Bunda, Jangan Suka Bentak Anak ya.. Coba Cara Ini Agar Buah Hati Patuh Tanpa Harus Kena Bentak

Setiap orang tua pasti punya cara tersendiri bagaimana merawat dan mendidik anak-anaknya. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang melakukannya dengan cara yang salah sehingga berdampak buruk pada si anak.



BACA JUGA: Bukannya Pembatal Atau Dilarang Saat Puasa, Tapi Ini Hukumnya Makruh. Hati-hati Dengan Nomor 2!

Seperti halnya membentak. Bunda, sebenarnya bentakan itu tidak perlu karena itu semua kita lah yang memulai dan mengajarinya. Padahal anak bisa patuh tanpa harus kena bentak. Salah satunya dengan mengikuti cara berikut ini yang dikutip dari vemale.


1. Sebut namanya dengan baik dan lembut

Pikiran anak-anak sering tidak fokus. Banyak hal yang bisa dipikirkan, mulai dari soal teman-temannya, sekolah, dan hal-hal lainnya. Untuk mendapatkan perhatian anak, sebutkan dan panggil namanya dengan nada positif dan biasa. Akan butuh waktu beberapa saat sampai Umi bisa mendapat perhatian anak sepenuhnya. Di sini Umi memang harus bisa benar-benar bersabar. Saat perhatian anak sudah Umi dapatkan, baru Umi sampaikan pesan yang ingin Umi berikan pada anak.

2. Jangan gunakan kata yang kasar

Sebisa mungkin hindari penggunaan kata jangan,tidak boleh, dan sejenisnya. Agar anak merasa percaya diri dan nyaman, Umi perlu menggunakan kata-kata yang positif. Jelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak. Misalnya, “Tolong bawa piring-piring kotor ini ke bak cucian, ya. Terima kasih.” Hindari menggunakan kata atau nama panggilan yang membuat anak tak nyaman.

3. Lakukan kontak mata

Dekati anak, usahakan posisi sejajar dengannya (Umi bisa menunduk atau berjongkok), lalu tatap matanya. Tapi jangan terlalu terlihat mengancam. Cara ini untuk memastikan Umi menaruh perhatian sepenuhnya saat berkomunikasi dengan anak. Anak-anak pun akan lebih nyaman saat orang tua yang mengajaknya bicara berada dekat dengannya.

4. Bersikap Asertif

Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Ketika Umi berkomunikasi dengan anak, Umi perlu bersikap asertif. Gunakan kalimat dan nada yang jelas, positif, dan padat. Sebagai contoh, “Setelah selesai membereskan mainan, Adik boleh nonton TV atau main di luar.” Jelaskan pada anak soal apa yang harus mereka lakukan, apa alasan mereka, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.

Satu lagi yang harus Umi perhatikan saat berkomunikasi dengan anak adalah perasaan atau mood yang sedang ia rasa. Di sini Umi memang harus lebih peka dan hati-hati. Apakah anak sedang lelah, marah, kecewa, cemas, atau mengkhawatirkan sesuatu, perhatikan raut wajahnya. Sebisa mungkin jangan menghakimi anak. Posisikan diri Umi sebagai orang tua yang akan membantu mereka mengatasi masalahnya. Sehingga komunikasi bisa lebih diterima.

Berbicara pada anak memang sangat berpengaruh terhadap mental, emosi dan sikap anak nantinya. Namun tindakan itu memerlukan teknik dan meode khsus. Semoga saja apa yang bunda lakukan akan berdampak baik bagi si buah hati..

Bukannya Pembatal Atau Dilarang Saat Puasa, Tapi Ini Hukumnya Makruh. Hati-hati Dengan Nomor 2!

Ada dua macam puasa, yaitu puasa sunnah dan juga puasa wajib. Berbeda dengan puasa wajib (Puasa Ramadhan) yang harus dilakukan setiap umat muslim, puasa sunnah boleh kita tinggalkan seperti jenisnya yakni ‘sunnah’.



BACA JUGA:  Jika Dengar Adzan Maghrib Langsung Berbuka, Artinya Anda Termasuk Orang Ini...

Saat puasa ada hal-hal yang membuat puasa kita batal, seperti makan, minum atau yang lainnya. Ada pula yang membuat pahala puasa kita hilang, seperti berbohong. Ada juga perbuatan yang dibenci oleh Allah karena berbagai macam hal, seperti 5 perbuatan ini.

1. Puasa wishol (dua hari bersambung tanpa berbuka).

2. Melakukan hubungan mesra dengan istri tanpa bersetubuh, seperti mencium, meraba, dan lain lain, karena dikhwatirkan bisa mengeluarkan air mani yang bisa membatalkan puasa, dan dikhawatirkan jatuh dalam persetubuhan yang haram untuk dilakukan, yang bisa memberatkandalam hukuman.

3. Berlebih lebihan dalam melakukan hal yang mubah, seperti mencium wangi wangian disiang hari bulan Ramadhan.

4. Mencicipi makanan, karena dikhawatirkan bisa tertelan dan bisa tercampur ludah yang kemudian tertelan.

5. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air dengan hidung) secara berlebihan, karena dikhwatirkan bisa tertelan yang mengakibatkan puasanya menjadi batal.

Oleh karena itu, lebih baik kita meninggalkan 5 perbuatan diatas, agar puasa kita lebih barokah dan diterima oleh Allah SWT.

Jika Dengar Adzan Maghrib Langsung Berbuka, Artinya Anda Termasuk Orang Ini...

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Selain kita menahan lapar dari subuh hingga maghrib, siapa sangka jika berpuasa merupakan nikmat terbesar dari Allah SWT bagi umat-Nya. Terutama saat kita berbuka puasa.



BACA JUGA: Kisah Ngenes Remaja Jual Boneka Gara-gara Putus Dari Pacarnya, Sering Terjadi!

Ketika kita mendengar adzan maghrib, pasti kita akan segera membatalkan puasa kita. Rupanya hal itu sangatlah mulia, bahkan dalam kitab Riyadhus Shalihin yang ditulis oleh Imam Nawani mengatakan bahwa jika kita ingin mendapatkan ridha Allah SWT, maka hendaknya kita menyegerakan berbuka Puasa. Hal ini pula yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

“Selama kita mau mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, kita akan selalu dalam kebaikan dan kebahagiaan,” tulis Imam Nawawi dalam kitabnya.

Jika terdengar adzan Maghrib, umat Muslim yang berPuasa hendaknya menyegerakan berbuka, karena hal tersebut sesuai dengan Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Sahl bin Sa’ad RA. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Kaum Muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa,” Hadis riwayat Muttafaqun ‘alaih.

Menurut Imam Nawawi, makan sahur di waktu mendekati shubuh dan menyegerakan berbuka puasa adalah perilaku yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Perilaku tersebut merupakan cara untuk kita terhindar dari ajaran puasa yang berlebihan.

Imam Nawawi kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang bersumber dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung berfirman, HambaKu yang paling Aku sukai adalah yang paling cepat berbuka puasa.” (Hadis riwayat Muslim).

Kisah Ngenes Remaja Jual Boneka Gara-gara Putus Dari Pacarnya, Sering Terjadi!

Pacaran itu gak enak, kenapa? Selain berdosa, kita juga pasti akan merasakan sakit hati, apalagi jika orang yang kamu anggap sebagai pacar pergi menjauh atau memutuskan hubungan denganmu. Seperti kisah ngenes remaja satu ini.



BACA JUGA:  Sempat Dikira Hamil, Dokter Langsung Shock Tahu Keadaan Usus Pria Ini...

Dikutip dari tribunnews, sebuah postingan netizen di sebuah grup jual beli sedang menawarkan boneka doraemon. Netizen yang bernama Ariadi Putra itu menjualnya di grup Facebook JUAL BELI HP KHUSUS DAERAH MEDAN - FY.

Padahal dia baru saja membeli boneka itu seharga Rp 200 ribu. Namun, dia punya alasan mengapa menjual boneka Doraemon itu. Dia juga menjualnya kembali hampir separuh harga. Dia menjual boneka Doraemon itu dengan harga Rp 130 ribu.
⠀
"Maaf bang, kak, melenceng sedikit. Saya mau jual boneka Doraemon kemarin baru beli 200 ribu untuk pacar saya, tapi saya gak jadi ngasih karna saya udah putus, jadi saya mau jual ni," tulisnya di caption.



Netizen yang merasa sedih pun berusaha untuk memberikan semangat kepadanya. Seketika postingan itu pun jadi viral dan banyak netizen yang memberi komentar. Bahkan sampai ada yang mengaku bernasib sama, seperti @w.rahadian: Pernah ngalamin juga gw neh , alhamdulillah untung bonekanya kejual xD

Duh.. apes bener ya, semoga laku deh bonekanya, tapi tetep haru sabar ya mas..

Tubuh Khairul Seolah Tinggal Tulang dan Kulit, Alasannya Gara-gara Minum 'Racun' Ini...

Soda memang sangat segar bila diminum selagi dingin. Namun siapa sangka jika kenikmatan itu tidaklah sebanding dnegan apa yang kita dapatkan. Dampak buruk yang terjadi bisa sangat fatal, contohnya aktris Yana Zein yang meninggal akibat kanker, diduga karena dipicu kebiasaannya minum soda.



BACA JUGA: "Think Before You Drink!" Ngeri Sendiri Lihat Kandungan Gula Dalam Sebungkus Minuman Ini..

Dikutip dari dream, rupanya bukan hanya Yana lah satu-satunya korban, seorang pria asal Malaysia bernama Khairul Helmi juga salah satunya. Pria tersebut sebelumnya memiliki berat badan mencapai 100kg, tapi pada 2012 lalu hidupnya berubah seketika karena diabetes kronis yang dideritanya.

Posturnya yang gemuk, lama-kelamaan menyusut, tinggal tulang dan kulit saja. Rupanya, penyakit itu merupakan akibat dari kebiasaan lamanya yang gemar sekali mengonsumsi minuman berkarbonat.





Kandungan pemanis buatan yang tinggi pada minuman soda akan membuat kadar gula darah meningkat. Ini mempengaruhi perkembangan resistensi insulin. Akibat penyakit kronis itu, saat ini Helmi kehilangan pekerjaan. Bahkan hanya untuk berjalan pun ia harus dipapah. Kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya.

Kenapa Baliho Seruan Tolak Riba di Cilacap ini Malah Diturunkan oleh Pemkab

Ada apa dengan pemkab Cilacap? Sebuah baliho seruan menolak riba di Jalan S Parman malah diturunkan oleh Satpol PP Cilacap.

Petugas Satpol PP turunkan Baliho Tolak Riba di Jalan S Parman Cilacap, pada Kamis (8/6/2017).

Billboard atau baliho besar berisi seruan riba di Jalan S Parman Cilacap diturunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap, Kamis (8/6/2017) sore.

Dilansir serayunews.com, baliho baru saja dipasang sehari sebelumnya. Isi baliho mengambil kutipan dari Al -Quran surat Al Baqarah ayat 275: “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”

Di bagian tengah baliho bertuliskan “LAKNAT ALLOH BAGI PELAKU RIBA”. Sementara di bawah kalimat utama bertuliskan "Mumpung Ramadhan mari bertaubat”.

Riba’ adalah istilah dalam Islam yang artinya bunga dari aktivitas pinjam-meminjam uang atau alat tukar ekonomi.


Penampakan Baliho sebelum dicopot.
 
Pemasang baliho adalah pengusaha UKM yang tergabung dalam Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Kabupaten Cilacap. Para pengusaha ini disebutkan di bagian bawah Baliho yang menampilakn belasan logo Usaha Kecil Menengah (UKM) milik pengusaha tersebut.

Ketua IIBF Cilacap, Bagdo Tri Siswanto, menyayangkan penurunan baliho tersebut. Bagdo kecewa karena tidak ada pemberitahuan penurunan. Bagdo mengklaim pemasangan baliho sudah mengikuti proses perizinan di Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKAD) Cilacap. Menurut dia, sesuai aturan baliho akan tayang selama satu bulan.

“Tidak ada pemberitahuan sama sekali, memang di baliho tersebut tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi. Tapi saat kita mengajukan perizinan dan melakukan pembayaran ada nomor yang kita cantumkan,” kata Bagdo dilansir serayunews.com, Kamis (8/6/2017) malam.

Baca Juga: "Perselingkuhan itu Tak akan Terjadi Kalau Tak ada Wanita yang Bersedia"

Dari informasi yang dihimpun komunitas pengusaha UKM itu, penurunan baliho karena ada keberatan dari warga yang melapor ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Cilacap. Keberatan itu berkaitan dengan materi baliho.

Bagdo menilai keberatan itu kurang bisa diterima IIBF. Alasannya materi baliho tidak berisi tendensi kepada pihak ataupun golongan tertentu. Pemilihan kata juga mengutip dari ayat suci Al Quran. Selain itu, momen Ramadhan juga menjadi dasar pihaknya menyiarkan tolak riba.

“Kata-kata tersebut dikutip dari Al Quran. Tidak ada tendensi apapun, apakah itu kepentingan politik, SARA yang akhir akhir ini menjadi isu. Kita hanya menyiarkan tolak riba,” jelasnya.

Bagdo membandingkan dengan materi baliho tempat hiburan dan karaoke yang dalam kurun dua tahun terakhir marak di jalan jalan utama Kota Cilacap. Meski ilustrasi dalam materi tidak terlalu vulgar, tetapi tidak ada pihak yang mempersoalkan.

Pemerintah Kabupaten Cilacap, Bagdo menambahkan, tetap mengizinkan baliho iklan hiburan malam tersebut. “Baliho iklan hiburan malam diizinkan, sedangkan baliho kami seruan Ramadhan yang mengutip ayat Al Quran diturunkan,” tegasnya.

Bagdo dan Tim IIBF berencana mendatangi Badan Kesbangpollinmas dan Satpol PP untuk mempertanyakan kebijakan penurunan baliho tersebut. “Rencananya akan kami akan tanyakan kembali ke dinas atau instansi terkait,” ungkapnya.

Wanita Ini Tulis Hujatan "Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas?" Jengkel Karena Disuruh Mengalah Pada Ibu Hamil

Miris sekali dengan pemikiran mbak yang satu ini. Mungkin dia belum pernah merasakan istimewanya menjadi ibu hamil jadi bsa memiliki pemikiran seperti ini. Padahal dia perempuan ya????



Mulutmu adalah harimaumu.

Ungkapan itu merupakan peribahasa yang banyak dipesankan oleh para orangtua kita.

Tujuannya adalah supaya kita lebih berhati-hati lagi dengan apa yang kita ucapkan.

Peribahasa itu pada saat itu tentunya akan terus berlaku, walaupun kadang sedikit diubah kalimatnya.

Tepatnya, menjadi "jempolmu adalah harimaumu".

Artinya, apa yang kita tuliskan di sosial media, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Baru-baru ini seseorang yang memiliki akun Facebook Shafira Nabila Cahyaningtyas menghebohkan dunia maya.

Sebab, melalui akun tersebut, orang tersebut menuliskan sebuah tulisan tentang ibu hamil.

Dalam tulisan itu, dia merasa jengkel karena disuruh mengalah pada ibu hamil saat berada di KRL rute Jabodetabek.

Shafira menuliskan, saat itu dia bersama temannya naik KRL dari Bogor dengan tujuan Stasiun Tanah Abang.

Shafira naik pada pukul 07.05 WIB di gerbong khusus perempuan.

Saat berada di KRL, Shafira memang berencana untuk tidur.

"Gue duduk nih jejeran sama temen gue, niatnya mau tidur sampek stasiun tujuan akhir. Gue emang uda terbiasa tidur di krl. Krl udah kayak rumah kedua buat gue,"tulis Shafira dalam statusnya itu.

Namun, niat itu harus diurungkan oleh Shafira.

Sebab, saat tiba di Stasiun Citayam, Shafira tiba-tiba dibangunkan oleh satpam.

Dia diminta berdiri dan berpindah ke tempat duduk lainnya.

Sebab, saat itu memang ada ibu-ibu hamil yang membutuhkan tempat duduk.

Shafira pun berpindah tempat.

Meski demikian, Shafira rupanya merasa keberatan dengan hal itu.

Sebab, meski telah berpindah, tapi Shafira menuliskan dalam statusnya sebenarnya dia merasa jengkel atas sikap satpam tersebut.

"Jujur jadi pusing nggak ketulungan dan sampek sekarang masih pusing. Pusing ditambah kesel dan pengen mengumpat si satpam dan ibu hamil,"tulis Shafira seperti yang dikutip dari jatim.tribunnews.com.

Tidak hanya itu, Shafira juga menuliskan dirinya semakin tidak merasa hormat dengan para ibu hamil.

"Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas? Semakin lama gue semakin gak respeck sama ibu2 hamil. bener2 uda yang semuak itu!" tambah Shafira dalam tulisannya.

Belakangan, tulisan itu sudah tidak ada lagi dalam beranda Facebook milik Shafira.



Meski demikian, akun Facebook Awalisan Elkana Sulpi sudah meng-capture tulisan itu, dan membagikannya.

Atas tulisannya itu, Shafira pun mendapatkan berbagai kecaman dari netizen.

Berikut ini adalah komentar dari para netizen.

@Tika Lotus,"wah mbakny kurang aqua. sok yen mbobot ben isine kembar 7"

@YanNie Handa Camui,"Hadeh, ibu hamil itu capek ya, bawa beban berat di perutnya, klo berdiri terus, darah numpuk di kaki, hasilnya bengkak dan itu sakit. Ayo lah, kita masih sehat, tak ada salahnya nolong dikit. Ibu yg hamil itu punya beban berat, kenapa.... mual, mau makan apa2 muntah, masih punggung sakit, pinggul sakit... selain itu dia jagain perutnya agar ga kenapa2... #saveIbu2Hamil q durung tapi q reti gimana pengorbanannya"

@Risa Eka,"Semoga mba nya ntar hamil kembar 5..aamiin"

BACA JUGA: Diantara Tanda Orang Yg Meninggal Khusnul Khotimah Itu Salah Satunya Dari 10 Hal Ini No 1 Sepele Tapi Paling Susah



Tapi, beberapa jam setelah mencurahkan isi hatinya karena tak setuju mendahulukan ibu hamil di KRL, Dia akhirnya meminta maaf. Apa isi permintaan maafnya? Silahkan baca DI SINI.

Diantara Tanda Orang Yg Meninggal Khusnul Khotimah Itu Salah Satunya Dari 10 Hal Ini No 1 Sepele Tapi Paling Susah

Agar tidak salah kaprah yang beranggapan bila meninggal di bulan ramadhan pasti khusnul khotimah, cek dulu 10 tanda ini apa sedang dikerjakan atau menjadi penyebab meninggalnya seseorang.



Khusnul khatimah atau akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla, bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.

Sebuah hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Imam Ahmad yang menunjukkan tentang khusnul khotimah pada seorang hamba, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

ذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana membuatnya beramal?” beliau menjawab: “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Mati dalam keadaan khusnul khotimah memiliki tanda-tanda. Diantara tanda-tanda itu ada yang hanya diketahui oleh orang yang akan meninggal, namun ada pula tanda-tanda itu bisa diketahui oleh semua orang.

Adapun tanda yang hanya diketahui oleh seseorang yang hendak meninggal adalah adanya ‘bisyarah’ atau kabar gembira dari Allah bahwa dia telah mendapat keridhaan Allah dan berhak mendapat kemuliaan dari-Nya sebagai bentuk keutamaan yang diberikan Allah kepadanya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّـهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30).

Syeikh Abdurrahman As-Sa’dy dalam tafsirnya mengatakan; Ini adalah tanda pada seorang mukmin saat menghadapi sakarotul maut. Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik Radhiyallohu ‘anhu, bahwa nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ كَرَاهِيَةَ الْمَوْتِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ الْبَشِيرُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَكُونَ قَدْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْفَاجِرَ أَوْ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ مِنْ الشَّرِّ أَوْ مَا يَلْقَاهُ مِنْ الشَّرِّ فَكَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barangsiapa senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang bertemu dengan Allah, maka Allah tidak senang bertemu dengannya.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, kami semua tidak menyukai kematian?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukan itu yang aku maksud, namun seorang yang beriman apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun suka bertemu dengannya. Adapun orang yang banyak berbuat dosa, atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut, maka datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk, atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya.” (HR. Ahmad)

Ada beberapa khusnul khotimah yang dirinci oleh para ulama berdasar dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Diantaranya seperti yang dikutip dari hidayatullah.com;

1. Seseorang yang mengucap kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)

2. Meninggal dengan keringat di dahi, berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّه

كَانَ بِخُرَاسَانَ فَعَادَ أَخًا لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

3. Mati pada malam Jum’at atau di siang hari Jum’at, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

4. Orang yang meninggal karena tho’un (penyakit wabah atau sampar). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;
الطَّاعُوْن ُشهَاَدَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)

5. Orang yang meninggal karena sakit perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya.
وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)


Amal Sholeh, Cara Cerdas Raih Khusnul Khotimah

6. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan  atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) . Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas. Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.

8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;
قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ

“Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)

9. Seseorang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya. Abu Hurairah RA meriwayatkan;
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ  ” أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي قَالَ : فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي  قَالَ : قَاتِلْهُ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي قَالَ : فَأَنْتَ شَهِيدٌ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ  قَالَ : هُوَ فِي النَّارِ “

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan engkau berikan hartamu!” Bagaimana kalau ia melawanku?” Beliau bersabda; “Lawanlah dia!”, “Bagaimana kalau dia membunuhku?” Beliau bersabda; “Engkau syahid”, “Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?” Beliau bersabda; “Dia di neraka!.” (HR. Muslim)

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ  وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan nyawanya maka dia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan keluarganya maka dia syahid.” (HR. Tirmidzi)

10. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh. Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;
مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.”

Itulah diantara tanda-tanda seserang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, semoga apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang sedang kita upayakan menjadi jalan kita untuk mendapat ridho allah di surganya kelak, amin.

Menunggu Malam Lailatul Qadar, Ternyata Ini Doa Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan!


Ternyata ada doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Apa doanya?

Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

Ulasan terkait : Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Maka dari itulah seluruh keutamaan di bulan suci Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar. Di malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan itu selalu menjadi dambaan setiap Muslim. Faktanya, tak ada manusia yang mengetahui tentang tepatnya kapan malam Lailatul Qadar. Namun banyak sumber yang mengatakan bahwa saat Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir du bulan Ramadhan.

Terdapat doa yang pernah Rasulullah saat datangnya malam Lailatul Qadar. Inilah doa Rasulullah saat Lailatul Qadar berdasarkan riwayat hadits berikut ini.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul ﷺ, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi).


Ulasan terkait : "Karena Ibuku Tak Sempurna, dan Aku yang Mencintainya, Maka Izinkan Aku untuk Membahagiakannya"

Maksud dari “innaka ‘afuwwun” adalah yang banyak memberi maaf. Demikian kata penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi.

Para ulama menyimpulkan dari hadits di atas tentang anjuran memperbanyak do’a “Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat lailatul qadar. Do’a di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat. Do’a tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.

Al Baihaqi rahimahullah berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot).

Berdasarkan hadits dan penjelasan tersebut mengungkapkan bahwa hendaknya seorang hamba memperbanyak istighfar dan taubatnya di setiap waktu, terlebih di sepuluh hari bulan Ramadhan.

Terlihat Aneh! Lama Tak Kelihatan, Eks Personel Dewi Dewi Ini Sakit Bipolar



Kabar terbaru datang dari mantan personel grup vokal wanita ini yaitu Inna Kamarie, Eks personel dewi-dewi ini dikabarkan mengidap sakit bipolar.

Dewi Dewi merupakan sebuah grup vokal wanita yang sempat eksis di Indonesia.

Grup ini pertama kali dibentuk pada tahun 2007 oleh Ahmad Dhani yang saat itu beranggotakan Tata Janeeta, Purie Andriani, dan Inna Kamarie.

Dewi Dewi yang bergabung dalam Republik Cinta Management (RCM) kemudian merilis sebuah album studio berjudul Recycle +.

Dua lagu hits muncul dari album ini, yaitu "Dokter Cinta" dan "Begitu Salah Begitu Benar".

Album ini berhasil terjual lebih dari 150.000 keping pada saat itu dan memperoleh penghargaan platinum.
Namun sayang, kepopuleran Dewi Dewi hanya bertahan hingga tahun 2008.

Grup ini resmi dibubarkan pada Desember 2008 setelah diawali dengan hengkangnya Inna Kamarie.

Kabar terbaru datang dari mantan personel grup vokal wanita ini yaitu Inna Kamarie.

Setelah keluar dari Dewi Dewi, Inna memilih untuk bersolo karir dan di tahun 2010 saat ia sedang hamil, ia meluncurkan labum perdana berjudul "Inna Kamarie".

Di tahun 2012 ia juga sempat kembali melakukan syuting video klip lagu Firasatku dan berduet dengan Piyu "Padi".

Tahun 2016, ia mengubah penampilannya dengan sering mengenakan penutup kepala seperti hijab.

Inna, sejak tergabung dalam Dewi Dewi memang dikenal memiliki gaya yang nyentrik.

Mulai dari pakaian, gaya rambut, aksesoris hingga make up.

Lama tak terdengar kabarnya, Inna membuat publik terkejut dengan penampilan terbarunya.

Hal ini berawal dari sebuah foto yang diunggah diakun instagram gosip @neng_jepret pada Senin (12/6/17) yang juga diunggah diakun instagram pribadi Inna @innakamarie_official seperti yang dikutip dari style.tribunnews.com.

Di foto tersebut tampak Inna tengah mengenakan kaus berwarna ungu dan bawahan bermotif warna senada.
Untuk askesoris, Inna mengenakan anting berukuran besar, gelang, dan penutup kepala warna hitam.

Di tangannya, Inna juga memegang sebuah rokok.

Selain rokok, yang menjadi fokus netizen saat melihat foto tersebut adalah riasan wanita tersebut.

Ia mengunakan softlens berwarna hijau, dengan eyeliner di bagian atas dan bawah matanya serta lipstik berwarna ungu muda.



BACA JUGA:  Sering Tak Disadari dan Terkesan Diabaikan Begini Gejala Kanker Serviks yang Dianggap 'Biasa' Oleh Kaum Wanita

Melihat postingan foto tersebut netizen pun tampak terkejut dan memberikan beragam komentar.

@hanifahyln : Ko dia jd kuyus ? kayaknya dia sempet pake hijab ya? Tp hijab nanggung gtu, masih keliatan lehernya. Eh iya gak sih? Pernah liat bbrp kali di tv soalnya

@gurame.soangomg : ini si ina knp jd horor amat ya...jd inget film avatar..jgn2 dia kracunan terong ya makk....bibir sampe pada ungu begitu

Beberapa dari mereka mengatakan bahwa wanita tersebut mengidap gangguan bipolar.

@meccaclothing : She was suffering from bipolar disorder , cmiiw . Lakiknya sabar banget katanya ngadepin dia sm bipolarnga.

@pipisavtr : Dia sakit bipolar dan mengakuinya. Dan suaminya full sopport.

Karena Ketika Dirimu Masuk Surga, Itu Bukan Karena Ibadahmu, Tapi Ridha Allah yang Mengizinkannya


"Saya sudah rajin shalat, pasti masuk surga bukan?" Percayalah bahwa meskipun shalatmu tak pernah putus. Jikalau Allah SWT tak memberikan rahmat-Nya. Bagaimana nasibnya shalat itu?

Saudaraku sekalian, masuk syurga sebenarnya adalah dengan rahmat Allah. Sesungguhnya seorang manusia dapat masuk syurga yaitu semata-mata dengan rahmat Allah.

Artikel pilihan : "Karena Ibuku Tak Sempurna, dan Aku yang Mencintainya, Maka Izinkan Aku untuk Membahagiakannya"

Kita esok ingin masuk syurga, karena rahmat Allah kepada kita, kerana kasihan Allah kepada kita, bukan karena amalan kita. Manusia esok jikalau ingin masuk syurga, bukan karena amalan dia, bukan karena dia rajin shalat sunnah, bukan karena dia rajin puasa sunnah, bukan karena dia rajin pergi umrah, bukan karena dia pergi menunaikan haji sebanyak 3 kali, bukan karena dia banyak sedekah.

Tetapi dia dapat masuk syurga karena rahmat Allah. Karena Allah kasihan kepada kita. Allah mau kasihan kepada kita, Allah akan melihat amalan yang telah kita buat. Perlu diingat saudaraku sekalian, amalan yang kita buat, tidak semestinya menjadi patokan kita akan masuk ke dalam syurga Allah.

Maka tidaklah boleh kita mengatakan bahwa manusia dapat masuk syurga semata-mata hanya karena ibadah yang telah kita perbuat selama ini saja. Misalnya saja " Gimana aku nanti nggak masuk surga kalau shalatku tak pernah absen".

Sungguhlah tidak boleh berkata seperti itu, sebab, masuk syurga bukan karena sembahyang tersebut, tetapi karena, rahmat daripada Allah. Maka i’tikad (keyakinan dan kepercayaan) yang demikian itu adalah i’tikad yang tidak sebenarnya.

Siapa yang berkata bahwa dia berbuat amal, maka dia boleh masuk syurga, itu i’tikad yang tidak betul. Dia masuk syurga, karena rahmat Allah, karena Allah kasihan kepada kita.

Karena adalah kita manusia, hamba Allah. Takkanlah hambanya, maka tetaplah duduk di bawah naungan limpah rahmat-Nya. Kita sebagai hamba, mengharapkan belas kasihan tuan. Sebagai hamba, kita harap Allah kasihan kepada kita. Hanya itu saja.

Dan sekiranya seseorang yang mengerjakan apa yang disuruhnya itu, maka dimasukkan ia kedalam neraka, maka tidak boleh seseorang itu berkata, mengapa? Kalau seseorang itu sembahyang, tiba-tiba dia masuk neraka, dia tidak boleh kata pada Allah,

“Mengapa saya bisa masuk neraka, padahal saya rajin shalat?” Saudaraku sekalian perlu ingat, dalam Al-Quran Allah Taala ada berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

“Maka celakalah orang yang shalat” (QS. Al-Maun : 4)


Artikel pilihan : TES: Apakah Istri Anda Sudah Bahagia? Penting Dibaca! Ikuti Cara Ini untuk Mengetahuinya

Orang yang sembahyang yang seperti apa? Ayat yang seterusnya sudah menceritakan sebab-sebab kenapa orang-orang yang sembahyang, tiba-tiba ALLAH Taala letakkan dia kedalam neraka.

Maknanya, ada orang yang sembahyang, tapi tetap saja bisa masuk neraka. Karena memang sembahyang yang dia buat itu tidak menepati sembahyang yang dikehendaki oleh Allah. Maknanya, amal ibadah yang kita buat, belum menjamin tempat kita dalam syurga. Amal ibadah yang kita buat ini hanya dijadikan sebab musabab untuk Allah memberi rahmat kepada kita. Rahmat Allah menempatkan kita kedalam syurga Allah.

Karena hambanya, dan miliknya, maka ikut suka tuannya. Oleh kerana kita hamba Allah, ikut suka Allah, Dia teringin berbuat apa kepada kita, kita tidak boleh mengumpat tindakan Allah.

Allah sudah berjanji, siapa yang berbuat baik, maka dia akan balas baik. Dan Allah tidak mungkin mengingkari janji. Mana-mana orang yang berbuat baik, Allah akan bagi balasan baik kepada kita. Itulah janji Allah Ta’ala kepada semua hamba-Nya. Wallahu a'lam.