang seperti itu. Aku pun menangis sejadi-jadinya. Kandunganku sudah hampir 6 bulan. Uang saku pun menipis. Tak tahu kemana arah diuntung. Tak tahu kemana nasib akan menuntun.

Kedua media sosial Blackberry dan Facebook sangat memporak-porandakan rumah tanggaku. Ibu-ibu, bapak-bapak dan sahabat yang baik, gunakan media sosial (dalam kasus ini Blackbery Facebook) sesuai kebutuhan kemanfaatan, bila Anda tak ada manfaaatnya demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga Anda, maka tinggalkan Facebook, chating dan invite Blackberry.

Naudzubillah.. jangan sampai rumah tangga hancur hanya karena benda kecil kotak bernama HP. Ingat, penyesalan itu datang belakangan!

Bunda, Jangan Suka Bentak Anak ya.. Coba Cara Ini Agar Buah Hati Patuh Tanpa Harus Kena Bentak

Setiap orang tua pasti punya cara tersendiri bagaimana merawat dan mendidik anak-anaknya. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang melakukannya dengan cara yang salah sehingga berdampak buruk pada si anak.



BACA JUGA: Bukannya Pembatal Atau Dilarang Saat Puasa, Tapi Ini Hukumnya Makruh. Hati-hati Dengan Nomor 2!

Seperti halnya membentak. Bunda, sebenarnya bentakan itu tidak perlu karena itu semua kita lah yang memulai dan mengajarinya. Padahal anak bisa patuh tanpa harus kena bentak. Salah satunya dengan mengikuti cara berikut ini yang dikutip dari vemale.


1. Sebut namanya dengan baik dan lembut

Pikiran anak-anak sering tidak fokus. Banyak hal yang bisa dipikirkan, mulai dari soal teman-temannya, sekolah, dan hal-hal lainnya. Untuk mendapatkan perhatian anak, sebutkan dan panggil namanya dengan nada positif dan biasa. Akan butuh waktu beberapa saat sampai Umi bisa mendapat perhatian anak sepenuhnya. Di sini Umi memang harus bisa benar-benar bersabar. Saat perhatian anak sudah Umi dapatkan, baru Umi sampaikan pesan yang ingin Umi berikan pada anak.

2. Jangan gunakan kata yang kasar

Sebisa mungkin hindari penggunaan kata jangan,tidak boleh, dan sejenisnya. Agar anak merasa percaya diri dan nyaman, Umi perlu menggunakan kata-kata yang positif. Jelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak. Misalnya, “Tolong bawa piring-piring kotor ini ke bak cucian, ya. Terima kasih.” Hindari menggunakan kata atau nama panggilan yang membuat anak tak nyaman.

3. Lakukan kontak mata

Dekati anak, usahakan posisi sejajar dengannya (Umi bisa menunduk atau berjongkok), lalu tatap matanya. Tapi jangan terlalu terlihat mengancam. Cara ini untuk memastikan Umi menaruh perhatian sepenuhnya saat berkomunikasi dengan anak. Anak-anak pun akan lebih nyaman saat orang tua yang mengajaknya bicara berada dekat dengannya.

4. Bersikap Asertif

Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Ketika Umi berkomunikasi dengan anak, Umi perlu bersikap asertif. Gunakan kalimat dan nada yang jelas, positif, dan padat. Sebagai contoh, “Setelah selesai membereskan mainan, Adik boleh nonton TV atau main di luar.” Jelaskan pada anak soal apa yang harus mereka lakukan, apa alasan mereka, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.

Satu lagi yang harus Umi perhatikan saat berkomunikasi dengan anak adalah perasaan atau mood yang sedang ia rasa. Di sini Umi memang harus lebih peka dan hati-hati. Apakah anak sedang lelah, marah, kecewa, cemas, atau mengkhawatirkan sesuatu, perhatikan raut wajahnya. Sebisa mungkin jangan menghakimi anak. Posisikan diri Umi sebagai orang tua yang akan membantu mereka mengatasi masalahnya. Sehingga komunikasi bisa lebih diterima.

Berbicara pada anak memang sangat berpengaruh terhadap mental, emosi dan sikap anak nantinya. Namun tindakan itu memerlukan teknik dan meode khsus. Semoga saja apa yang bunda lakukan akan berdampak baik bagi si buah hati..

Bukannya Pembatal Atau Dilarang Saat Puasa, Tapi Ini Hukumnya Makruh. Hati-hati Dengan Nomor 2!

Ada dua macam puasa, yaitu puasa sunnah dan juga puasa wajib. Berbeda dengan puasa wajib (Puasa Ramadhan) yang harus dilakukan setiap umat muslim, puasa sunnah boleh kita tinggalkan seperti jenisnya yakni ‘sunnah’.



BACA JUGA:  Jika Dengar Adzan Maghrib Langsung Berbuka, Artinya Anda Termasuk Orang Ini...

Saat puasa ada hal-hal yang membuat puasa kita batal, seperti makan, minum atau yang lainnya. Ada pula yang membuat pahala puasa kita hilang, seperti berbohong. Ada juga perbuatan yang dibenci oleh Allah karena berbagai macam hal, seperti 5 perbuatan ini.

1. Puasa wishol (dua hari bersambung tanpa berbuka).

2. Melakukan hubungan mesra dengan istri tanpa bersetubuh, seperti mencium, meraba, dan lain lain, karena dikhwatirkan bisa mengeluarkan air mani yang bisa membatalkan puasa, dan dikhawatirkan jatuh dalam persetubuhan yang haram untuk dilakukan, yang bisa memberatkandalam hukuman.

3. Berlebih lebihan dalam melakukan hal yang mubah, seperti mencium wangi wangian disiang hari bulan Ramadhan.

4. Mencicipi makanan, karena dikhawatirkan bisa tertelan dan bisa tercampur ludah yang kemudian tertelan.

5. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air dengan hidung) secara berlebihan, karena dikhwatirkan bisa tertelan yang mengakibatkan puasanya menjadi batal.

Oleh karena itu, lebih baik kita meninggalkan 5 perbuatan diatas, agar puasa kita lebih barokah dan diterima oleh Allah SWT.

Tubuh Khairul Seolah Tinggal Tulang dan Kulit, Alasannya Gara-gara Minum 'Racun' Ini...

Soda memang sangat segar bila diminum selagi dingin. Namun siapa sangka jika kenikmatan itu tidaklah sebanding dnegan apa yang kita dapatkan. Dampak buruk yang terjadi bisa sangat fatal, contohnya aktris Yana Zein yang meninggal akibat kanker, diduga karena dipicu kebiasaannya minum soda.



BACA JUGA: "Think Before You Drink!" Ngeri Sendiri Lihat Kandungan Gula Dalam Sebungkus Minuman Ini..

Dikutip dari dream, rupanya bukan hanya Yana lah satu-satunya korban, seorang pria asal Malaysia bernama Khairul Helmi juga salah satunya. Pria tersebut sebelumnya memiliki berat badan mencapai 100kg, tapi pada 2012 lalu hidupnya berubah seketika karena diabetes kronis yang dideritanya.

Posturnya yang gemuk, lama-kelamaan menyusut, tinggal tulang dan kulit saja. Rupanya, penyakit itu merupakan akibat dari kebiasaan lamanya yang gemar sekali mengonsumsi minuman berkarbonat.





Kandungan pemanis buatan yang tinggi pada minuman soda akan membuat kadar gula darah meningkat. Ini mempengaruhi perkembangan resistensi insulin. Akibat penyakit kronis itu, saat ini Helmi kehilangan pekerjaan. Bahkan hanya untuk berjalan pun ia harus dipapah. Kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya.

Wanita Ini Tulis Hujatan "Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas?" Jengkel Karena Disuruh Mengalah Pada Ibu Hamil

Miris sekali dengan pemikiran mbak yang satu ini. Mungkin dia belum pernah merasakan istimewanya menjadi ibu hamil jadi bsa memiliki pemikiran seperti ini. Padahal dia perempuan ya????



Mulutmu adalah harimaumu.

Ungkapan itu merupakan peribahasa yang banyak dipesankan oleh para orangtua kita.

Tujuannya adalah supaya kita lebih berhati-hati lagi dengan apa yang kita ucapkan.

Peribahasa itu pada saat itu tentunya akan terus berlaku, walaupun kadang sedikit diubah kalimatnya.

Tepatnya, menjadi "jempolmu adalah harimaumu".

Artinya, apa yang kita tuliskan di sosial media, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Baru-baru ini seseorang yang memiliki akun Facebook Shafira Nabila Cahyaningtyas menghebohkan dunia maya.

Sebab, melalui akun tersebut, orang tersebut menuliskan sebuah tulisan tentang ibu hamil.

Dalam tulisan itu, dia merasa jengkel karena disuruh mengalah pada ibu hamil saat berada di KRL rute Jabodetabek.

Shafira menuliskan, saat itu dia bersama temannya naik KRL dari Bogor dengan tujuan Stasiun Tanah Abang.

Shafira naik pada pukul 07.05 WIB di gerbong khusus perempuan.

Saat berada di KRL, Shafira memang berencana untuk tidur.

"Gue duduk nih jejeran sama temen gue, niatnya mau tidur sampek stasiun tujuan akhir. Gue emang uda terbiasa tidur di krl. Krl udah kayak rumah kedua buat gue,"tulis Shafira dalam statusnya itu.

Namun, niat itu harus diurungkan oleh Shafira.

Sebab, saat tiba di Stasiun Citayam, Shafira tiba-tiba dibangunkan oleh satpam.

Dia diminta berdiri dan berpindah ke tempat duduk lainnya.

Sebab, saat itu memang ada ibu-ibu hamil yang membutuhkan tempat duduk.

Shafira pun berpindah tempat.

Meski demikian, Shafira rupanya merasa keberatan dengan hal itu.

Sebab, meski telah berpindah, tapi Shafira menuliskan dalam statusnya sebenarnya dia merasa jengkel atas sikap satpam tersebut.

"Jujur jadi pusing nggak ketulungan dan sampek sekarang masih pusing. Pusing ditambah kesel dan pengen mengumpat si satpam dan ibu hamil,"tulis Shafira seperti yang dikutip dari jatim.tribunnews.com.

Tidak hanya itu, Shafira juga menuliskan dirinya semakin tidak merasa hormat dengan para ibu hamil.

"Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas? Semakin lama gue semakin gak respeck sama ibu2 hamil. bener2 uda yang semuak itu!" tambah Shafira dalam tulisannya.

Belakangan, tulisan itu sudah tidak ada lagi dalam beranda Facebook milik Shafira.



Meski demikian, akun Facebook Awalisan Elkana Sulpi sudah meng-capture tulisan itu, dan membagikannya.

Atas tulisannya itu, Shafira pun mendapatkan berbagai kecaman dari netizen.

Berikut ini adalah komentar dari para netizen.

@Tika Lotus,"wah mbakny kurang aqua. sok yen mbobot ben isine kembar 7"

@YanNie Handa Camui,"Hadeh, ibu hamil itu capek ya, bawa beban berat di perutnya, klo berdiri terus, darah numpuk di kaki, hasilnya bengkak dan itu sakit. Ayo lah, kita masih sehat, tak ada salahnya nolong dikit. Ibu yg hamil itu punya beban berat, kenapa.... mual, mau makan apa2 muntah, masih punggung sakit, pinggul sakit... selain itu dia jagain perutnya agar ga kenapa2... #saveIbu2Hamil q durung tapi q reti gimana pengorbanannya"

@Risa Eka,"Semoga mba nya ntar hamil kembar 5..aamiin"

BACA JUGA: Diantara Tanda Orang Yg Meninggal Khusnul Khotimah Itu Salah Satunya Dari 10 Hal Ini No 1 Sepele Tapi Paling Susah



Tapi, beberapa jam setelah mencurahkan isi hatinya karena tak setuju mendahulukan ibu hamil di KRL, Dia akhirnya meminta maaf. Apa isi permintaan maafnya? Silahkan baca DI SINI.

Menunggu Malam Lailatul Qadar, Ternyata Ini Doa Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan!


Ternyata ada doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Apa doanya?

Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

Ulasan terkait : Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Maka dari itulah seluruh keutamaan di bulan suci Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar. Di malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan itu selalu menjadi dambaan setiap Muslim. Faktanya, tak ada manusia yang mengetahui tentang tepatnya kapan malam Lailatul Qadar. Namun banyak sumber yang mengatakan bahwa saat Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir du bulan Ramadhan.

Terdapat doa yang pernah Rasulullah saat datangnya malam Lailatul Qadar. Inilah doa Rasulullah saat Lailatul Qadar berdasarkan riwayat hadits berikut ini.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul ﷺ, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi).


Ulasan terkait : "Karena Ibuku Tak Sempurna, dan Aku yang Mencintainya, Maka Izinkan Aku untuk Membahagiakannya"

Maksud dari “innaka ‘afuwwun” adalah yang banyak memberi maaf. Demikian kata penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi.

Para ulama menyimpulkan dari hadits di atas tentang anjuran memperbanyak do’a “Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat lailatul qadar. Do’a di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat. Do’a tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.

Al Baihaqi rahimahullah berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot).

Berdasarkan hadits dan penjelasan tersebut mengungkapkan bahwa hendaknya seorang hamba memperbanyak istighfar dan taubatnya di setiap waktu, terlebih di sepuluh hari bulan Ramadhan.

Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya


"Saya sudah rajin shalat, pasti masuk surga bukan?" Percayalah bahwa meskipun shalatmu tak pernah putus. Jikalau Allah SWT tak memberikan rahmat-Nya. Bagaimana nasibnya shalat itu?

Saudaraku sekalian, masuk syurga sebenarnya adalah dengan rahmat Allah. Sesungguhnya seorang manusia dapat masuk syurga yaitu semata-mata dengan rahmat Allah.

Artikel pilihan : "Karena Ibuku Tak Sempurna, dan Aku yang Mencintainya, Maka Izinkan Aku untuk Membahagiakannya"

Kita esok ingin masuk syurga, karena rahmat Allah kepada kita, kerana kasihan Allah kepada kita, bukan karena amalan kita. Manusia esok jikalau ingin masuk syurga, bukan karena amalan dia, bukan karena dia rajin shalat sunnah, bukan karena dia rajin puasa sunnah, bukan karena dia rajin pergi umrah, bukan karena dia pergi menunaikan haji sebanyak 3 kali, bukan karena dia banyak sedekah.

Tetapi dia dapat masuk syurga karena rahmat Allah. Karena Allah kasihan kepada kita. Allah mau kasihan kepada kita, Allah akan melihat amalan yang telah kita buat. Perlu diingat saudaraku sekalian, amalan yang kita buat, tidak semestinya menjadi patokan kita akan masuk ke dalam syurga Allah.

Maka tidaklah boleh kita mengatakan bahwa manusia dapat masuk syurga semata-mata hanya karena ibadah yang telah kita perbuat selama ini saja. Misalnya saja " Gimana aku nanti nggak masuk surga kalau shalatku tak pernah absen".

Sungguhlah tidak boleh berkata seperti itu, sebab, masuk syurga bukan karena sembahyang tersebut, tetapi karena, rahmat daripada Allah. Maka i’tikad (keyakinan dan kepercayaan) yang demikian itu adalah i’tikad yang tidak sebenarnya.

Siapa yang berkata bahwa dia berbuat amal, maka dia boleh masuk syurga, itu i’tikad yang tidak betul. Dia masuk syurga, karena rahmat Allah, karena Allah kasihan kepada kita.

Karena adalah kita manusia, hamba Allah. Takkanlah hambanya, maka tetaplah duduk di bawah naungan limpah rahmat-Nya. Kita sebagai hamba, mengharapkan belas kasihan tuan. Sebagai hamba, kita harap Allah kasihan kepada kita. Hanya itu saja.

Dan sekiranya seseorang yang mengerjakan apa yang disuruhnya itu, maka dimasukkan ia kedalam neraka, maka tidak boleh seseorang itu berkata, mengapa? Kalau seseorang itu sembahyang, tiba-tiba dia masuk neraka, dia tidak boleh kata pada Allah,

Mengapa saya bisa masuk neraka, padahal saya rajin shalat?” Saudaraku sekalian perlu ingat, dalam Al-Quran Allah Taala ada berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

Maka celakalah orang yang shalat” (QS. Al-Maun : 4)


Artikel pilihan : TES: Apakah Istri Anda Sudah Bahagia? Penting Dibaca! Ikuti Cara Ini untuk Mengetahuinya

Orang yang sembahyang yang seperti apa? Ayat yang seterusnya sudah menceritakan sebab-sebab kenapa orang-orang yang sembahyang, tiba-tiba ALLAH Taala letakkan dia kedalam neraka.

Maknanya, ada orang yang sembahyang, tapi tetap saja bisa masuk neraka. Karena memang sembahyang yang dia buat itu tidak menepati sembahyang yang dikehendaki oleh Allah. Maknanya, amal ibadah yang kita buat, belum menjamin tempat kita dalam syurga. Amal ibadah yang kita buat ini hanya dijadikan sebab musabab untuk Allah memberi rahmat kepada kita. Rahmat Allah menempatkan kita kedalam syurga Allah.

Karena hambanya, dan miliknya, maka ikut suka tuannya. Oleh kerana kita hamba Allah, ikut suka Allah, Dia teringin berbuat apa kepada kita, kita tidak boleh mengumpat tindakan Allah.

Allah sudah berjanji, siapa yang berbuat baik, maka dia akan balas baik. Dan Allah tidak mungkin mengingkari janji. Mana-mana orang yang berbuat baik, Allah akan bagi balasan baik kepada kita. Itulah janji Allah Ta’ala kepada semua hamba-Nya. Wallahu a'lam.

Tak Punya Biaya Kontrak Rumah, Sungguh Miris! Bekas Ternak Domba pun Dijadikan Naungan


Sungguh tragis, bekas peternakan domba dijadikan rumah oleh pasangan ini karena memang biaya kontrak rumah yang teramat mahal.

Jika berbicara apa saja kebutuhan pokok manusia, yang terjadi adalah 3 kebutuhan dari sandang, pangan, dan papan sangat penting bagi kehidupan manusia agar mampu bertahan. Sandang atau pakaian yang digunakan untuk menutupi aurat serta menjadi salah satu adab sosial setiap orang. Pangan atau makanan dimana tak usah dijelaskan lagi memang sangat butuh untuk memberikan energi kepada manusia.

Also read : Foto Patroli Polisi Ponorogo Jadi Viral! Kuntilanak Nongkrong di Angkringan?

Sedangkan papan, meskipun sangat penting bagi setiap orang. Akan tetapi wujudnya masih dikeluhkan karena memang tak semudah mendapatkan kedua bahan pokok sebelumnya tadi. Rumah semakin lama akan semakin mahal. Terbukti banyak orang yang masih tinggal serumah dengan keluarga mereka meskipun telah memulai kehidupan yang baru.

Akan tetapi, hal yang sangat menyedihkan perihal rumah juga terjadi kepada pasangan ini memilih untuk tidur di bekar peternakan domba, dikarenakan biaya kontrak rumah yang semakin lama cukup melejit.

Kisah hidup memilukan dialami salah satu keluarga di Cibiru, Kota Bandung. Keluarga tersebut tinggal di sebuah rumah yang berada di area bekas peternakan domba milik Pemerintah Kota Bandung. Rumah bilik berukuran 2×3 meter yang bersebelahan dengan kadang domba itu ditempati oleh keluarga Odang Tahyu (42), warga Kampung Sekehonje 01/06, Kelurahan Ciaurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Di rumah bekas area peternakan tersebut, Odang tinggal bersama isteri Nunung Kurniasih (47) dan dua anaknya Deri Tahli (16), Yogi Saputra (10). Karena tidak mampu untuk mengontrak rumah, selama empat tahun mereka tinggal disitu.

Also read : Pesepakbola Muslim Ini Wafat, Merinding Karena Pesan Terakhirnya Lebih Memilih Sukses di Surga!

Sebelumnya kami ngontrak rumah di RW 08 (kampung sebelah) tapi karena kontrakannya dijual pemiliknya kami harus mencari kontrakan lagi, karena tidak punya biaya dan biaya kontrakan mahal kami tinggal sementara di sini ditawari oleh sodara,” kata Nunung seperti diberitakan detikcom, Minggu (11/6/17).

Nunung menuturkan, keluarganya hanya mampu membayar kontrakan rumah seharga Rp 100 ribu per bulan. Sedangkan kini harga rumah kontrakan yang ada di daerahnya harga per bulannya mencapai Rp 500 ribu. “Paling murah juga Rp 400 ribu,” ungkap Nunung.

Nunung berprofesi sebagai buruh pembersih botol bekas dengan penghasilan Rp 40 ribu per minggunya, sedangkan suamimya Odang berprofesi sebagai caddy mancing dengan penghasilan tidak menentu. “Dari penghasilan segitu itu, saya tidak mampu untuk mengontrak rumah,” tambah Nunung.

"Karena Ibuku Tak Sempurna, dan Aku yang Mencintainya, Maka Izinkan Aku untuk Membahagiakannya"


Ketika ada pertanyaan “Maukah membahagiakan orangtua?” apa jawaban kita? Ya? Tidak? atau pikir-pikir dulu?

Membahagiakan orangtua sudah menjadi impian semua orang. Jadi, pertanyaannya bukan lagi “Maukah membahagiakan  orangtua?” tapi “Bagaimana cara membahagiakan orangtua?”.

Ulasan terkait : TES: Apakah Istri Anda Sudah Bahagia? Penting Dibaca! Ikuti Cara Ini untuk Mengetahuinya

Tuhan, aku mencintai ibuku, maka bila aku memang boleh menyayangi dan membahagiakannya, berilah aku kemampuan untuk menyayangi dan membahagiakannya. Bila kecukupan harta bisa membantuku membahagiakannya, sesungguhnya bukan harta yang kuminta. Tetapi, bila cara itu memang bekerja, apa boleh buat, kenapa tidak jika memang harus menjadi orang yang kaya raya?

Tak ada yang mustahil bagi-Mu. Sungguh, sebenarnya bukan kekayaan yang kuinginkan, tetapi bila itu bisa menjadi sebab bagi terwujudnya sesuatu yang kuharapkan, dan Kau mengizinkannya, aku sesungguhnya hanyalah manusia biasa yang tak akan sanggup menolak apapun kehendak-Mu.” (Fahd Pahdepie dalam Rumah Tangga hlm. 113)

Lantas, bagaimana kabar ibumu? Apakah ia baik-baik saja sekarang? Masih sehat kah ia? Masih dapatkah kamu melihat senyumannya dan mencium tangannya? Selama kamu masih bisa menatap matanya, berusahalah untuk membahagiakannya.

Atau mungkin ia sudah berpulang? Melanjutkan perjalanan dengan kembali ke pangkuan-Nya? Meski saat ini hanya doa yang bisa menghubungkanmu dengan wanita yang paling berjasa dalam hidupmu, yakinlah ia akan ikut tersenyum saat melihatmu tersenyum.

Mungkin ibu kita bukan yang paling sempurna. Ia mungkin pernah berbuat kesalahan. Atau mungkin ia pernah melakukan sesuatu yang membuatmu malu. Bisa juga dia pernah jadi orang yang tak pernah mengerti dirimu. Tapi di salah satu sudut hati kita yang terdalam, pastilah kita ingin membahagiakannya meski hanya sekali dalam hidup.

My mother was the most beautiful woman I ever saw. All I am I owe to my mother. I attribute my success in life to the moral, intellectual and physical education I received from her.” ― George Washington


Ulasan terkait : Inilah Surat Untukmu, yang Kelak Akan Menyampaikan Janji Kepada Ayahku

Setiap larik doanya selalu bisa menguatkan dirimu. Saat ada masalah atau mengalami problematika berat dalam hidup, kadang tanpa kamu sadari kamu merasa kuat dan bisa menghadapi segalanya dengan mudah. Mungkin itu juga berkat doa-doa ibumu. Dalam diamnya, dalam sunyinya malam, bisa saja ia diam-diam menghembuskan doa-doa terindah untuk membuatmu selalu selamat dan aman di mana pun kamu berada.

Semoga kita di sisa usia kita bisa selalu membahagiakan ibu kita, ya. Mungkin kita bukan anak yang terbaik untuk ibu. Atau mungkin kita menjadi seseorang yang jauh dari harapan ibu kita sendiri. Tapi kita selalu bisa dan punya pilihan untuk membuat ia tersenyum setidaknya sekali dalam hidup, kan?

Membahagiakan mereka dengan do’a selepas sholat fardu, disela-sela sholat malam kita, disela-sela kesibukan pekerjaan dan bisnis kita. Jangan lupa bersikap baik pada mereka, merendahkan suara ketika berbicara dengan mereka. Apapun yang membuat mereka nyaman, bantu pekerjaan mereka semampu kita. Ringankan beban mereka.

Bagaimana definisi membahagiakan orang tua khususnya seorang ibu menurutmu?.

TES: Apakah Istri Anda Sudah Bahagia? Penting Dibaca! Ikuti Cara Ini untuk Mengetahuinya


Istri saya mungkin sudah cukup bahagia toh sudah saya beri uang bulanan dan uang belanja cukup. Lantas, apa benar memang sudah bahagia?

Berumah tangga, ibarat menumpang kapal di samudera luas. Terkadang tenang tanpa gelombang, sesekali berguncang diterjang ombak dan badai. Agar kehidupan sebuah keluarga langgeng, maka suami dan istri harus berperilaku sesuai adab Islami dalam perkawinan. Para suami sangat perlu memastikan kebahagiaan istrinya, sebab istri yang bahagia adalah awal bagi keharmonisan rumah tangga.

Artikel pilihan : Ini Dampak Mengerikan Jika Ibu Selalu Memarahi Anak, Awas Bisa Jadi Begini!

Anak-anak pun akan merasakan dampaknya, ketika kedua orangtuanya bahagia, dengan sendirinya anak-anak akan tumbuh dan berkembang dalam situasi keluarga yang penuh kehangatan. Mengingat betapa pentingnya istri yang bahagia, berikut adalah 10 tanda yang perlu dipahami oleh para suami untuk mengetahui apakah istri-istri mereka sedang bahagia atau tidak? Yuk, coba dites apakah istri Anda sudah cukup bahagia dalam rumah tangganya?


Perhatikan kegiatan sehari-hari istri Anda dari mulai bangun pagi hingga akan beranjak tidur. Istri yang bahagia biasanya akan penuh dengan semangat. Istri Anda juga akan jarang 'merepotkan' Anda, tapi ia akan berusaha untuk bisa mandiri dan memastikan semua kebutuhan keluarga terpenuhi.


Logikanya ketika seseorang sedang bahagia mustahil ia akan marah-marah tanpa ada alasan yang jelas. Istri yang bahagia akan mampu mengendalikan emosinya, ia sadar bahwa kemarahan tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, tapi justru akan semakin memperkeruhnya.


Kondisi kejiwaan seseorang umumnya dipengaruhi oleh berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya. Oleh karena itu, ketika seorang istri sedang bahagia dengan sendirinya stres akan pergi menjauh.


Istri yang bahagia umumnya akan sangat peduli dengan penampilan dan kondisi kesehatan tubuhnya. Untuk itu, ia akan menjaga dengan sebaik mungkin dengan cara mengonsumsi makanan sehat, olahraga dan istirahat yang cukup.


Perhatikan bagaimana cara istri Anda tersenyum ketika Anda goda, sebab senyuman yang ceria dan tulus tidak akan pernah bisa dilakukan oleh seseorang yang suasana hatinya sedang tidak bahagia.


Gairah seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh suasana hatinya. Maka dari itu, ketika seorang istri sedang bahagia dengan sendirinya gairah seksualnya akan tetap terjaga.


Perhatikan bagaimana cara istri Anda mengurus rumah tangga atau ketika ia sedang bertemu dengan orang lain. Istri yang bahagia umumnya akan sangat perhatian dan tidak mengalami kesulitan ketika berinteraksi dengan orang lain.

Artikel pilihan : Daripada Ragu, Ternyata Ini 5 Tanda yang Nyata Jika Dia Siap Mempersuntingmu!


Ketika kebutuhan lahir maupun batin istri tercukupi pasti ia akan merasa sangat bahagia dan nyaman. Oleh karena itu, ketika melihat ada orang lain sedang mengalami kesulitan, maka dengan sendirinya rasa iba dan keinginan untuk membantu akan muncul dari dalam hatinya.


Istri yang bahagia akan sangat peduli dengan penampilannya, baginya penampilan yang selalu terjaga adalah bentuk untuk menghargai diri sendiri, keluarga, terlebih menghargai suaminya.


Terakhir, istri yang bahagia akan penuh dengan ucapan syukur. Mungkin baginya keadaan ekonomi bukanlah satu-satunya faktor pendukung kebahagiaan, tetapi melihat suami yang setia, anak-anak tumbuh sehat dan penurut, rumah tangga bahagia, dan sebagainya. Baginya itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia

Bagaimana menurutmu?