Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Tulisan Viral Wanita Cantik Manado Tolak Antar Harta, "Karena Menikah Bukan Tanggungan Orang Tua"


Sudah punya rencana untuk menikah? Jangan sampai nanti biaya nikah jadi tanggungan orang tua ya. Apalagi sampai utang sana sini buat menutupi biaya pesta semalam.

Untukmu yang hendak ataupun ingin segera menikah. Ingatlah bahwa menikah itu mudah, namun bukan berarti dirimu bisa seenaknya mengembankan semua urusan kepada kedua orang tuamu dan keluarganya. Kalian yang ingin memulai hidup baru, maka berusahalah agar kelak kalian menjadi pribadi yang siap untuk membina sebuah keluarga sendiri.

Karena menikah adalah sebagian besar impian dari pasangan yang saling jatuh cinta. Di Indonesia ada tradisi mas kawin ketika menikah, dan biasanya akan dibicarakan saat proses lamaran. Soal penentuan mas kawin ini berbeda di satu daerah dengan daerah yang lain. Ada yang berdasarkan silsilah si mempelai wanita, ada juga karena latar belakang pendidikan.

Also read : Penuh Haru! Setelah Ditolak Umrah Karena Tato, Bob Akhirnya Menginjakkan Kaki di Tanah Suci

Kisah berikut ini adalah kisah seorang wanita bernama Miracle Gotze yang sangat menginspirasi dan menjadi viral. Wanita cantik ini membagikan kisahnya di akun Facebook miliknya tentang bagaimana ia yang pacaran tergolong singkat karena hanya dua minggu, kemudian dilamar sang kekasih.

Saat proses lamaran, dia menolak tradisi 'antar harta' dari calon mertuanya yang membuat keluarga calon suami dan keluarganya kaget.

"Saya mau menikah asalkan tidak memakai adat 'antar harta'," begitu tulisnya.

Ini kisahnya lengkap yang ditulis oleh wanita pemilik nama asli Jurani Rurubua

"Kemarin saya ketemu di K8 dgn adik2 marketing saya di Bank sulut, ada banyak hal yang kami bicarakan, baik masalah trik mencapai target, masalah bisnis, maupun masalah pribadi mereka dalam kemapanan menghadapi pernikahan...

Sedikit share tentang awal pernikahan saya. Saya menikah dengan sangat kilat, bukan karena "kecelakaan" tetapi karena suami "kebelet" nikahin saya.. hahahhaha

Pacaranx hanya 2 minggu, langsung dilamar dan diakan pertemuan keluarga, dalam pertemuan saya sedikit melihat wajah mertua saya sepertix kaget! Bahkan dari mulut mertua perempuan mengucapkan kalimat "hardi, kamu pacaran sama lain, nikah nya sama lain" Maklum suami saya Mantanx banyak.

Dalam pertemuan tersebut, org tua suami saya mengatakan bahwa dalam acara "maso minta" kami akan membawa mas kawin "ANTAR HARTA" sesuai adat mereka dari minahasa, dalam pernyataan tersebut, mertua bertanya kepada org tua saya berapa banyak yg diminta, karena melalui adat biasax mereka membawa uang tunai, perhiasan, lemari, Tv, tempat tidur, dan barang2 lainnya yg dibutuhkan di dalam RT yg baru...

Mami saya baru saja mau jawab, saya sudah memotong pembicaraan dengan mengatakan bahwa saya mau menikah dengan hardi, asalkan tidak memakai adat "ANTAR HARTA"...

Perkataan saya membuat mertua saya kaget, suami saya tercengan, dan mami saya hampir memakan saya hidup2... hahahhaha

Pada saat itu saya langsung menyambung pernyataan saya kepada mertua dan orang tua saya, bahwa syarat saya menikah hanya ingin melihat orang tua saya duduk di atas Altar nikah tanpa mengeluarkan 1 sen pun...
Yang artinya biaya menikah 100% ditanggung oleh hardi & saya...

Mereka semua kaget dengan pernyataan saya, tetapi wajah papa mantu saya terlihat sangat sumringah sambil memandang saya dengan KASIH yg adalah calon menantunya saat itu. Bahkan wajah calon suami saya hardi, begitu terkejut, dan memandang saya sambil berkata, "kamu lain banget"

Akhirx dalam waktu yg singkat itu, saya dan suami mengumpulkan pundi2 tabungan kami sambil berdoa kpd Tuhan "jika kami jodoh" pasti Tuhan Buka jalan.. Dan puji Tuhan benar...

Kami berdua mampu mengumpulkan dana, sehinggah acara resepsi di nyiur melambai saat itu berjalan dengan baik, uangx dipercukup-cukupkan, dan yg paling bahagia orang tua kami berdua tidak mengeluarkan biaya apapun...


Also read : Sempat Menggerutu di Depan Ka'bah, Wanita Ini Akhirnya Mendapat Kisah Nyata Seperti Ini!

Alhasil.. dari pernikahan kami, orang tua kami berdua tidak pernah ikut campur urusan RT kami, mertua saya mencintai saya, saat ketemu selalu mencium saya, wibawa saya sebagai anak mantu ada di mata mertua...

Suami saya pun menghargai saya, dan memanjakan saya saat bertemu, karena dia tau bahwa mas kawin saya adalah penghargaan dari "HARGA DIRI" saya sebagai istri...

Tulisan ini saya buat untuk membuka paradigma anak2 muda kebanyakan, yang menganggap pernikahan adalah tanggung jawab orang tua...

Padahal Menikah adalah keinginan dan keputusan 2 org yang jatuh cinta, bukan keinginan orang tua, dan harusx tdk menjadi beban org tua..

Untuk membantu tambahan makanan mungkin wajar, tetapi untuk membiayai kebutuhan pernikahan itu tidak tercatat di Alkitab.

Yang lebih parah, saya melihat banyak anak muda, yg sudah di sekolahkan setinggi2 nya tetapi menikah masih menjadi beban org tua, Bahkan ada banyak org tua setelah anakx menikah harus mengembalikan Hutang yg dipinjam kepada org2 untuk menutupi acara pesta... terlebih yang saya lihat, Anak2 memaksakan orang tua menikah di tempat yang mewah, tanpa melihat keuangan yang ada

Saya selalu berikan motivasi kepada mitra2 saya yang masih anak2 muda, agar mereka bisa menabung untuk masa depan, dan menjadi mandiri, kumpulkan uang sendiri untuk menikah, jangan jadi beban kepada org tua, kucuplah orang tua sudah mengandung, melahirkan, membesarkan, menyekolahkan,.. tidak perlu lagi sampai menikah harus jadi tanggungan mereka..

Rambut mereka sudah terlalu putih, tulang mereka sudah sedikit keropos, kantong mata mereka sudah tebal karena airmata selama pernikahan, dompet mereka menipis karena menyekolahkan kita..
Renungkanlah itu!!!

Anak2 muda yang mau menikah, atau baru pacaran, belajarlah hidup hemat, jangan habiskan jalan2 dgn pacar di Mall, TO, atau ke tempat Clubing yg tdk ada manfaat..

Jika tujuan anda menikah, artinya itu masa depan...

Maka ka rani sarankan, jika mau menikah percukuplanlah dana yg ada, jangan memaksa menikah mewah.. karena menikah mewah atau sederhana habisnya tetap cuma 1 hari..."

Tulisan yang diunggah pada 30 Mei ini langsung menjadi viral, setidaknya tulisan ini sudah dibagikan sebanyak 1.772 kali. Netizen yang membacanya pun terinspirasi dengan tulisan tersebut.

"Menginspirasi banget, rencana nabung utk modal nikah sbg surprise bwt org tua sudah ada,, tpi, sdkit terbengkalai dgn biaya kuliah masing2 . Ke depan pasti direalisasikan. Amin," tulis seorang netizen di kolom komentar. Jadi. bagaimana menurutmu?

Penuh Haru! Setelah Ditolak Umrah Karena Tato, Bob Akhirnya Menginjakkan Kaki di Tanah Suci


Kisah Pilu Bob yang Banyak Ditolak Agen Umrah, Sekarang Sudah Berada di Tanah Suci!

Sebenarnya perempuan ataupun laki-laki sangat dilarang untuk menggunakan tato, dalam sebuah hadis tentang hukum tato memang menggunakan kata perempuan karena ya, pada jaman dahulu lebih banyak perempuan yang menggunakan tato dibanding laki-laki, karena itulah dalam hadis disebutkan perempuan, tetapi sebenarnya laki-laki ataupun perempuan semua nya diharamkan menggunakan tato.

Ulasan terkait : Sempat Menggerutu di Depan Ka'bah, Wanita Ini Akhirnya Mendapat Kisah Nyata Seperti Ini!

Dari Alqomah, dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan:

Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, begitu juga dengan wanita yang merenggangkan giginya demi sebuah kecantikan. Mereka lah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah" (HR Bukhari no 4604 dan Muslim no 5695)

Dosa tersebut tidak hanya didapatkan oleh tukang tato saja, tetapi juga orang yang di tato, karena itulah hindarilah yang namanya tato.

Mungkin karena hal ini pulalah sehingga banyak orang yang mempunyai jasa untuk membantu orang beribadah sangat takut ketika ada orang yang mempunyai tato ingin menjalankan ibadah, salah satunya adalah untuk pergi berhaji dan umrah ke tanah suci.

Benar adanya apabila tato sangat dimurkai oleh Allah SWT dan jangan sampai kita umat Islam menorehkannya kepada diri kita. Akan tetapi, bukan berarti orang yang hendak beribadah dan bertaubat tetap tak boleh melakukannya. Karena semua ridha hanya ada pada kekuasaan Allah SWT, dan kita sebagai manusia hanya bisa berharap rahmat dari-Nya saja. Siapa yang bisa mengelak kalau sudah Allah menentukan kehedaknya terhadap makhluk ciptaannya. Ia adalah Zat yang maha besar, maha pencipta dan penguasa seluruh alam semesta.

Kisah berikut ini mungkin salah satu bentuk kehendak Allah. Kisah Bob Sick, seorang pria yang tubuhnya dipenuhi tatto akhirnya bisa beribadah dan menginjakkan kaki di Masjidil Haram, Mekkah. Berikut kisahnya

Pria ini memiliki nama asli Bob Yudhita Agung dikenal sebagai seniman lukis asal Jogjakarta. Badannya penuh tato. Dia merelakan kulit tubuhnya dijadikan tempat praktik  para seniman tato belajaran.


Ulasan terkait : Kisah Kendar, Bocah SD yang Tak Hiraukan Kekurangan, Merawat Sendiri Ayahnya yang Lumpuh

Suatu ketika Bob Sick tiba-tiba ingin berangkat umrah mengunjungi Tanah Suci Mekkah dan berziarah ke makam Baginda Nabi Muhammad SAW. Namun niat suci dari Bob tidak berjalan sesuai rencana. Ketika dirinya mendaftar ke sebuah agen perjalanan umrah, dirinya langsung ditolak. Ada 9 agen perjalanan umroh yang telah menolak Bob Sick tanpa alasan yang jelas.

Akun Facebook Bang Gasruk menulis soal Bob :

Sebanyak 9 penyalur jemaah Haji menolaknya karena berbagai alasan tentang pandangan Agama terhadap tato. Sampai akhirnya agen ke-10 yang Ia datangi setuju dan akhirnya Bob Sick bisa menjalankan Ibadah Umroh di Tanah Suci Mekkah.

Ia mengaku hanya menyuruh seseorang untuk menguruskan, tapi katanya, 9 agen perjalanan menolak Bob. Ketika ditanya, apakah penolakan itu karena Bob penuh tato, Bob hanya menjawab : "Bisa jadi."
Tapi, disinilah justru kebesaran Tuhan terlihat. Bob akhirnya bisa berangkat setelah sebuah agen perjalanan menyetujui memberangkatkan Bob.

Dalam sebuah foto yang viral di sejumlah sosial media memperlihatkan ketika bob berada di Masjidil Haram dengan wajah penuh tatto sambil memakai Kafiyeh. Wallahu a'lam.

Sempat Menggerutu di Depan Ka'bah, Wanita Ini Akhirnya Mendapat Kisah Nyata Seperti Ini!


Kisah Nyata, Akibat Menggerutu di Depan Ka'bah Wanita Ini Menjadi Begini!

Melaksanakan rukun Islam yang ke lima merupakan cita-cita setiap umat Islam di seluruh penjuru dunia. Kenikmatan beribadah dan mengharap ridho Allah merupakan tujuan dari melaksanakan ibadah haji dan umroh. Setiap orang tentu mempunyai pengalaman dan kisah yang berbeda ketika sedang berada di Tanah Suci Makkah. Maka dari itu, kita sebai Muslim diwajibkan untuk menjaga diri dan adab ketika berada di tempat tersebut.

Artikel pilihan : Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya

Ini adalah tempat-tempat yang di muliakan Allah, dan menjadikan setiap amal perbuatan baik yang di lakukan di dalam dua kota suci tersebut akan di lipat gandakan, dan mendapat Pahala yang sangat besar. dan begitu juga menjadikan setiap perbuatan dosa dan maksiat yang di lakukan di dalam dua kota suci tersebut di lipat gandakan, Siksa'an bagi orang yang melakukan maksiat kepada Allah di dalam dua kota suci tersebut adalah sangat pedih, Barangsiapa yang memuliakan apa yang Allah muliakan maka Allah memuliakan nya.

Allah berfirman :

ومن يعظم شعائر الله فإنها من تقوى القلوب

Barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.


Seperti Hanifah (42) misalnya, wanita kelahiran Bandung yang pernah berangkat umroh di tahun 2010 ini mengaku bisa menunaikan ibadah umrah karena dibiayai anaknya.

Ia pun bercerita tentang pengalaman spiritual yang membuatnya tersadar hingga sekarang ini. Ketika umroh di hari keempat di Makkah, Hanifah bersama jamaah yang lain melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram. Karena aktifitas belanja di Tanah Suci setelah isya' malam tadi, ketika bangun tidur ia merasakan lelah yang luar biasa, berbeda seperti hari-hari sebelumnnya.

Aku sempat menggerutu ketika shalat di depan Ka'bah, enggak khusyuk. Imamnya baca suratnya panjang panjang banget, aku lupa surah apa waktu itu yang dibaca. Aku gerutu dalam hati, ini imam kok gak tau diri banget sih! Enggak ngeliat makmum pada capek,” ungkapnya.

Hingga selesai sholat subuh, ia bersama rombongan hendak pulang ke hotel tempat dia menginap di Makkah, tapi anehnya, ia tidak menemukan jalan pulang. Hatinya semakin kesal dan dongkol.

Jalan ke hotel kami lebih dekat ke pintu masuk utama, kami keliling-keliling terus enggak juga nemu jalan keluar,” tuturnya.

Ada salah seorang dari rombongannya berkata “Astagfirullah! Ini dosa apa ya Allah, sampai enggak bisa menemukan jalan pulang ke penginapan”.

Hanifah tiba-tiba nyeletuk “Mungkin ini dosa saya kali ya, tadi waktu sholat saya gerutu dan mencela imamnya.”

Satu rombongan beristighfar sampai ada nenek-nenek yang menangis karena terlalu kelelahan mencari jalan pulang menuju hotel. Mereka pun terus beristigfar memohon ampun pada Allah, hampir satu jam setelah ia dan rombongan beristighfar barulah mereka bisa menemukan jalan pulang.

Kami dapat jalan pulang di arah Shafa Marwah, padahal sebelumnya sudah kami lewati berkali-kali jalan itu. entahlah memang harus jaga lisan ketika disana.

Selain itu ia juga mendapatkan pengalaman yang penuh hikmah, selama disana banyak sekali orang yang memberikannya makanan. Sampai pernah dikejar-kejar oleh orang Arab yang hendak memberikannya makanan.


Artikel pilihan : Menunggu Malam Lailatul Qadar, Ternyata Ini Doa Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan!

Aku sempat takut tapi ketika ingat, mungkin ini balasan dari Allah. maaf bukan aku riya tapi aku memang sering memberikan makanan ke pedagang yang lewat depan rumahku, siapa aja suka aku panggil dan aku kasih makanan. Ya Alhamdulillah pas disana aku gak perlu beli makan bahkan oleh-oleh pun banyak yang kasih” ungkapnya.

Banyak hikmah yang ia rasakan setelah melaksanakan ibadah umroh, ia kini lebih berhati-hati menjaga ucapan dan menerima segala keadaan dengan penuh rasa syukur. ia mengatakan, sebelum berangkat ke Tanah Suci baiknya muhasabah diri dan banyak bertaubat serta berdoa agar dijaga hatinya oleh Allah agar khusyuk beribadah, karena jika Allah berkehendak semua mudah sekali terjadi.

Oleh karena itu, raihlah kesempatan untuk berbuat kebaikan palingkan dari hal-hal yang melenakan, Takutlah kepada Allah, Malulah kepada Allah dengan semalu-malunya, Murnikan Niatmu hanya Untuk Tuhan mu, berdoalah kepada nya di tempat-tempat yang suci, memintalah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Allah, menangislah di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala.

Berlomba-lombalah dalam kebaikan, perbanyaklah membaca Al-qur'an dan berdzikir kepada Allah serta bershalawat ke atas Junjungan Rasulullah sahllallahu alaihi wa aalihi wa sahbihi wa sallam.

Bukannya Pembatal Atau Dilarang Saat Puasa, Tapi Ini Hukumnya Makruh. Hati-hati Dengan Nomor 2!

Ada dua macam puasa, yaitu puasa sunnah dan juga puasa wajib. Berbeda dengan puasa wajib (Puasa Ramadhan) yang harus dilakukan setiap umat muslim, puasa sunnah boleh kita tinggalkan seperti jenisnya yakni ‘sunnah’.



BACA JUGA:  Jika Dengar Adzan Maghrib Langsung Berbuka, Artinya Anda Termasuk Orang Ini...

Saat puasa ada hal-hal yang membuat puasa kita batal, seperti makan, minum atau yang lainnya. Ada pula yang membuat pahala puasa kita hilang, seperti berbohong. Ada juga perbuatan yang dibenci oleh Allah karena berbagai macam hal, seperti 5 perbuatan ini.

1. Puasa wishol (dua hari bersambung tanpa berbuka).

2. Melakukan hubungan mesra dengan istri tanpa bersetubuh, seperti mencium, meraba, dan lain lain, karena dikhwatirkan bisa mengeluarkan air mani yang bisa membatalkan puasa, dan dikhawatirkan jatuh dalam persetubuhan yang haram untuk dilakukan, yang bisa memberatkandalam hukuman.

3. Berlebih lebihan dalam melakukan hal yang mubah, seperti mencium wangi wangian disiang hari bulan Ramadhan.

4. Mencicipi makanan, karena dikhawatirkan bisa tertelan dan bisa tercampur ludah yang kemudian tertelan.

5. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air dengan hidung) secara berlebihan, karena dikhwatirkan bisa tertelan yang mengakibatkan puasanya menjadi batal.

Oleh karena itu, lebih baik kita meninggalkan 5 perbuatan diatas, agar puasa kita lebih barokah dan diterima oleh Allah SWT.

Jika Dengar Adzan Maghrib Langsung Berbuka, Artinya Anda Termasuk Orang Ini...

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Selain kita menahan lapar dari subuh hingga maghrib, siapa sangka jika berpuasa merupakan nikmat terbesar dari Allah SWT bagi umat-Nya. Terutama saat kita berbuka puasa.



BACA JUGA: Kisah Ngenes Remaja Jual Boneka Gara-gara Putus Dari Pacarnya, Sering Terjadi!

Ketika kita mendengar adzan maghrib, pasti kita akan segera membatalkan puasa kita. Rupanya hal itu sangatlah mulia, bahkan dalam kitab Riyadhus Shalihin yang ditulis oleh Imam Nawani mengatakan bahwa jika kita ingin mendapatkan ridha Allah SWT, maka hendaknya kita menyegerakan berbuka Puasa. Hal ini pula yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

“Selama kita mau mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, kita akan selalu dalam kebaikan dan kebahagiaan,” tulis Imam Nawawi dalam kitabnya.

Jika terdengar adzan Maghrib, umat Muslim yang berPuasa hendaknya menyegerakan berbuka, karena hal tersebut sesuai dengan Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Sahl bin Sa’ad RA. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Kaum Muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa,” Hadis riwayat Muttafaqun ‘alaih.

Menurut Imam Nawawi, makan sahur di waktu mendekati shubuh dan menyegerakan berbuka puasa adalah perilaku yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Perilaku tersebut merupakan cara untuk kita terhindar dari ajaran puasa yang berlebihan.

Imam Nawawi kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung berfirman, HambaKu yang paling Aku sukai adalah yang paling cepat berbuka puasa.” (Hadis riwayat Muslim).

Diantara Tanda Orang Yg Meninggal Khusnul Khotimah Itu Salah Satunya Dari 10 Hal Ini No 1 Sepele Tapi Paling Susah

Agar tidak salah kaprah yang beranggapan bila meninggal di bulan ramadhan pasti khusnul khotimah, cek dulu 10 tanda ini apa sedang dikerjakan atau menjadi penyebab meninggalnya seseorang.



Khusnul khatimah atau akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla, bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.

Sebuah hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Imam Ahmad yang menunjukkan tentang khusnul khotimah pada seorang hamba, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

ذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana membuatnya beramal?” beliau menjawab: “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Mati dalam keadaan khusnul khotimah memiliki tanda-tanda. Diantara tanda-tanda itu ada yang hanya diketahui oleh orang yang akan meninggal, namun ada pula tanda-tanda itu bisa diketahui oleh semua orang.

Adapun tanda yang hanya diketahui oleh seseorang yang hendak meninggal adalah adanya ‘bisyarah’ atau kabar gembira dari Allah bahwa dia telah mendapat keridhaan Allah dan berhak mendapat kemuliaan dari-Nya sebagai bentuk keutamaan yang diberikan Allah kepadanya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّـهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30).

Syeikh Abdurrahman As-Sa’dy dalam tafsirnya mengatakan; Ini adalah tanda pada seorang mukmin saat menghadapi sakarotul maut. Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik Radhiyallohu ‘anhu, bahwa nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ كَرَاهِيَةَ الْمَوْتِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ الْبَشِيرُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَكُونَ قَدْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْفَاجِرَ أَوْ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ مِنْ الشَّرِّ أَوْ مَا يَلْقَاهُ مِنْ الشَّرِّ فَكَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barangsiapa senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang bertemu dengan Allah, maka Allah tidak senang bertemu dengannya.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, kami semua tidak menyukai kematian?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukan itu yang aku maksud, namun seorang yang beriman apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun suka bertemu dengannya. Adapun orang yang banyak berbuat dosa, atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut, maka datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk, atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya.” (HR. Ahmad)

Ada beberapa khusnul khotimah yang dirinci oleh para ulama berdasar dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Diantaranya seperti yang dikutip dari hidayatullah.com;

1. Seseorang yang mengucap kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)

2. Meninggal dengan keringat di dahi, berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّه

كَانَ بِخُرَاسَانَ فَعَادَ أَخًا لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

3. Mati pada malam Jum’at atau di siang hari Jum’at, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

4. Orang yang meninggal karena tho’un (penyakit wabah atau sampar). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;
الطَّاعُوْن ُشهَاَدَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)

5. Orang yang meninggal karena sakit perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya.
وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)


Amal Sholeh, Cara Cerdas Raih Khusnul Khotimah

6. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan  atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) . Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas. Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.

8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;
قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ

“Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)

9. Seseorang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya. Abu Hurairah RA meriwayatkan;
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ  ” أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي قَالَ : فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي  قَالَ : قَاتِلْهُ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي قَالَ : فَأَنْتَ شَهِيدٌ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ  قَالَ : هُوَ فِي النَّارِ “

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan engkau berikan hartamu!” Bagaimana kalau ia melawanku?” Beliau bersabda; “Lawanlah dia!”, “Bagaimana kalau dia membunuhku?” Beliau bersabda; “Engkau syahid”, “Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?” Beliau bersabda; “Dia di neraka!.” (HR. Muslim)

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ  وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan nyawanya maka dia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan keluarganya maka dia syahid.” (HR. Tirmidzi)

10. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh. Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.”

Itulah diantara tanda-tanda seserang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, semoga apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang sedang kita upayakan menjadi jalan kita untuk mendapat ridho allah di surganya kelak, amin.

Menunggu Malam Lailatul Qadar, Ternyata Ini Doa Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan!


Ternyata ada doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Apa doanya?

Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

Ulasan terkait : Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Maka dari itulah seluruh keutamaan di bulan suci Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar. Di malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan itu selalu menjadi dambaan setiap Muslim. Faktanya, tak ada manusia yang mengetahui tentang tepatnya kapan malam Lailatul Qadar. Namun banyak sumber yang mengatakan bahwa saat Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir du bulan Ramadhan.

Terdapat doa yang pernah Rasulullah saat datangnya malam Lailatul Qadar. Inilah doa Rasulullah saat Lailatul Qadar berdasarkan riwayat hadits berikut ini.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul ﷺ, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi).


Ulasan terkait : "Karena Ibuku Tak Sempurna, dan Aku yang Mencintainya, Maka Izinkan Aku untuk Membahagiakannya"

Maksud dari “innaka ‘afuwwun” adalah yang banyak memberi maaf. Demikian kata penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi.

Para ulama menyimpulkan dari hadits di atas tentang anjuran memperbanyak do’a “Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat lailatul qadar. Do’a di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat. Do’a tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.

Al Baihaqi rahimahullah berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot).

Berdasarkan hadits dan penjelasan tersebut mengungkapkan bahwa hendaknya seorang hamba memperbanyak istighfar dan taubatnya di setiap waktu, terlebih di sepuluh hari bulan Ramadhan.